Tim nasional sepak bola Indonesia

Indonesia
Lencana kaos/Lambang Asosiasi
Julukan
  • Pasukan Merah Putih
  • Pasukan Garuda
AsosiasiPSSI
KonfederasiAFC (Asia)
Sub-konfederasiAFF (Asia Tenggara)
PelatihJohn Herdman
KaptenJay Idzes
Penampilan terbanyakAbdul Kadir (111)[1][2]
Pencetak gol terbanyakAbdul Kadir (70)[2]
Stadion kandangStadion Utama Gelora Bung Karno
Kode FIFAIDN
Peringkat FIFA
TerkiniSteady122 (1 April 2026)
Tertinggi76 (September 1998)
Terendah191 (Juli 2016)
Warna pertama
Warna kedua
Pertandingan internasional pertama
Pra-kemerdekaan
 Hindia Belanda 7–1 Jepang 
(Manila, Filipina; 13 Mei 1934)[3]
Pasca kemerdekaan
 India 3–0 Indonesia 
(New Delhi, India; 5 Maret 1951)
Kemenangan terbesar
 Indonesia 13–1 Filipina 
(Jakarta, Indonesia; 23 Desember 2002)
Kekalahan terbesar
 Bahrain 10–0 Indonesia 
(Riffa, Bahrain; 29 Februari 2012)
Piala Dunia
Penampilan1 (Pertama kali pada 1938)
Hasil terbaikBabak 16 besar (1938; sebagai Hindia Belanda)
Olimpiade Musim Panas
Penampilan1 (Pertama kali pada 1956)
Hasil terbaikPerempat final (1956)
Piala Asia
Penampilan5 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaikBabak 16 besar (2023)
Kejuaraan Perbara
Penampilan13 (Pertama kali pada 1996)
Hasil terbaikJuara kedua (2000, 2002, 2004, 2010, 2016 dan 2020)
Situs webPSSI.org

Tim nasional sepak bola Indonesia adalah tim nasional yang mewakili Indonesia di ajang sepak bola internasional senior pria. Mereka adalah tim Asia pertama yang berpartisipasi pada Piala Dunia FIFA tahun 1938 saat masih bernama Hindia Belanda.[4][5] Pada babak pertama, Tim nasional Hindia Belanda mencatat kekalahan 6-0 dari Hungaria, dan menjadi satu-satunya penampilan di Piala Dunia FIFA. Dengan hanya satu pertandingan yang dimainkan dan tanpa mencetak gol, Indonesia memegang rekor Piala Dunia sebagai tim dengan jumlah pertandingan paling sedikit (1) dan salah satu tim dengan jumlah gol paling sedikit yang dicetak (0).[5]

Satu-satunya penampilan tim di Olimpiade setelah merdeka adalah pada tahun 1956.[6] Indonesia telah lima kali lolos ke Piala Asia AFC, dan penampilan terbaiknya adalah lolos ke babak gugur untuk pertama kalinya pada edisi 2023. Indonesia meraih medali perunggu pada Asian Games 1958 di Tokyo.[6] Tim ini juga telah mencapai pertandingan final dalam Kejuaraan Perbara sebanyak enam kali, tetapi belum pernah menjadi juara. Mereka berbagi persaingan regional dengan negara-negara ASEAN, terutama pada persaingan sepak bola Indonesia melawan Malaysia, karena adanya ketegangan politik dan budaya antarkeduanya.

Sejarah

Tim Asia pertama di Piala Dunia FIFA (1934–1950-an)

Pertandingan yang melibatkan tim-tim dari Hindia Belanda diselenggarakan oleh Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) yang kemudian digantikan oleh Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) pada tahun 1935. Keduanya merupakan federasi sepak bola Hindia Belanda. Pertandingan yang diselenggarakan sebelum kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 tidak diakui oleh PSSI sebagai pertandingan resmi tim nasional Indonesia.[6]

Pertandingan tercatat pertama yang melibatkan tim dari Hindia Belanda adalah ketika melawan tim nasional Singapura pada tanggal 28 Maret 1921. Pertandingan tersebut dimainkan di Batavia dan berakhir dengan kemenangan Hindia Belanda dengan skor akhir 1-0. Kemudian diikuti dengan pertandingan melawan tim Australia XI pada Agustus 1928 (kemenangan 2-1) dan tim dari Shanghai dua tahun kemudian (hasil imbang 4-4).[6]

Pada tahun 1934, tim nasional sepak bola Hindia Belanda berlaga di Pertandingan Kejuaraan Timur Jauh ke-10 yang dimainkan di Manila, Filipina. Setelah mengalahkan Jepang 7-1 pada pertandingan pertama,[7] dua pertandingan berikutnya berakhir dengan kekalahan (2-0 dari Tiongkok dan 3-2 dari tuan rumah) yang mengakibatkan Timnas Hindia Belanda hanya menempati posisi kedua di turnamen tersebut. Meskipun tidak diakui oleh PSSI, pertandingan-pertandingan tersebut diakui oleh peringkat Elo Sepak Bola Dunia sebagai pertandingan pertama yang melibatkan tim nasional Indonesia.[8]

Setelah menjadi anggota FIFA pada Mei 1936, N.I.V.U. mendaftarkan Hindia Belanda untuk Piala Dunia 1938. Jepang, yang saat itu terlibat dalam perang agresi di China, mengundurkan diri dari babak kualifikasi. FIFA kemudian memerintahkan pertandingan tambahan antara Hindia Belanda dan Amerika Serikat seminggu sebelum turnamen di Prancis, yang dijadwalkan pada Hari Raya Kenaikan Tuhan 1938 di Rotterdam. Namun, Amerika Serikat mundur karena masalah keuangan. Federasi Sepakbola Amerika Serikat berharap membiayai perjalanan ke Prancis dari keuntungan pertandingan ulang tahun perak federasi mereka melawan Inggris, akan tetapi pertandingan itu batal karena Inggris menolak bermain pada hari Minggu, sehingga federasi Amerika tidak dapat membayar biaya perjalanan ke Eropa.[9]

Dengan demikian, Hindia Belanda (kini Indonesia) menjadi tim Asia pertama yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA 1938 di Prancis. Kekalahan 6-0 dari Hongaria, di babak penyisihan grup di Reims, tetap menjadi satu-satunya penampilan tim ini di Piala Dunia.

Kemerdekaan (1950-an–1984)

Setelah Perang Dunia II, yang diikuti dengan Revolusi Indonesia, puncak sejarah sepak bola Indonesia terjadi pada Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne. Indonesia bermain imbang Uni Soviet, kemudian kalah 0–4 dalam pertandingan ulangan[6] Penampilan ini menjadi satu-satunya penampilan Indonesia di ajang Olimpiade.

Pada Piala Dunia 1958 Indonesia untuk pertama kalinya membukukan penampilan pada babak kualifikasi sebagai tim nasional merdeka. Indonesia mengalahkan Tiongkok pada babak pertama, kemudian menolak bertanding melawan, Israel, pada babak berikutnya dengan alasan politik.[6]

Di Pesta Olahraga Asia 1958, Indonesia meraih medali perunggu cabang sepak bola mengalahkan India dengan skor 4–1 pada laga perebutan tempat ketiga. Indonesia juga bermain imbang 2–2 dengan Jerman Timur dalam laga uji coba.[6]

Tim nasional Indonesia berhasil menjuarai Turnamen Merdeka sebanyak tiga kali (1961, 1962 dan 1969). Indonesia juga menjadi juara Piala Raja 1968.[6]

Indonesia kembali berlaga pada babak kualifikasi Piala Dunia 1974. Namun, tim nasional Indonesia tereliminasi di babak pertama dengan hanya meraih satu kemenangan dari enam pertandingan melawan Selandia Baru. Pada babak kualifikasi Piala Dunia 1978, Indonesia hanya mampu memenangkan satu dari empat pertandingan melawan tuan rumah Singapura. Empat tahun kemudian pada kualifikasi Piala Dunia 1982, Indonesia mencatatkan dua kemenangan atas Tionghoa Taipei dan Australia.[6]

Kebangkitan sepak bola Indonesia (1985–1995)

Pada babak kualifikasi Piala Dunia FIFA 1986, Indonesia lolos dari babak pertama dengan meraih empat kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan, sebelum akhirnya berada di puncak grup. Korea Selatan menjadi pemenang atas Indonesia di putaran kedua.[6]

Indonesia kemudian mencapai semifinal Asian Games 1986 setelah mengalahkan Uni Emirat Arab di perempat final. Namun, timnas Indonesia pada akhirnya gagal meraih medali setelah kalah dari tuan rumah Korea Selatan di semifinal, dan dikalahkan Kuwait dalam perebutan medali perunggu.[10]

Tonggak sejarah pada masa ini adalah keberhasilan Indonesia meraih medali emas di Pesta Olahraga Asia Tenggara (Sea Games) pada tahun 1987 setelah mengalahkan Malaysia 1-0 di final dan dan pada tahun 1991 saat mengalahkan Thailand dalam adu penalti untuk meraih gelar juara.[6]

Pada kualifikasi Piala Dunia 1990, timnas Indonesia tidak lolos dari babak pertama dengan catatan hanya meraih satu kemenangan atas Hong Kong, tiga hasil imbang, dan dua kekalahan.[6] Pada kualifikasi Piala Dunia 1994, Indonesia juga hanya meraih satu kemenangan atas Vietnam.[6]

1995–2012: Kompetisi ASEAN dan Penampilan beruntun di Piala Asia

Piala Asia AFC 1996

Indonesia mencatatkan penampilan pertamanya di Piala Asia AFC saat melawan Uni Emirat Arab pada gelaran Piala Asia AFC 1996. Sepanjang turnamen, Indonesia hanya meraih satu poin, hasil dari laga imbang 2–2 melawan Kuwait pada babak pertama.[11]

Piala Tiger 1998

Piala Tiger 1998 mencatat pertandingan fase grup yang kontroversial antara Thailand dan Indonesia. Kedua tim telah memastikan tempat di semifinal, tetapi menyadari bahwa kemenangan akan mempertemukan mereka dengan tuan rumah Vietnam di babak berikutnya. Dalam pertandingan tersebut, pemain Indonesia Mursyid Effendi secara sengaja mencetak gol bunuh diri, menendang bola ke gawang sendiri saat seorang penyerang Thailand tengah berlari mengejar bola, dalam upaya untuk menghindari kemenangan.[12] FIFA menjatuhkan denda sebesar US$40.000 kepada kedua tim karena dianggap "melanggar semangat permainan", sementara Mursyid Effendi dikenai sanksi larangan bermain di level internasional seumur hidup. Setelah insiden tersebut, Indonesia melaju ke semifinal tetapi dikalahkan oleh Singapura.[13]

Piala Asia AFC 2000

Penampilan kedua Indonesia di Piala Asia AFC berlangsung di Lebanon pada Piala Asia AFC 2000. Sama seperti edisi sebelumnya, Indonesia hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan, yang diperoleh melalui hasil imbang tanpa gol melawan Kuwait. Dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan, sehingga Indonesia kembali gagal lolos dari fase grup.

Piala Asia AFC 2004

Pada edisi Piala Asia AFC 2004, Indonesia tergabung di Grup A bersama tuan rumah Tiongkok, Qatar, dan Bahrain. Indonesia mencatat sejarah dengan meraih kemenangan pertamanya di ajang Piala Asia, saat mengalahkan Qatar 2–1 pada pertandingan pembuka. Namun, kekalahan 0–5 dari Tiongkok dan 1–3 dari Bahrain membuat Indonesia hanya mengumpulkan tiga poin dan kembali gagal melaju ke babak gugur.

Piala Asia AFC 2007

Susunan pemain Indonesia saat melawan Bahrain, pada laga perdana Piala Asia AFC 2007.

Pada gelaran Piala Asia AFC 2007, Indonesia bertindak sebagai salah satu tuan rumah bersama Malaysia, Thailand, dan Vietnam, menandai pertama kalinya turnamen ini diselenggarakan oleh empat negara secara bersamaan. Indonesia tergabung di Grup D bersama Bahrain, Arab Saudi, dan Korea Selatan.

Pendukung Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat pertandingan Piala Asia AFC 2007 antara Indonesia melawan Korea Selatan.

Dalam laga pembuka yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Indonesia meraih kemenangan 2–1 atas Bahrain lewat gol dari Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas. Namun, harapan untuk lolos ke babak gugur pupus setelah mengalami kekalahan 1–2 dari Arab Saudi dan 0–1 dari Korea Selatan, sehingga Indonesia kembali tersingkir di babak grup untuk keempat kalinya.

Kejuaraan AFF

Indonesia telah mencapai final Kejuaraan AFF sebanyak enam kali, yakni pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Namun belum pernah berhasil meraih gelar juara dalam turnamen tersebut. Gelar regional yang pernah diraih Indonesia datang dari ajang SEA Games, di mana mereka meraih medali emas pada tahun 1987 dan 1991.[14][15]

Setelah era Peter Withe, ketidakmampuan memenuhi target di tingkat ASEAN kerap disebut sebagai alasan di balik siklus cepat pergantian pelatih tim nasional Indonesia. Dalam rentang dua tahun, posisi pelatih kepala berganti dari Ivan Kolev ke pelatih lokal Benny Dollo, yang kemudian diberhentikan pada tahun 2010.

Jabatan tersebut kemudian diisi oleh Alfred Riedl, yang gagal mempersembahkan trofi meskipun membawa Indonesia ke final Kejuaraan AFF 2010. Ia lalu digantikan oleh Wim Rijsbergen pada Juli 2011.[16][17]

2012–2016: Penangguhan

Pada Maret 2012, PSSI mendapat teguran atas kondisi sepak bola nasional yang terpecah akibat keberadaan dua liga yang berjalan secara paralel: Liga Super Indonesia (ISL), yang saat itu berstatus liga pemberontak dan tidak diakui oleh PSSI maupun FIFA, serta Liga Prima Indonesia (IPL) yang diselenggarakan secara resmi di bawah PSSI.

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mendorong PSSI untuk bekerja sama dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) guna menyelesaikan krisis dualisme liga dan kepengurusan. Ketua KONI, Tono Suratman, bahkan menyatakan bahwa pihaknya siap mengambil alih pengelolaan PSSI jika situasi tidak segera diselesaikan.[18]

FIFA tidak secara eksplisit menyatakan apakah Indonesia akan menghadapi skorsing, tetapi mereka menetapkan batas waktu hingga 20 Maret 2012 bagi PSSI untuk menyelesaikan konflik internal dan dualisme liga. Menjelang tenggat tersebut, PSSI berupaya mencari solusi melalui kongres tahunan, yang diharapkan dapat menjadi forum penyelesaian akhir dari krisis sepak bola nasional.[19] PSSI diberi waktu hingga 15 Juni 2012 untuk menyelesaikan masalah yang dipertaruhkan, terutama penguasaan liga yang memisahkan diri; jika gagal, kasus tersebut akan dirujuk ke Komite Darurat FIFA untuk proses penangguhan.[20] FIFA kemudian menetapkan tenggat waktu baru hingga 1 Desember 2012 untuk menyelesaikan konflik internal dalam tubuh sepak bola Indonesia. Namun, menjelang batas waktu tersebut, tiga dari empat perwakilan PSSI mengundurkan diri dari panitia bersama, dengan alasan frustrasi dalam menjalin kerja sama dengan perwakilan KPSI. Meski demikian, FIFA menyatakan bahwa keputusan mengenai sanksi terhadap Indonesia baru akan diambil setelah tim nasional menyelesaikan partisipasinya di Kejuaraan AFF 2012.[21]

Pada tahun 2013, Presiden PSSI, Djohar Arifin Husin, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan La Nyalla Mattalitti dari pihak KPSI–PSSI. Kesepakatan ini diprakarsai oleh FIFA dan AFC melalui satuan tugas AFC guna mengakhiri dualisme kepengurusan sepak bola nasional. Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, pengelolaan Liga Super Indonesia diserahkan kepada Panitia Bersama, tetapi tetap dijalankan oleh "PT Liga Indonesia" untuk sementara, hingga terbentuknya kompetisi profesional baru yang diatur oleh komite hasil rekonsiliasi.[22]

Artinya, para pemain Indonesia dari ISL bisa bermain dan bergabung dengan timnas. PSSI memanggil pemain dari kedua liga sepak bola, ISL dan IPL untuk membentengi timnas menuju kualifikasi Piala Asia 2015. Pada 7 Januari 2013, PSSI mengumumkan daftar 51 pemain dari kedua belah pihak liga. Namun, klub-klub ISL diduga enggan melepas para pemainnya karena meragukan legitimasi kepemimpinan Djohar.[23]

Pada 18 Maret 2013, PSSI menggelar kongres di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kongres tersebut, PSSI dan KPSI menyepakati penyelesaian atas perbedaan di antara mereka melalui empat poin utama, yaitu: 1) reunifikasi dua liga (ISL dan IPL); 2) revisi Statuta PSSI; 3) pengembalian empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang sebelumnya dipecat, yakni La Nyalla Mattalitti, Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, dan Toni Apriliani; dan 4) kesepakatan semua pihak atas Nota Kesepahaman (MoU) tertanggal 7 Juni 2012 mengenai daftar delegasi Kongres PSSI berdasarkan daftar peserta Kongres Solo Juli 2011.

Sebagai tindak lanjut dari penyatuan kompetisi, PSSI memanggil 58 pemain dari kedua liga (Indonesia Super League dan Indonesia Premier League) untuk mengikuti pemusatan latihan tim nasional. Rahmad Darmawan ditunjuk kembali sebagai pelatih sementara tim senior, dengan Jacksen F. Tiago sebagai asisten pelatih. Keduanya kemudian memangkas jumlah pemain menjadi 28 orang, sebelum akhirnya menetapkan 23 pemain untuk menghadapi Arab Saudi. Tiga pemain naturalisasi, yakni Victor Igbonefo, Greg Nwokolo, dan Sergio van Dijk, turut masuk dalam skuad final tersebut.[24] Pada 23 Maret 2013, Indonesia menelan kekalahan 1–2 dari Arab Saudi di kandang sendiri dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2015. Boaz Solossa membuka keunggulan bagi Indonesia melalui gol pada menit keenam, yang sekaligus menjadi gol pertama Indonesia di babak kualifikasi. Namun, Arab Saudi membalas lewat gol penyama dari Yahya Al-Shehri pada menit ke-14, sebelum Yousef Al-Salem mencetak gol penentu kemenangan pada menit ke-56.[25]

Pada 30 Mei 2015 PSSI ditangguhkan oleh FIFA akibat campur tangan pemerintah dalam pengelolaan liga domestik. Penangguhan tersebut berlaku segera, yang berarti Indonesia tidak dapat mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2018 maupun Kualifikasi Piala Asia 2019, yang akan dimulai kurang dari dua minggu kemudian. Meski demikian, FIFA masih mengizinkan Indonesia menyelesaikan partisipasinya di SEA Games 2015, karena turnamen tersebut telah dimulai. Sanksi dijatuhkan menyusul perselisihan antara pemerintah dan federasi sepak bola nasional yang menyebabkan pembatalan kompetisi domestik. [26] Penangguhan tersebut akhirnya dicabut pada saat Kongres FIFA ke-66 di Meksiko pada tahun 2016.[27] Saat itu, langkah cepat diambil agar Indonesia dapat berpartisipasi dalam Kejuaraan AFF 2016, yang akan segera digelar. Indonesia akhirnya berhasil mencapai partai final, tetapi kembali gagal meraih gelar juara setelah dikalahkan oleh Thailand.[28]

2017–2019: Pemulihan

Beberapa minggu setelah finis sebagai juara kedua pada Kejuaraan AFF 2016, PSSI menggelar kongres pada 8 Januari 2017 dan mengumumkan penunjukan Luis Milla sebagai pelatih tim nasional senior sekaligus tim U-22 Indonesia. Namun, menjelang Kejuaraan AFF 2018, Milla meninggalkan jabatannya tanpa pernyataan resmi, yang memicu kekecewaan di kalangan pendukung tim nasional.[29] Bima Sakti menjabat sebagai pelatih kepala pada Kejuaraan AFF 2018, tetapi gagal membawa Indonesia lolos dari fase grup. Setelah turnamen, ia tidak lagi melanjutkan tugasnya sebagai pelatih tim nasional.[30]

Untuk menghadapi Kualifikasi Piala Dunia 2022, PSSI menunjuk Simon McMenemy sebagai pelatih kepala, dengan harapan pengalaman suksesnya bersama Filipina dapat membawa dampak positif bagi tim nasional. Indonesia tergabung dalam grup yang diisi oleh tiga rival Asia Tenggara—Malaysia, Thailand, dan Vietnam—serta Uni Emirat Arab.[31] Indonesia menelan kekalahan dalam empat pertandingan awal kualifikasi, termasuk kekalahan kandang 2–3 dari Malaysia dan kekalahan kandang 1–3 dari Vietnam; yang merupakan kekalahan pertama Indonesia dari Vietnam di kandang dalam ajang kompetitif.

Pada 6 November 2019, PSSI memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan Simon McMenemy menyusul hasil buruk yang dialami Indonesia.[32] Indonesia kemudian menjalani laga tandang melawan Malaysia dan kalah dengan skor 0–2, hasil yang membuat mereka secara matematis tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia.[33]

2020–2024: Era Shin Tae-yong

Shin Tae-yong pada akhir 2019 saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Indonesia.

Pada 28 Desember 2019, menyusul kegagalan Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022, PSSI memperkenalkan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, sebagai juru taktik baru tim nasional. Penunjukan ini dilakukan dengan harapan dapat membangkitkan kembali performa Indonesia, khususnya menjelang Kualifikasi Piala Asia AFC 2023, dengan mempertimbangkan keberhasilan kompatriotnya, Park Hang-seo, yang membawa kemajuan pesat bagi timnas Vietnam.[34]

Di bawah kepelatihan Shin Tae-yong, susunan pemain tim nasional Indonesia mengalami perombakan besar. Mayoritas skuad diisi oleh pemain muda, dengan banyak di antaranya merupakan anggota tim nasional U-23. Pada Kejuaraan AFF 2020, Indonesia berhasil mencapai partai final dan kembali finis sebagai juara kedua, dengan rata-rata usia pemain hanya 23 tahun.

Kualifikasi Piala Asia 2023

Shin Tae-yong membawa Indonesia meraih posisi runner-up pada Kejuaraan AFF 2020 dan lolos ke Piala Asia AFC 2023.

Performa impresif berlanjut pada babak ketiga Kualifikasi Piala Asia AFC 2023. Indonesia mencatat kemenangan bersejarah atas tuan rumah Kuwait dengan skor 2–1. Kemenangan ini merupakan yang pertama bagi Indonesia atas Kuwait dalam 42 tahun, sekaligus menjadi kejutan besar di babak kualifikasi. Selain itu, kemenangan ini menjadi kemenangan resmi pertama tim Asia Tenggara atas tuan rumah dari kawasan Asia Barat sejak Thailand menaklukkan Yaman 3–0 di Sana'a pada 2004 dalam Kualifikasi Piala Dunia 2006. Secara historis, ini juga merupakan kali pertama tim Asia Tenggara meraih kemenangan tandang atas tim dari kawasan Teluk Persia.

Pada pertandingan terakhir babak kualifikasi melawan Nepal, Indonesia meraih kemenangan telak 7–0 di Stadion Internasional Jabir Al-Ahmad. Hasil ini memastikan Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia AFC 2023 untuk pertama kalinya sejak 2007, sekaligus mengakhiri penantian selama 16 tahun.

Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026

Sebagai bagian dari persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026, Indonesia menjamu juara Piala Dunia FIFA 2022, Argentina, pada 19 Juni 2023. Dalam pertandingan uji coba yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, skuad Garuda sempat memberikan perlawanan solid sebelum kebobolan melalui gol jarak jauh Leandro Paredes menjelang akhir babak pertama. Argentina menambah keunggulan di babak kedua lewat sundulan Cristian Romero, dan pertandingan berakhir dengan skor 2–0 untuk kemenangan tim tamu.

Indonesia memulai perjalanan pada babak pertama Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 dengan menghadapi Brunei Darussalam. Dalam dua pertandingan, Indonesia tampil dominan dan meraih kemenangan meyakinkan dengan agregat 12–0, yang memastikan langkah mereka ke babak kedua.[35]

Di babak kedua, Indonesia tergabung dalam Grup F bersama Irak, serta dua negara Asia Tenggara lainnya, yakni Vietnam dan Filipina. Indonesia mengawali babak ini dengan hasil yang kurang menguntungkan, setelah menelan kekalahan telak 1–5 dari Irak di Basra, kemudian hanya mampu bermain imbang melawan Filipina di Manila pada pertandingan kedua.

Piala Asia AFC 2023

Indonesia mengawali tahun 2024 dengan memainkan dua pertandingan persahabatan melawan Libya di Mardan Sports Complex di Turki, sebelum bertolak ke Qatar untuk menjalani laga uji coba terakhir melawan Iran sebagai persiapan akhir menuju Piala Asia AFC 2023. Indonesia mengalami kekalahan dalam ketiga pertandingan tersebut.

Pada pertandingan pertama fase grup Piala Asia AFC 2023, Indonesia kembali menghadapi Irak, lawan yang juga mereka hadapi dua bulan sebelumnya di kualifikasi Piala Dunia. Indonesia kalah dengan skor 1–3, dengan gol dicetak oleh Marselino Ferdinan setelah menerima umpan dari Yakob Sayuri.

Pada laga kedua, Indonesia berjumpa dengan rival Asia Tenggara, Vietnam. Kapten tim, Asnawi Mangkualam, mencetak satu-satunya gol melalui titik penalti, yang sekaligus mengakhiri puasa kemenangan atas Vietnam selama tujuh tahun dan memberikan tiga poin pertama bagi skuad Garuda.

Pada pertandingan terakhir grup, Indonesia menghadapi tim peringkat tertinggi AFC, Jepang, dan kembali menelan kekalahan dengan skor 1–3. Sandy Walsh mencetak gol debutnya di menit-menit akhir pertandingan, memanfaatkan lemparan ke dalam jarak jauh dari Pratama Arhan, untuk memperkecil ketertinggalan.

Susunan sebelas pemain pertama Indonesia melawan Australia pada babak 16 besar Piala Asia AFC 2023.

Meskipun menelan dua kekalahan di babak penyisihan grup, Indonesia tetap lolos ke babak 16 besar sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik. Kepastian tersebut diperoleh setelah pertandingan terakhir di Grup F antara Kirgizstan dan Oman berakhir imbang.[36][37] Untuk pertama kalinya, Indonesia lolos ke babak gugur Piala Asia AFC sejak penampilan pertama mereka di Piala Asia 1996.[37] Untuk pertama kalinya sejak penampilan perdananya pada 1996, Indonesia berhasil lolos ke babak gugur Piala Asia. Di babak 16 besar, Indonesia menghadapi Australia. Meskipun tampil cukup positif, Indonesia kalah 0–4 akibat sejumlah kesalahan di lini pertahanan.

Melaju ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026

Susunan pemain Indonesia melawan Vietnam di babak kedua Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona AFC, 26 Maret 2024. Indonesia menang 3–0

Pada lanjutan babak kedua Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026, Indonesia meraih dua kemenangan atas Vietnam pada 21 dan 26 Maret, masing-masing dengan skor 1–0 di Jakarta dan 3–0 di Hanoi. Kemenangan di Hanoi menjadi kemenangan tandang pertama Indonesia atas Vietnam sejak 2004. Hasil tersebut membawa Indonesia naik ke peringkat kedua klasemen grup dengan raihan 7 poin, serta melampaui Malaysia dan Filipina dalam pemeringkatan FIFA. Untuk pertama kalinya dalam lima tahun, Indonesia berada di atas Malaysia dalam peringkat FIFA.[38][39]

Pada 25 April 2024, Presiden PSSI Erick Thohir mengumumkan bahwa kontrak Shin resmi diperpanjang hingga 2027.[40]

Pemain Indonesia merayakan gol melawan Filipina, 11 Juni 2024. Indonesia menang 2–0

Pada Juni 2024, Indonesia melanjutkan dua laga terakhir babak kedua kualifikasi di kandang sendiri. Indonesia kalah 0–2 dari Irak, tetapi berhasil mengakhiri babak kedua dengan kemenangan 2–0 atas Filipina. Hasil tersebut menempatkan Indonesia sebagai peringkat kedua Grup F, yang memastikan mereka lolos ke Piala Asia AFC 2027 sekaligus untuk pertama kalinya dalam sejarah melaju ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA.[41] Di babak ketiga, Indonesia tergabung ke dalam Grup C yang beranggotakan tim-tim kuat, seperti Jepang, Australia, Arab Saudi, Tiongkok, dan Bahrain.[42] Indonesia memulai perjalanan di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 pada September 2024, dengan hasil imbang 1–1 melawan Arab Saudi di Jeddah, dan imbang 0–0 melawan Australia di Jakarta.[43][44] Pada Oktober 2024, Indonesia bermain imbang 2–2 melawan Bahrain di Riffa, tetapi kemudian menelan kekalahan 1–2 dari Tiongkok di Qingdao.[45][46] Pada bulan November 2024, Indonesia menderita kekalahan telak 0–4 dari Jepang di kandang sendiri.[47] Namun pada pertandingan selanjutnya, Indonesia mengejutkan seluruh dunia setelah memperoleh kemenangan atas Arab Saudi dengan skor 2–0 melalui dua gol dari Marselino Ferdinan, sekaligus memecahkan rekor negara Asia Tenggara yang belum pernah mengalahkan Arab Saudi.[48]

Kejuaraan Perbara 2024

Pada ajang Kejuaraan Perbara 2024, Indonesia tidak menurunkan skuad utama seperti pada Kualifikasi Piala Dunia, melainkan mayoritas pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan berasal dari skuad U-16 dan U-20, dengan tambahan beberapa pemain senior yang sebelumnya tampil di Piala Asia AFC 2023 dan kualifikasi Piala Dunia.[49] Indonesia tergabung di Grup B yang berisikan Vietnam, Filipina, Myanmar, dan Laos.[50] Indonesia menurunkan skuad dengan rata-rata usia 20,4 tahun dan tersingkir di babak grup setelah hanya meraih satu kemenangan dari tiga pertandingan.

Pemutusan kontrak Shin Tae-yong

Pada 6 Januari 2025, PSSI mengumumkan pemutusan kontrak Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala tim nasional senior dan U-23 Indonesia.[51] Muncul spekulasi bahwa keputusan pengakhiran kontrak dipengaruhi oleh masalah komunikasi dan taktik, serta kekalahan dari Tiongkok yang secara matematis dapat dikalahkan, dan kegagalan di Kejuaraan Perbara 2024 yang disebut-sebut menjadi faktor penentu.

2025: Era Patrick Kluivert

Menyusul pemecatan Shin Tae-yong, pada 8 Januari 2025, PSSI resmi menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala, dengan dibantu oleh Alex Pastoor dan Denny Landzaat sebagai asisten pelatih.[52]

Pada 20 Maret 2025, staf kepelatihan baru melakukan debut mereka pada lanjutan babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia saat melawan Australia di Sydney. Pertandingan tersebut berakhir dengan kekalahan 5–1, dengan satu-satunya gol dicetak oleh Ole Romeny yang juga mencatatkan debutnya di pertandingan tersebut.[53] Lima hari kemudian, pada 25 Maret 2025, Indonesia kembali berjumpa dengan Bahrain. Dalam laga yang digelar di Jakarta tersebut, Indonesia meraih kemenangan 1–0 melalui gol tunggal yang kembali dicetak oleh Romeny.

Pada 5 Juni 2025, Indonesia meraih kemenangan 1–0 atas Tiongkok di kandang, lagi-lagi melalui gol tunggal Romeny yang dicetak melalui titik putih. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Indonesia atas Tiongkok dalam 38 tahun terakhir, sekaligus memastikan satu tempat bagi Indonesia di babak keempat. Meskipun, pada pertandingan terakhir babak ketiga, Indonesia harus takluk oleh Jepang dengan skor telak 6–0 di Osaka.

Tersingkir dari Kualifikasi Piala Dunia dan Pemecatan

Indonesia kembali gagal melaju ke putaran final Piala Dunia FIFA setelah menelan dua kekalahan di babak keempat, masing-masing dari Arab Saudi dengan skor 2–3 dan Irak dengan skor 0–1, yang secara praktis membuat Indonesia tersingkir dari Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026. Kegagalan tersebut memicu kekecewaan luas di kalangan suporter, yang kemudian menyerukan agar Kluivert segera diberhentikan dari kursi kepelatihan.[54] Kemarahan publik semakin meningkat setelah Kluivert dan para asistennya kembali ke Belanda tanpa menyampaikan permintaan maaf atau mengambil tanggung jawab atas kekalahan tersebut.[55] Manajer tim nasional, Sumardji, menyatakan bahwa rapat Komite Eksekutif (Exco) akan digelar untuk mengevaluasi kinerja Kluivert dan para asistennya.[56]

Pada 16 Oktober 2025, PSSI mengumumkan bahwa mereka telah berpisah dengan Kluivert dan seluruh staf pelatih melalui kesepakatan bersama.[57]

Citra tim

Kostum

Jersey sepak bola Indonesia dengan nomor punggung 17 pada tahun 1981

Selama era kolonial Belanda, tim ini berkompetisi dengan nama Hindia Belanda dalam pertandingan internasional. Mereka mengenakan seragam berwarna oranye, yang merupakan warna kebanggaan Belanda. Tidak ada dokumen resmi mengenai seragam tim, hanya beberapa foto hitam-putih dari pertandingan melawan Hongaria di Piala Dunia FIFA 1938. Namun, beberapa sumber tidak resmi menyebutkan bahwa seragam mereka terdiri atas jersey oranye, celana pendek putih, dan kaus kaki biru muda.[58] Sejak Indonesia merdeka, seragam tim nasional Indonesia menggunakan warna merah dan putih sesuai warna bendera negara. Kombinasi warna hijau dan putih juga sempat digunakan sebagai seragam tandang, yaitu pada penampilan tim nasional di Olimpiade Musim Panas 1956 di Melbourne, Australia, hingga pertengahan dekade 1980-an.[59]

Seragam kandang pada tahun 2010–2012 pernah menimbulkan masalah saat bertanding melawan lawan yang mengenakan seragam berwarna putih, karena kaus kaki tim nasional Indonesia berwarna putih alih-alih merah seperti biasanya. Masalah ini diselesaikan dengan menggunakan kombinasi merah-hijau-hijau (untuk pertandingan tandang) dengan mengambil celana pendek dan kaus kaki hijau dari seragam tandang, atau tetap menggunakan seragam kandang merah (untuk pertandingan kandang). Setelah kekalahan kandang pada babak Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2014 melawan Bahrain pada 6 September 2011, celana pendek merah (dengan garis warna hijau) tidak pernah digunakan lagi. Sebagai pengganti, beberapa kali digunakan kombinasi merah-putih-merah sebagai seragam kandang alternatif, seperti pada pertandingan kandang berikutnya di babak kualifikasi melawan Qatar dan Iran pada tahun yang sama.

Pada 12 November 2012, seminggu menjelang dimulainya Kejuaraan AFF 2012, Federasi Sepak Bola Indonesia merilis desain seragam kandang dan tandang baru hasil rancangan Nike. Seragam kandang kembali menggunakan perpaduan warna merah-putih-merah seperti tahun 2008, sementara seragam tandang mengusung kombinasi putih-hijau-putih. Menurut Nino Priyambodo selaku manajer pemasaran Nike Indonesia, pilihan warna hijau dimaksudkan untuk mengenang sejarah timnas Indonesia pada dekade 1950-an yang pernah tampil dengan seragam hijau. Ia berharap hal tersebut dapat menginspirasi tim untuk tampil lebih baik ke depannya.[60] PSSI juga menyiapkan celana pendek alternatif berwarna merah sebagai opsi lain untuk seragam kandang. Sementara itu, untuk seragam tandang disediakan celana pendek alternatif berupa celana pendek putih dengan nomor merah yang diambil dari desain celana pendek seragam kandang.

Pada 31 Oktober 2014, Nike merilis desain seragam kandang dan tandang baru untuk tim nasional Indonesia menjelang Kejuaraan AFF 2014. Jersey kandang didominasi warna merah dengan logo Nike berwarna putih dan garis-garis, serta aksen warna hijau pada bahu dan ujung lengan yang dibatasi garis putih. Seragam kandang mengusung perpaduan warna merah-putih-merah. Sementara itu, kostum tandang berwarna putih dengan kerah berwarna hijau, ujung lengan, dan logo Nike dalam format putih-hijau-putih.[61] Akibat sanksi FIFA pada 2015, seragam ini terpaksa digunakan lagi pada Kejuaraan AFF 2016 hingga 2018 dengan mengganti font punggung selain font tahun 2014 yang di pakai Nike sebelumnya.

Pada 31 Mei 2018, Nike kembali merilis seragam baru kandang dan tandang untuk timnas Indonesia. Jersey kandang tetap merah tetapi logo Nike-nya berwarna emas, terinspirasi dari lambang Garuda Pancasila, dalam format warna merah-putih-merah. Sementara seragam tandang putih menggunakan logo Nike warna hijau, dengan padu padan warna putih-hijau-putih.[62]

Sejak 2020, tim nasional Indonesia beralih menggunakan seragam anyar buatan merek lokal, Mills. Seragam kandang tetap merah-putih-merah, tetapi bertambah ilustrasi siluet di bagian depan. Sementara kostum tandang putih-hijau-putih dilengkapi garis horisontal warna hijau di bagian depan disertai garis putih lebih kecil. Selain itu terdapat pula kostum ketiga warna hitam dengan strip emas dan siluet serupa.[63]

Untuk kejuaraan olahraga multi-cabang internasional seperti Pesta Olahraga Asia dan Pesta Olahraga Asia Tenggara, tim nasional tetap memakai perlengkapan merek Li-Ning, karena seluruh kontingen Indonesia berada di bawah naungan Komite Olimpiade Nasional Indonesia.[64]

Mulai 2024 (setelah gelaran Piala Asia AFC 2023 di Qatar), timnas Indonesia menggunakan seragam baru dari merek lokal Erigo dibawah nama "Erspo".

Merek Periode Ref.
Jerman Adidas 1970–1995
1998–2000
2004–2006
Jepang Asics 1996
Italia Diadora 1996–1997
Jerman Uhlsport 1997
Jepang Mikasa 1997
Amerika Serikat Nike 2000–2003
2007–2019
Indonesia Mills 2020–2024 [65]
Indonesia Erspo 2024–2026 [66]
Spanyol Kelme 2026–2030

Persaingan

Saingan utama Indonesia adalah Malaysia. Ini adalah salah satu persaingan sepak bola paling terkenal di Asia Tenggara dan Asia.[67][68] Kedua negara telah bertanding satu sama lain sebanyak 99 kali, di mana Indonesia menang 40 kali, seri 21 kali, dan kalah 38 kali. Konflik politik yang memanas antara kedua negara pada tahun 1960-an turut menular ke lapangan sepak bola. Pernyataan terkenal "Ganyang Malaysia!" yang dikemukakan oleh presiden pertama Indonesia, Sukarno, dalam pidato politiknya di Jakarta pada tahun 1963 dianggap sebagai penyemangat bagi tim Indonesia sebelum pertandingan melawan Malaysia.[69]

Pertandingan kompetitif pertama antara kedua negara adalah saat Indonesia menang 4–2 di babak kedua Turnamen Merdeka 1957 di Kuala Lumpur. Sejak saat itu, pertandingan antara keduanya, baik di Jakarta maupun di Kuala Lumpur, selalu dipenuhi penonton dan kerap kali menimbulkan insiden kontroversial. Pada tahun 2011, dua orang penggemar meninggal dunia akibat berdesak-desakan selama pertandingan final SEA Games antara tim U-23 Indonesia dan Malaysia di Jakarta.[67] Pertemuan terakhir kedua tim berakhir dengan kemenangan Indonesia 4–1 pada Kejuaraan AFF 2020.

Persaingan Indonesia lainnya adalah berdasarkan kedekatan geografisnya dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Thailand, Vietnam, dan Singapura.

Stadion

Tim nasional sepak bola Indonesia telah banyak memanfaatkan stadion utama di Kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat, sebagai kandang utama. Stadion dengan kapasitas tempat duduk lebih dari 77.193 penonton ini lebih sering dipakai untuk pertandingan sepak bola, meski mampu menampung jumlah yang lebih banyak lagi pada pertandingan tertentu. Stadion kebanggaan warga ibu kota ini sempat menjadi lokasi penyelenggaraan Final Piala Asia AFC 2007 dan saat ini menempati peringkat ke-28 sebagai stadion sepak bola terbesar di dunia.

Selain itu, Stadion Internasional Jakarta, yang telah berdiri di Tanjung Priok, Jakarta Utara sejak 2023 turut disepakati menjadi kandang alternatif bagi timnas Indonesia. Berdasarkan kesepakatan antara PSSI dan PT JAKPRO selaku pengembang,[70] stadion bertaraf internasional dengan kapasitas 82.000 penonton ini menjadi stadion terbesar di Indonesia dan ke-15 di dunia [71][72]

Jadwal dan hasil

Pertandingan dalam 12 bulan terakhir, dan jadwal pertandingan mendatang

  Menang   Seri   Kalah

2025

Catatan:

  1. ^ Kuwait awalnya akan menjadi lawan tanding Indonesia, namun mereka membatalkan rencana pertandingan pada 25 Agustus 2025.[73] Pada 27 Agustus 2025, Tionghoa Taipei dikonfirmasi menjadi lawan pengganti Indonesia.[74]

2026

Staf kepelatihan

Per 25 Maret 2026.
Posisi Nama
Direktur Teknis Alexander Zwiers
Penasehat Teknis Jordi Cruyff
Kepala Pencari Bakat Simon Tahamata
Kepala Bidang Pendidikan Inggris Alistair Smith
Pelatih Kepala Inggris John Herdman
Asisten Pelatih & Dukungan Teknis Inggris Simon Grayson
Indonesia Nova Arianto
Asisten Pelatih Penyerang Inggris Elliott Dickman
Asisten Pelatih Bertahan Kanada Steven Vitória
Pelatih Kiper & Set Piece Slowakia Andrej Kostolansky
Asisten Pelatih Kiper Afrika Selatan Damian Van Rensburg
Pelatih Kinerja Kanada César Meylan
Pelatih Fisik Indonesia Sofie Imam Faizal
Video Analis Indonesia Dzikry Lazuardi
Sport Scientist Indonesia Valdano Wiriawanputra
Dokter Indonesia Alfan Asyhar
Fisioterapis Australia Lachlan Fooks
Republik Irlandia James Gardiner
Indonesia Titus Argatama
Indonesia Firdausi Kahfi
Ahli Gizi & Nutrisionis Indonesia Emilia Achmadi
Administrator Kanada Maeve Glass
Manajer Operasi Indonesia Ashfi Qamara
Kitman Indonesia Hasan Mughni

Riwayat kepelatihan

Pelatih sementara dicantumkan dengan huruf miring.

Pemain

Skuad saat ini

Berikut 23 pemain yang masuk dalam skuad akhir untuk pertandingan persahabatan melawan Oman dan Mozambik pada 5 dan 9 Juni 2026.[75]

Penampilan dan gol akurat per 5 Juni 2026, setelah pertandingan melawan Oman.

No. Pos. Nama pemain Tanggal lahir (umur) Tampil Gol Klub
1 1GK Emil Audero (1997-01-18) 18 Januari 1997 (usia 29) 6 0 Federasi Sepak Bola Italia Cremonese
12 1GK Maarten Paes (1998-05-14) 14 Mei 1998 (usia 28) 11 0 Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda Ajax
25 1GK Nadeo Argawinata (1997-03-09) 9 Maret 1997 (usia 29) 24 0 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Borneo Samarinda

2 2DF Kevin Diks (kapten ketiga) (1996-10-06) 6 Oktober 1996 (usia 29) 11 2 Asosiasi Sepak Bola Jerman Borussia Mönchengladbach
4 2DF Matthew Baker (2009-05-13) 13 Mei 2009 (usia 17) 1 0 Sepak Bola Australia Melbourne City
5 2DF Rizky Ridho (wakil kapten) (2001-11-21) 21 November 2001 (usia 24) 53 4 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Persija Jakarta
6 2DF Sandy Walsh (1995-03-14) 14 Maret 1995 (usia 31) 23 3 Asosiasi Sepak Bola Thailand Buriram United
16 2DF Dony Tri Pamungkas (2005-01-11) 11 Januari 2005 (usia 21) 7 0 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Persija Jakarta
17 2DF Calvin Verdonk (1997-04-26) 26 April 1997 (usia 29) 15 0 Federasi Sepak Bola Prancis Lille
19 2DF Muhammad Ferarri (2003-06-21) 21 Juni 2003 (usia 22) 8 2 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Bhayangkara Presisi
20 2DF Elkan Baggott (2002-10-23) 23 Oktober 2002 (usia 23) 27 2 Asosiasi Sepak Bola Inggris Ipswich Town
23 2DF Justin Hubner (2003-09-14) 14 September 2003 (usia 22) 21 1 Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda Fortuna Sittard

7 3MF Beckham Putra (2001-10-29) 29 Oktober 2001 (usia 24) 7 2 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Persib Bandung
8 3MF Yakob Sayuri (1997-09-22) 22 September 1997 (usia 28) 35 3 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Malut United
14 3MF Joey Pelupessy (1993-05-15) 15 Mei 1993 (usia 33) 9 0 Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia Lommel
18 3MF Ivar Jenner (2004-01-10) 10 Januari 2004 (usia 22) 24 0 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Dewa United Banten
21 3MF Rayhan Hannan (2004-04-02) 2 April 2004 (usia 22) 3 0 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Persija Jakarta
22 3MF Nathan Tjoe-A-On (2001-12-22) 22 Desember 2001 (usia 24) 16 0 Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda Willem II
3MF Marselino Ferdinan (2004-09-09) 9 September 2004 (usia 21) 40 5 Asosiasi Sepak Bola Slowakia Trenčín

10 4FW Ole Romeny (2000-06-20) 20 Juni 2000 (usia 25) 9 5 Asosiasi Sepak Bola Inggris Oxford United
11 4FW Ragnar Oratmangoen (1998-01-21) 21 Januari 1998 (usia 28) 16 3 Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia Dender
13 4FW Mauro Zijlstra (2004-11-09) 9 November 2004 (usia 21) 5 1 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Persija Jakarta
15 4FW Saddil Ramdani (1999-01-02) 2 Januari 1999 (usia 27) 29 2 Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Persib Bandung

Pemain yang pernah dipanggil

Para pemain berikut juga telah dipanggil ke dalam skuad dalam 12 bulan terakhir.

Pos. Nama pemain Tanggal lahir (umur) Tampil Gol Klub Panggilan terakhir
GK Muhammad Riyandi (2000-01-03) 3 Januari 2000 (usia 26) 5 0 Indonesia Persis Solo vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
GK Cahya Supriadi (2003-02-11) 11 Februari 2003 (usia 23) 3 0 Indonesia PSIM Yogyakarta vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
GK Ernando Ari (2002-02-27) 27 Februari 2002 (usia 24) 15 0 Indonesia Persebaya Surabaya vs.  Saint Kitts dan Nevis, 27 Maret 2026PRE
GK Reza Arya Pratama (2000-05-18) 18 Mei 2000 (usia 26) 0 0 Indonesia PSM Makassar vs.  Arab Saudi, 8 Oktober 2025PRE

DF Jordi Amat (1992-03-21) 21 Maret 1992 (usia 34) 23 2 Indonesia Persija Jakarta vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
DF Yance Sayuri (1997-09-22) 22 September 1997 (usia 28) 4 0 Indonesia Malut United vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
DF Wahyu Prasetyo (1998-03-21) 21 Maret 1998 (usia 28) 3 0 Indonesia Malut United vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
DF Brian Fatari (1999-12-20) 20 Desember 1999 (usia 26) 0 0 Indonesia Dewa United Banten vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
DF Alfharezzi Buffon (2006-04-28) 28 April 2006 (usia 20) 0 0 Indonesia Borneo Samarinda vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
DF Fajar Fathur Rahman (2002-05-29) 29 Mei 2002 (usia 24) 0 0 Indonesia Persija Jakarta vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
DF Jay Idzes (kapten) (2000-06-02) 2 Juni 2000 (usia 26) 18 1 Italia Sassuolo vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE INJ
DF Dean James (2000-04-30) 30 April 2000 (usia 26) 5 0 Belanda Go Ahead Eagles vs.  Saint Kitts dan Nevis, 27 Maret 2026UNF
DF Shayne Pattynama (1998-08-11) 11 Agustus 1998 (usia 27) 13 1 Indonesia Persija Jakarta vs.  Irak, 11 Oktober 2025SUS
DF Mees Hilgers (2001-05-13) 13 Mei 2001 (usia 25) 4 0 Belanda Twente vs.  Tionghoa Taipei, 5 September 2025WD
DF Pratama Arhan (2001-12-21) 21 Desember 2001 (usia 24) 54 3 Thailand Bangkok United vs.  Jepang, 10 Juni 2025PRE
DF Asnawi Mangkualam (1999-10-04) 4 Oktober 1999 (usia 26) 50 2 Thailand Port vs.  Jepang, 10 Juni 2025PRE

MF Witan Sulaeman (2001-10-08) 8 Oktober 2001 (usia 24) 49 9 Indonesia Persija Jakarta vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
MF Ricky Kambuaya (1996-05-05) 5 Mei 1996 (usia 30) 46 5 Indonesia Dewa United Banten vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
MF Marc Klok (1993-04-20) 20 April 1993 (usia 33) 23 5 Indonesia Persib Bandung vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
MF Eliano Reijnders (2000-10-23) 23 Oktober 2000 (usia 25) 9 1 Indonesia Persib Bandung vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
MF Arkhan Fikri (2004-12-28) 28 Desember 2004 (usia 21) 8 0 Indonesia Arema vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
MF Rivaldo Pakpahan (2003-01-20) 20 Januari 2003 (usia 23) 1 0 Indonesia Borneo Samarinda vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
MF Tim Geypens (2005-06-21) 21 Juni 2005 (usia 20) 0 0 Belanda Emmen vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
MF Victor Dethan (2004-07-11) 11 Juli 2004 (usia 21) 4 0 Indonesia PSM Makassar vs.  Saint Kitts dan Nevis, 27 Maret 2026PRE
MF Thom Haye (1995-02-09) 9 Februari 1995 (usia 31) 18 2 Indonesia Persib Bandung vs.  Irak, 11 Oktober 2025SUS

FW Egy Maulana Vikri (2000-07-07) 7 Juli 2000 (usia 25) 33 9 Indonesia Dewa United Banten vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
FW Ramadhan Sananta (2002-11-27) 27 November 2002 (usia 23) 20 6 Brunei DPMM vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
FW Hokky Caraka (2004-08-21) 21 Agustus 2004 (usia 21) 11 2 Indonesia Persita Tangerang vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
FW Eksel Runtukahu (1998-09-02) 2 September 1998 (usia 27) 0 0 Indonesia Persija Jakarta vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
FW Jens Raven (2005-10-12) 12 Oktober 2005 (usia 20) 0 0 Indonesia Bali United vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
FW Rizky Eka Pratama (1999-12-24) 24 Desember 1999 (usia 26) 0 0 Indonesia PSM Makassar vs.  Oman, 5 Juni 2026PRE
FW Stefano Lilipaly (1990-01-10) 10 Januari 1990 (usia 36) 34 3 Indonesia Dewa United Banten vs.  Saint Kitts dan Nevis, 27 Maret 2026PRE
FW Ezra Walian (1997-10-22) 22 Oktober 1997 (usia 28) 9 3 Indonesia Persik Kediri vs.  Saint Kitts dan Nevis, 27 Maret 2026PRE
FW Miliano Jonathans (2004-04-05) 5 April 2004 (usia 22) 4 0 Belanda Excelsior vs.  Saint Kitts dan Nevis, 27 Maret 2026PRE INJ
FW Adrian Wibowo (2006-01-17) 17 Januari 2006 (usia 20) 1 0 Amerika Serikat Los Angeles FC vs.  Saint Kitts dan Nevis, 27 Maret 2026PRE
FW Rafael Struick (2003-03-10) 10 Maret 2003 (usia 23) 26 1 Indonesia Dewa United Banten vs.  Jepang, 10 Juni 2025

Catatan
  • PRE = Skuad pendahuluan
  • SUS = Ditangguhkan
  • INJ = Mengundurkan diri dari skuad karena cedera
  • UNF = Mengundurkan diri dari skuad karena kondisi tidak fit
  • RET = Pensiun dari tim nasional
  • WD = Mengundurkan diri dari skuad karena alasan yang tidak terkait dengan cedera

Rekor individu

Per 21 Desember 2024.[76]
Pemain yang dicetak tebal masih aktif bermain di tim nasional Indonesia.

Penampilan terbanyak

Abdul Kadir adalah pemain dengan penampilan terbanyak dan pencetak gol terbanyak di timnas Indonesia sepanjang masa.
Prk. Pemain Tampil Gol Karier
1 Abdul Kadir 111 70 1965–1979
2 Iswadi Idris 97 55 1968–1980
3 Bambang Pamungkas 86 38 1999–2012
4 Kainun Waskito 80 31 1967–1977
5 Jacob Sihasale 70 23 1966–1974
6 Firman Utina 66 5 2001–2014
7 Ponaryo Astaman 61 2 2003–2013
Soetjipto Soentoro 61 37 1965–1970
9 Hendro Kartiko 60 0 1996–2011
10 Kurniawan Dwi Yulianto 59 33 1995–2005
Risdianto 59 27 1971–1981

Pencetak gol terbanyak

Prk. Pemain Gol Tampil Rasio Karier
1 Abdul Kadir (daftar) 70 111 0.63 1965–1979
2 Iswadi Idris (daftar) 55 97 0.57 1968–1980
3 Bambang Pamungkas 38 86 0.44 1999–2012
4 Soetjipto Soentoro 37 61 0.61 1965–1970
5 Kurniawan Dwi Yulianto 33 59 0.56 1995–2005
6 Kainun Waskito 31 80 0.39 1967–1977
7 Risdianto 27 59 0.45 1971–1981
8 Henky Timisela 23 55 0.42 1958–1962
Jacob Sihasale 23 70 0.33 1966–1974
10 Omo Suratmo 19 31 0.61 1957–1962

Daftar kapten

Jay Idzes adalah kapten Indonesia saat ini, bertugas sejak 2024
Nama Periode
Achmad Nawir 1938
Mohammad Sidhi 1950–1952
Aang Witarsa 1954–1956
Maulwi Saelan 1956
Soetjipto Soentoro 1965–1970
Iswadi Idris 1970–1971
Anwar Udjang 1971–1974
Iswadi Idris 1974–1980
Ronny Pattinasarany 1980–1985
Herry Kiswanto 1985–1987
Ricky Yacobi 1987–1990
Ferril Raymond Hattu 1991–1992
Robby Darwis 1993–1995
Sudirman 1996
Robby Darwis 1997
Nama Periode
Aji Santoso 1998–2000
Bima Sakti 2001
Agung Setyabudi 2002–2004
Ponaryo Astaman 2004–2008
Charis Yulianto 2008–2010
Bambang Pamungkas 2010–2012
Elie Aiboy 2012–2013
Firman Utina 2013–2014
Boaz Solossa 2014–2018
Hansamu Yama 2018
Andritany Ardhiyasa 2018–2019
Evan Dimas 2020–2022
Fachruddin Aryanto 2022–2023
Asnawi Mangkualam 2023–2024
Jay Idzes 2024–

Rekor kompetisi

Piala Dunia FIFA

Rekor Piala Dunia FIFA Rekor kualifikasi
Tahun Hasil Posisi Mn. M S K MG KG Skuad Mn. M S K MG KG
sebagai  Hindia Belanda
Uruguay 1930 Tidak masuk Undangan ditolak
Italia 1934 Tidak masuk
Prancis 1938 Babak 16 besar Ke-15 1 0 0 1 0 6 Skuad Lolos otomatis
sebagai  Indonesia
Brasil 1950 Mengundurkan diri Mengundurkan diri
Swiss 1954 Tidak masuk Tidak masuk
Swedia 1958 Mengundurkan diri selama kualifikasi 3 1 1 1 5 4
Chili 1962 Mengundurkan diri Mengundurkan diri
Inggris 1966 Tidak masuk Tidak masuk
Meksiko 1970
Jerman Barat 1974 Tidak lolos 6 1 2 3 6 13
Argentina 1978 4 1 1 2 7 7
Spanyol 1982 8 2 2 4 5 14
Meksiko 1986 8 4 1 3 9 10
Italia 1990 6 1 3 2 5 10
Amerika Serikat 1994 8 1 0 7 6 19
Prancis 1998 6 1 4 1 11 6
Korea Selatan Jepang 2002 6 4 0 2 16 7
Jerman 2006 6 2 1 3 8 12
Afrika Selatan 2010 2 0 0 2 1 11
Brasil 2014 8 1 1 6 8 30
Rusia 2018 Didiskualifikasi dari babak kualifikasi Didiskualifikasi akibat penangguhan FIFA
Qatar 2022 Tidak lolos 8 0 1 7 5 27
Kanada Meksiko Amerika Serikat 2026 20 8 4 8 31 32
Maroko Portugal Spanyol 2030 Akan ditentukan Akan ditentukan
Arab Saudi 2034
Total Babak 16 besar 1/22 1 0 0 1 0 6 99 27 21 50 123 202
Catatan Piala Dunia FIFA
Pertandingan pertama  Hungaria 6–0 Hindia Belanda 
(5 Juni 1938; Reims, Prancis)
Kemenangan terbesar
Kekalahan terbesar  Hungaria 6–0 Hindia Belanda 
(5 Juni 1938; Reims, Prancis)
Hasil terbaik Babak 16 besar (1938)
Hasil terburuk

Piala Asia AFC

Rekor Piala Asia AFC Rekor kualifikasi
Tahun Hasil Posisi Mn. M S K MG KG Skuad Mn. M S K MG KG
Hong Kong 1956 Mengundurkan diri Mengundurkan diri sebelum memainkan pertandingan satupun
Korea Selatan 1960
Israel 1964
Iran 1968 Tidak lolos 4 1 1 2 10 6
Thailand 1972 5 3 0 2 12 6
Iran 1976 4 1 1 2 3 5
Kuwait 1980 3 0 0 3 3 10
Singapura 1984 5 3 0 2 6 5
Qatar 1988 3 1 1 1 1 4
Jepang 1992 3 1 1 1 3 4
Uni Emirat Arab 1996 Babak grup Ke-11 3 0 1 2 4 8 Skuad 2 1 1 0 7 1
Lebanon 2000 Ke-11 3 0 1 2 0 7 Skuad 4 3 1 0 18 5
Tiongkok 2004 Ke-11 3 1 0 2 3 9 Skuad 6 3 1 2 9 13
Indonesia Malaysia Thailand Vietnam 2007 Ke-11 3 1 0 2 3 4 Skuad Lolos sebagai tuan rumah bersama
Qatar 2011 Tidak lolos 6 0 3 3 3 6
Australia 2015 6 0 1 5 2 8
Uni Emirat Arab 2019 Didiskualifikasi dari babak kualifikasi 'Didiskualifikasi karena penangguhan FIFA
Qatar 2023 Babak 16 besar Ke-16 4 1 0 3 3 10 Skuad 13 4 1 8 19 30
Arab Saudi 2027 Lolos 8 5 1 2 20 8
Total Babak 16 besar 6/19 16 3 2 11 13 38 72 26 13 33 116 111
Catatan Piala Asia AFC
Pertandingan pertama  Indonesia 2–2 Kuwait 
(4 Desember 1996; Abu Dhabi, Uni Emirat Arab)
Kemenangan terbesar  Qatar 1–2 Indonesia 
(18 Juli 2004; Beijing, Tiongkok)
 Indonesia 2–1 Bahrain 
(10 Juli 2007; Jakarta, Indonesia)
 Vietnam 0–1 Indonesia 
(19 Januari 2024; Doha, Qatar)
Kekalahan terbesar  Indonesia 0–5 Tiongkok 
(21 Juli 2004; Beijing, Tiongkok)
Hasil terbaik Babak 16 besar (2023)
Hasil terburuk Babak gugur (1996, 2000, 2004, 2007)

Kejuaraan Perbara

Rekor Kejuaraan Perbara
Tahun Hasil Posisi Mn. M S K MG KG
Singapura 1996 Tempat keempat Ke-4 6 3 1 2 18 9
Vietnam 1998 Tempat ketiga Ke-3 5 2 1 2 15 10
Thailand 2000 Juara kedua Ke-2 5 3 0 2 13 10
Indonesia Singapura 2002 Juara kedua Ke-2 6 3 3 0 22 7
Malaysia Vietnam 2004 Juara kedua Ke-2 8 4 1 3 24 8
Singapura Thailand 2007 Babak grup Ke-5 3 1 2 0 6 4
Indonesia Thailand 2008 Semifinal Ke-4 5 2 0 3 8 5
Indonesia Vietnam 2010 Juara kedua Ke-2 7 6 0 1 17 6
Malaysia Thailand 2012 Babak grup Ke-5 3 1 1 1 3 4
Singapura Vietnam 2014 Babak grup Ke-5 3 1 1 1 7 7
Myanmar Filipina 2016 Juara kedua Ke-2 7 3 2 2 12 13
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara 2018 Babak grup Ke-7 4 1 1 2 5 6
Singapura 2020 Juara kedua Ke-2 8 4 3 1 20 13
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara 2022 Semifinal Ke-4 6 3 2 1 12 5
Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara 2024 Babak grup Ke-7 4 1 1 2 4 5
Total Juara kedua 15/15 80 38 19 23 186 112
Catatan Kejuaraan ASEAN
Pertandingan pertama  Indonesia 5–1 Laos 
(2 September 1996; Jurong, Singapura)
Kemenangan terbesar  Indonesia 13–1 Filipina 
(23 Desember 2002; Jakarta, Indonesia)
Kekalahan terbesar  Filipina 4–0 Indonesia 
(25 November 2014; Hanoi, Vietnam)
 Indonesia 0–4 Thailand 
(29 Desember 2021; Kallang, Singapura)
Hasil terbaik Juara kedua (2000, 2002, 2004, 2010, 2016, 2020)
Hasil terburuk Babak grup (2007, 2012, 2014, 2018, 2024)

Olimpiade

Rekor Olimpiade Rekor kualifikasi
Tahun Hasil Posisi Mn. M S K MG KG Skuad Mn. M S K MG KG
1900 hingga 1952 Tidak ikut Tidak Ikut
Australia 1956 Perempat final Ke-7 2 0 1 1 0 4 Skuad Lolos Otomatis
Italia 1960 Tidak lolos Kualifikasi 2 0 0 2 2 6
Jepang 1964 Mengundurkan diri Mengundurkan diri
Meksiko 1968 Tidak lolos kualifikasi 4 1 1 2 4 5
Jerman Barat 1972 4 2 0 2 8 6
Kanada 1976 4 2 1 1 11 5
Uni Soviet 1980 5 1 0 4 7 12
Amerika Serikat 1984 8 0 3 5 3 14
Korea Selatan 1988 4 1 0 3 3 8
Sejak 1992 Lihat Tim nasional sepak bola U-23 Indonesia
Total Perempat final 1/19 2 0 1 1 0 4 31 7 5 19 38 56
Catatan Olimpiade
Pertandingan pertama  Uni Soviet 0–0 Indonesia 
(29 November 1956; Melbourne, Australia)
Pertandingan terakhir  Uni Soviet 4–0 Indonesia 
(1 Desember 1956; Melbourne, Australia)
Kemenangan terbesar
Kekalahan terbesar  Uni Soviet 4–0 Indonesia 
(1 Desember 1956; Melbourne, Australia)
Hasil terbaik Tempat ketujuh (1956)
Hasil terburuk

Pesta Olahraga Asia

Rekor Asian Games
Tahun Hasil Posisi Mn. M S K MG KG
India 1951 Perempat final Ke-6 1 0 0 1 0 3
Filipina 1954 Tempat keempat Ke-4 4 2 0 2 15 12
Jepang 1958 Medali Perunggu Ke-3 5 4 0 1 15 7
Indonesia 1962 Babak grup Ke-5 3 2 0 1 9 3
Thailand 1966 Perempat final Ke-5 5 2 2 1 8 4
Thailand 1970 Perempat final Ke-5 5 1 2 2 4 7
Iran 1974 Tidak berpartisipasi
Thailand 1978
India 1982
Korea Selatan 1986 Tempat keempat Ke-4 6 1 2 3 4 14
Tiongkok 1990 Tidak berpartisipasi
Jepang 1994
Thailand 1998
Sejak 2002 Lihat tim nasional U-23
Total 1 Medali Perunggu 7/13 29 12 6 11 55 50
Catatan Asian Games
Pertandingan pertama  India 3–0 Indonesia 
(5 Maret 1951; New Delhi, India)
Pertandingan terakhir  Indonesia 0–5 Kuwait 
(4 Oktober 1986; Seoul, Korea Selatan)
Kemenangan terbesar  Indonesia 6–0 Filipina 
(27 Agustus 1962; Jakarta, Indonesia)
Kekalahan terbesar  Indonesia 0–5 Kuwait 
(4 Oktober 1986; Seoul, Korea Selatan)
Hasil terbaik Medali perunggu (1958)
Hasil terburuk Tempat keenam (1951)

Pesta Olahraga Asia Tenggara

Rekor SEA Games
Tahun Hasil Posisi Mn. M S K MG KG
1959 - 1975 Tidak berpartisipasi
Malaysia 1977 Tempat keempat Ke-4 4 2 2 0 8 3
Indonesia 1979 Medali perak Ke-2 6 2 2 2 6 5
Filipina 1981 Medali perunggu Ke-3 4 3 0 1 5 2
Singapura 1983 Babak grup 5th 3 1 1 1 3 7
Thailand 1985 Tempat keempat Ke-4 4 0 1 3 1 10
Indonesia 1987 Medali emas Ke-1 4 3 1 0 7 1
Malaysia 1989 Medali perunggu Ke-3 5 2 1 2 12 5
Filipina 1991 Medali emas Ke-1 5 3 2 0 5 1
Singapura 1993 Tempat keempat Ke-4 5 2 1 2 6 6
Thailand 1995 Babak grup Ke-6 4 2 0 2 14 3
Indonesia 1997 Medali perak Ke-2 6 4 2 0 16 6
Brunei 1999 Medali perunggu Ke-3 6 3 2 1 11 2
Sejak 2001 Lihat tim nasional U-23
Total 2 Medali Emas Ke-1 56 27 15 14 94 51
Catatan SEA Games
Pertandingan pertama  Malaysia 1–2 Indonesia 
(19 November 1977; Kuala Lumpur, Malaysia)
Pertandingan terakhir  Indonesia 0–0 (4–3 pen.) Singapura 
(14 Agustus 1999; Bandar Seri Begawan, Brunei)
Kemenangan terbesar  Indonesia 10–0 Kamboja 
(6 Desember 1995; Thailand)
Biggest defeat  Thailand 7–0 Indonesia 
(15 December 1985; Bangkok, Thailand)
Hasil terbaik Medali emas (1987, 1991)
Hasil terburuk Babak grup (1983, 1995)

Prestasi

Internasional

Kontinental

Regional

Turnamen Persahabatan

Rekor head-to-head

Hasil per 8 September 2025, setelah pertandingan melawan Lebanon[6][77][78][a]

  Lebih banyak menang   Imbang   Lebih banyak kalah

Rekor pertemuan satu lawan satu tim nasional sepak bola Indonesia
Lawan Pertama Terakhir Mn. M S K MG KG SG % Menang Konfederasi
 Afganistan 2021 2 0 0 2 2 4 −2 0% AFC
 Aljazair 1986 1 0 0 1 0 1 −1 0% CAF
 Amerika Serikat 1956 1983 2 1 1 0 9 7 2 75% CONCACAF
 Andorra 2014 1 1 0 0 1 0 1 100% UEFA
 Arab Saudi 1983 2024 16 1 4 11 10 37 −27 18.75% AFC
 Argentina 2023 1 0 0 1 0 2 −2 0% CONMEBOL
 Australia 1967 2025 18 1 4 13 7 39 −32 16.67% AFC
 Bahrain 1980 2025 9 3 3 3 10 19 −9 50% AFC
 Bangladesh 1975 2022 6 4 1 1 11 3 8 75% AFC
 Belanda 1938 2013 2 0 0 2 2 12 −12 0% UEFA
 Bhutan 2003 2 2 0 0 4 0 4 100% AFC
 Bosnia dan Herzegovina 1997 1 0 0 1 0 2 −2 0% UEFA
 Brunei 1971 2023 13 9 2 2 52 6 46 76.92% AFC
 Bulgaria 1973 1 0 0 1 0 4 −4 0% UEFA
 Burundi 2023 2 1 1 0 5 3 2 75% CAF
 Ceko[b] 1974 1 0 1 0 1 1 0 50% UEFA
 Curaçao 2022 2 2 0 0 5 3 2 100% CONCACAF
 Denmark 1974 1 0 0 1 0 9 −9 0% UEFA
 Estonia 1996 1999 2 0 1 1 0 3 −3 25% UEFA
 Fiji 1981 2017 3 0 3 0 3 3 0 50% OFC
 Filipina 1934 2024 31 23 5 3 100 21 79 82.26% AFC
 Guinea 1966 1 0 0 1 1 3 −2 0% CAF
 Guyana 2017 1 1 0 0 2 1 1 100% CONCACAF
 Hong Kong 1957 2018 19 10 4 5 36 27 9 63.16% AFC
 Hungaria 1938 1 0 0 1 0 6 −6 0% UEFA
 India 1951 2004 21 10 2 9 41 36 5 54.76% AFC
 Irak 1968 2024 13 2 3 8 11 27 −16 26.92% AFC
 Iran 1956 2024 6 0 1 5 3 16 −13 8.33% AFC
 Islandia 2018 2 0 0 2 1 10 −9 0% UEFA
 Israel 1971 1 0 0 1 0 1 −1 0% UEFA
 Jamaika 2007 2007 1 1 0 0 2 1 1 100% CONCACAF
 Jepang 1934 2025 19 4 2 13 24 48 −24 26.32% AFC
 Jerman Timur 1956 1959 2 0 1 1 3 5 −2 25% UEFA
 Kamboja 1966 2022 24 19 3 2 91 17 74 89.58% AFC
 Kamerun 2012 2015 2 0 1 1 0 1 −1 25% CAF
 Kirgizstan 2013 1 1 0 0 4 0 4 100% AFC
 Korea Selatan 1953 2007 37 3 5 29 22 87 −65 14.86% AFC
 Korea Utara 1963 2012 11 0 2 9 5 25 −20 9.09% AFC
 Kroasia 1956 1 0 0 1 2 5 −3 0% UEFA
 Kuba 2014 1 0 0 1 0 1 −1 0% CONCACAF
 Kuwait 1980 2022 7 2 3 2 8 12 −4 50% AFC
 Laos 1969 2024 11 9 2 0 48 12 36 90.91% AFC
 Lebanon 2025 1 0 1 0 0 0 0 100% AFC
 Liberia 1984 2007 2 1 0 1 3 3 0 50% CAF
 Libya 2024 2 0 0 2 1 6 −5 0% CAF
 Lituania 1996 1999 2 0 1 1 2 6 −4 25% UEFA
 Maladewa 2001 2010 3 3 0 0 10 0 10 100% AFC
 Malaysia 1957 2021 79 36 18 25 132 103 29 56.96% AFC
 Mali 1963 1 1 0 0 3 2 1 100% CAF
 Mauritania 2012 1 1 0 0 2 0 2 100% CAF
 Mauritius 2018 1 1 0 0 1 0 1 100% CAF
 Mesir[c] 1963 2 0 1 1 3 5 −2 25% CAF
 Moldova 1996 2003 2 1 0 1 5 2 −1 50% UEFA
 Mongolia 2017 1 1 0 0 3 2 1 100% AFC
 Myanmar 1951 2024 47 21 9 17 86 63 23 54.26% AFC
   Nepal 2014 2022 2 2 0 0 9 0 9 100% AFC
 Nigeria 1983 1 0 0 1 1 2 −1 0% CAF
 Oman 2007 2021 4 0 1 3 2 6 −4 12.5% AFC
 Pakistan 1960 2014 5 4 1 0 15 3 12 90% AFC
 Palestina 2011 2023 3 1 1 1 5 3 2 50% AFC
 Papua Nugini 1975 1984 2 1 0 1 8 3 5 50% OFC
 Paraguay 1986 1 0 0 1 2 3 −1 0% CONMEBOL
 Puerto Riko 2017 1 0 1 0 0 0 0 50% CONCACAF
 Republik Dominika 2014 1 0 1 0 1 1 0 50% CONCACAF
 Qatar 1986 2014 7 1 2 4 9 18 −9 28.57% AFC
 Rusia[d] 1956 1976 3 0 2 1 0 4 −4 33.33% UEFA
 Selandia Baru 1972 1997 9 2 5 2 8 9 −1 50% OFC
 Senegal 1982 1 0 1 0 2 2 0 50% CAF
 Serbia[e] 1956 2 0 0 2 3 9 −6 0% UEFA
 Singapura 1958 2021 61 33 11 17 117 71 46 63.11% AFC
 Sri Lanka 1964 2004 6 5 1 0 29 6 23 91.67% AFC
 Suriah 1978 2014 5 1 0 4 3 15 −12 20% AFC
 Tanzania 1997 2024 2 1 1 0 3 1 2 75% CAF
 Thailand 1957 2022 97 32 18 47 121 167 −46 42.27% AFC
 Timor Leste 2010 2022 6 6 0 0 21 2 19 100% AFC
 Tionghoa Taipei 1954 2025 15 11 0 4 37 14 23 73.33% AFC
 Tiongkok 1934 2025 18 2 3 13 13 38 −25 19.44% AFC
 Turkmenistan 2004 2023 5 3 1 1 11 8 3 70% AFC
 Uni Emirat Arab 1981 2021 5 1 1 3 8 16 −8 25% AFC
 Uruguay 1974 2010 3 1 0 2 5 11 −6 33.33% CONMEBOL
 Uzbekistan 1997 2 0 1 1 1 4 −3 25% AFC
 Vanuatu 2019 1 1 0 0 6 0 6 100% OFC
 Vietnam[f] 1957 2024 48 21 12 15 73 61 12 56.25% AFC
 Yaman[g] 1987 2014 7 3 4 0 8 3 5 71.43% AFC
 Yordania 2004 2022 5 0 0 5 2 13 −11 0% AFC
 Zimbabwe 1997 1 0 1 0 0 0 0 50% CAF
85 Negara 1934 2025 862 329 165 368 1397 1416 –19 38.21% FIFA
  1. ^ Tidak termasuk tim B, seleksi, junior, klub, dll.
  2. ^ Termasuk pertandingan melawan  Cekoslowakia.
  3. ^ Termasuk pertandingan melawan  Republik Arab Bersatu.
  4. ^ Termasuk pertandingan melawan  Uni Soviet.
  5. ^ Termasuk pertandingan melawan  Yugoslavia dan  Serbia dan Montenegro.
  6. ^ Termasuk pertandingan melawan  Vietnam Selatan.
  7. ^ Termasuk pertandingan melawan  Yaman Selatan.

Rekor regional

Pertemuan terakhir melawan negara-negara Asia Tenggara
Lawan Tanggal Skor Hasil Jenis pertandingan
 Brunei 17 Oktober 2023 0−6 Menang Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026
 Filipina 21 Desember 2024 0−1 Kalah Kejuaraan Perbara 2024
 Kamboja 23 Desember 2022 2−1 Menang Kejuaraan AFF 2022
 Laos 12 Desember 2024 3−3 Seri Kejuaraan Perbara 2024
 Malaysia 19 Desember 2021 1−4 Menang Kejuaraan AFF 2020
 Myanmar 9 Desember 2024 0−1 Menang Kejuaraan Perbara 2024
 Singapura 25 Desember 2021 4−2 (p.w.) Menang Kejuaraan AFF 2020
 Thailand 29 Desember 2022 1−1 Seri Kejuaraan AFF 2022
 Timor Leste 30 Januari 2022 0−3 Menang Persahabatan
 Vietnam 15 Desember 2024 1−0 Kalah Kejuaraan Perbara 2024

Lihat juga


Referensi

  1. ^ FIFA Century Club - 1 Desember 2021, FIFA.
  2. ^ a b Abdul Kadir - Century of International Appearances - RSSSF.
  3. ^ "Dutch East Indies International matches". Diakses tanggal 19 November 2015.
  4. ^ Fascinating story of Asia's first World Cup team (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Oktober 2017. Diakses tanggal 17 Juni 2022 – via YouTube.
  5. ^ a b "Asia's World Cup Debutants: Dutch East Indies". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 17 Juni 2022. Diakses tanggal 17 Juni 2022.
  6. ^ a b c d e f g h i j k l m n Morrison, Neil. "Indonesian International matches 1921–2001". RSSSF. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 22 December 2022. Diakses tanggal 21 December 2010.
  7. ^ "Sensation at Manila Games – Running Found to be Short". Straits Times. Singapore. 14 May 1934. Diarsipkan dari asli tanggal 22 October 2012. Diakses tanggal 21 December 2010.
  8. ^ "World Football Elo Ratings: Indonesia". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 16 December 2010. Diakses tanggal 20 December 2010.
  9. ^ "Dutch East Indies International Matches". www.rsssf.org. Diakses tanggal 2025-07-09.
  10. ^ "Head to head statistics Kuwait – Indonesia". WildStat.com. 2007–2012. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2 June 2013. Diakses tanggal 6 December 2012.
  11. ^ Adambede1001 (14 Desember 2010). "Best Goal of 1996 AFC Asian Cup (Magnificent Bicycle Kick)" (Video upload). YouTube. Diakses tanggal 6 Desember 2012. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)[pranala mati]
  12. ^ themanwhoisktn (8 November 2007). "Thailand v Indonesia 2nd Tiger Cup" (Video upload). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-22. Diakses tanggal 6 Desember 2012 – via YouTube.
  13. ^ "Region's media divided on Tiger Cup draw". The Football Association of Singapore. 10 Juli 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 31 Mei 2016. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  14. ^ "Indonesia – International Results 1986–1990 – Details". RSSSF. 1999–2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  15. ^ "Indonesia – International Results 1991–1995 – Details". RSSSF. 1999–2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  16. ^ TOvicdinho (14 Juli 2011). "Wim Rijsbergen as the new Indonesian National Team manager". Indonesian Premier League (unofficial site). Diarsipkan dari asli tanggal 29 Juli 2013. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  17. ^ "New Indonesia FA boss starts work by firing head coach". Reuters. 14 Juli 2011. Diakses tanggal 31 Juli 2025.
  18. ^ Somerford, Ben (17 Maret 2012). "PSSI warn against Indonesian government plans to take over embattled body". Goal.com. Diarsipkan dari asli tanggal 20 Maret 2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  19. ^ Said, Bima; Somerford, Ben (17 Maret 2012). "A timeline of key events as Fifa sanctions await the divided Indonesian Football Association". Yahoo! News. Malaysia. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Maret 2014. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  20. ^ "FIFA Executive Committee agrees major governance reforms & Ethics structure". Diarsipkan dari asli tanggal 1 April 2012. Diakses tanggal 26 Oktober 2016.
  21. ^ Adamrah, Mustaqim (1 Desember 2012). "As FIFA deadline approaches, Indonesia soccer no closer to reconciliation". Yahoo! News. Malaysia. Diarsipkan dari asli tanggal 10 Februari 2013. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  22. ^ "Dua PSSI sepakat perbaiki sepakbola Indonesia". Bolanews. Diarsipkan dari asli tanggal 22 Februari 2014. Diakses tanggal 7 Juni 2012.
  23. ^ "PSSI Call Up 51 Players for Asian Cup Qualifiers". AFF. 7 Januari 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Februari 2015. Diakses tanggal 23 Juni 2014.
  24. ^ "Rahmad Back For Indonesia National Squad". AFF. 20 Maret 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Februari 2014. Diakses tanggal 23 Juni 2014.
  25. ^ "Narrow Defeat for Indonesia". AFF. 23 Maret 2013. Diarsipkan dari asli tanggal 23 September 2015. Diakses tanggal 23 Juni 2014.
  26. ^ "Indonesian FA suspended by FIFA for government meddling". Eurosport. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 Mei 2015. Diakses tanggal 30 Mei 2015.
  27. ^ "FIFA Congress drives football forward, first female secretary general appointed". FIFA. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Mei 2016. Diakses tanggal 14 Mei 2016.
  28. ^ Ganesha, Amal (18 Desember 2016). "Indonesia Tops the Anticlimax as Thailand Wins the 2016 AFF Cup". Jakarta Globe. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 24 September 2020. Diakses tanggal 16 Juni 2022.
  29. ^ "Bima appointed Indonesia coach". The New Paper. 23 Oktober 2018.
  30. ^ "AFF Suzuki Cup 2018: Four instances Indonesia were knocked out in the group stages". Fox Sports Asia. 22 November 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 26 Oktober 2018. Diakses tanggal 18 Agustus 2022. ;
  31. ^ "PSSI appoint former Philippines manager Simon McMenemy as new coach of Indonesian national team". FOX Sports Asia. 20 Desember 2018. Diarsipkan dari asli tanggal 2 Januari 2020. Diakses tanggal 18 Agustus 2022.
  32. ^ Ramadani Saputra (6 November 2019). "PSSI fires national team coach McMenemy over 'unsatisfactory performance'". The Jakarta Post. Diakses tanggal 11 November 2019.
  33. ^ Akshat Mehrish (19 November 2019). "2022 FIFA World Cup Qualifiers: Malaysia 2-0 Indonesia – Five talking points". FOX Sports Malaysia. Diarsipkan dari asli tanggal 20 November 2019. Diakses tanggal 22 November 2019.
  34. ^ "Former South Korea boss Shint Tae-yong appointed Indonesia head coach". 28 Desember 2019. Diarsipkan dari asli tanggal 28 Desember 2019. Diakses tanggal 28 Desember 2019.
  35. ^ "Jadwal dan Prediksi Timnas Indonesia Lawan Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026". Liputan6. 10 Juni 2025. Diakses tanggal 10 Juni 2025.
  36. ^ "Group F: Stalemate eliminates Kyrgyz Republic, Oman". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 25 Januari 2024.
  37. ^ a b Bur, Ramdani (2024-01-26). "Klasemen Akhir Peringkat 3 Terbaik Piala Asia 2023: Timnas Indonesia Resmi Lolos 16 Besar!". Okezone Bola. Diakses tanggal 25 Januari 2024.
  38. ^ Karina Sari, Okdwitya (27 Maret 2024). "Setelah 20 Tahun, Indonesia Akhirnya Menang Lagi di Vietnam". Sports Detik. Diakses tanggal 27 Maret 2024.
  39. ^ Bur, Ramdani (26 Maret 2024). "Breaking News: Timnas Indonesia Resmi Lewati Ranking FIFA Timnas Malaysia Setelah Harimau Malaya Tumbang dari Oman!". Bola Okezone. Diakses tanggal 27 Maret 2024.
  40. ^ "Shin Tae Yong Resmi Perpanjang Kontrak, Latih Indonesia hingga 2027" [Shin Tae-yong officially extends his contract as a head coach until 2027]. CNN Indonesia. 25 April 2024. Diakses tanggal 25 April 2024.
  41. ^ Bagja, Beri (11 Juni 2024). "Timnas Indonesia Lolos Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Sah Catat Rekor Kemenangan Terbanyak". Bolasport.
  42. ^ "Perbedaan Ranking FIFA Sebelum Duel Timnas Indonesia Lawang Jepang: 99 Negara jadi Pemisah!". Liputan6. 10 Juni 2025. Diakses tanggal 10 Juni 2025.
  43. ^ "Group C: Saudi Arabia 1-1 Indonesia". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 November 2024.
  44. ^ "Group C: Indonesia 0-0 Australia". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 November 2024.
  45. ^ "AFC Asian Qualifiers - Group C: Bahrain 2-2 Indonesia". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 November 2024.
  46. ^ "AFC Asian Qualifiers - Group C: China PR 2-1 Indonesia". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 November 2024.
  47. ^ "#AsianQualifiers - Road To 26 | Group C : Indonesia 0 - 4 Japan". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 November 2024.
  48. ^ "#AsianQualifiers - Road To 26 | Group C : Indonesia 2 - 0 Saudi Arabia". the-AFC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 30 November 2024.
  49. ^ "Usia Pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2024: Asnawi Paling Tua". CNN Indonesia. 25 November 2024. Diakses tanggal 28 November 2024.
  50. ^ FW, Kris (2024-11-21). "Jadwal Piala AFF 2024: Timnas Indonesia di Grup B, Main Awal Desember". detikcom. Diakses tanggal 28 November 2024.
  51. ^ "Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia mengumumkan pengakhiran kontrak Shin Tae-yong sebagai Kepala Pelatih Tim Nasional Indonesia Senior dan U-23". PSSI - Football Association of Indonesia. Diakses tanggal 6 Januari 2025.
  52. ^ "Patrick Kluivert Resmi Menjadi Pelatih Timnas Indonesia". PSSI - Football Association of Indonesia. 8 Januari 2025. Diakses tanggal 8 Januari 2025.
  53. ^ Kurniawan, Afriza (20 Maret 2025). Yani, Ahmad (ed.). "Timnas Indonesia Dibantai Australia 5-1, Warganet Ramaikan Tagar #KluivertOut". RRI – Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  54. ^ Dwi Saputro, Sasongko (13 Oktober 2025). Reza, Bagas (ed.). "Enggan Minta Maaf ke Suporter, La Grande Indonesia Tuntut Patrick Kluivert Segera Dipecat dari Timnas Indonesia". BolaSport.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  55. ^ Rachman, Rivan Nasri (14 Oktober 2025). "Patrick Kluivert Pilih Pulang ke Belanda Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, PSSI Juga Bingung". Okezone.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  56. ^ Adi Yaksa, Muhammad (13 Oktober 2025). "Sumardji Minta Anggota Exco PSSI Ambil Sikap Tegas dalam Rapat Evaluasi Timnas Indonesia dan Patrick Kluivert: Saya Mohon Semua Turut Serta". Bola.com. Diakses tanggal 15 Oktober 2025.
  57. ^ "PSSI dan Tim Kepelatihan Timnas Sepakat Akhiri Kerja Sama Lebih Awal". PSSI - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia. 16 Oktober 2025. Diakses tanggal 16 Oktober 2025.
  58. ^ "Meedoen is belangrijker dan winnen (Dutch)". Diarsipkan dari asli tanggal 23 Juni 2010. Diakses tanggal 17 Mei 2010.
  59. ^ "FOKUS: Sepuluh Jersey Jadul Terbaik Versi GOAL.com Indonesia". Goal.com. 10 Juni 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Juni 2009. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  60. ^ "Indonesia 12/14 Home Nike Football Shirt". Football Shirt Culture. 12 November 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 15 November 2012. Diakses tanggal 6 Desember 2012.
  61. ^ "Nike Indonesia 2014 Home and Away Kits Released". 31 Oktober 2014. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Mei 2014. Diakses tanggal 4 Juni 2018.
  62. ^ "Nike Indonesia 2018–19 Home & Away Kits Unveiled". 31 Mei 2018. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Juli 2020. Diakses tanggal 31 Mei 2018.
  63. ^ "Indonesia 20–21 Third Kit Released". Footy Headlines. 26 November 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 November 2020. Diakses tanggal 11 Mei 2022.
  64. ^ "Mengapa Apparel Timnas U-23 di SEA Games Bukan Mills?". Kumparan BOLA. Diakses tanggal 11 Mei 2022.
  65. ^ Nugho, Archie (14 Februari 2020). "Apparel Lokal Resmi Jadi Sponsor Timnas Indonesia". Goal.com. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  66. ^ Pangestu, Sumargo (22 Januari 2025). "Erspo Resmi Jadi Apparel Timnas Indonesia, Nilai Kontrak dengan PSSI Capai Rp16,5 Miliar". SKOR.id.
  67. ^ a b "Indonesia v Malaysia: a cauldron of passion and an armoured personnel carrier". the Guardian. 4 September 2019. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  68. ^ Zappei, Julia (28 Februari 2010). "Malaysia holiday after football win over Indonesia". USA Today. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  69. ^ "Cerita Rivalitas Panas Timnas Indonesia dengan Malaysia Sejak Tahun 1957". Bola.com. 4 September 2019. Diakses tanggal 17 Oktober 2025.
  70. ^ Raya, Mercy. "Timnas Indonesia Akan Pakai Jakarta International Stadium". Detik Sport. Detik. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 Desember 2021. Diakses tanggal 2 Oktober 2021.
  71. ^ "Jakarta to begin BMW Stadium construction". The Jakarta Post. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Maret 2014. Diakses tanggal 28 November 2018.
  72. ^ "Ini Fasilitas Stadion BMW yang Akan Dibangun dengan Estimasi Dana Rp 4,7 Triliun". Kompas. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 September 2020. Diakses tanggal 28 November 2018.
  73. ^ Raya, Mercy (26 Agustus 2025). "Indonesia Vs Kuwait Batal, PSSI Lapor Ke AFC". Detik Sport. Diakses tanggal 27 Agustus 2025.
  74. ^ Adi Yaksa, Muhammad (27 Agustus 2025). "Sah! Timnas Indonesia Lawan Chinese Taipei di GBT 5 September 2025, PSSI Tawarkan Refund Tiket Vs Kuwait". Bola.com.
  75. ^ @timnasindonesia (31 Mei 2026). "🔔 📣 June Match Days 𝐒𝐐𝐔𝐀𝐃 📃". Diakses tanggal 1 Juni 2026 – via Instagram.
  76. ^ Widigdo, Novianto. "Indonesia - Record International Players". RSSSF.
  77. ^ "Indonesia - Historical results". World Football. 27 Desember 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 26 November 2021. Diakses tanggal 28 Juni 2021.
  78. ^ "Indonesia national football team statistics and records: all-time record". AFS Enterprises. Diakses tanggal 18 Oktober 2023.

Pranala luar

Templat:Skuad tim nasional sepak bola Indonesia

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.