Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Kota Bekasi

Kota Bekasi
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮘᮨᮊᮞᮤ
Dari kiri ke kanan: Stadion Patriot Bekasi, SPBU Jatimelati Pondok Melati, Kawasan Bekasi Barat, dan Stasiun Bekasi
Bendera Kota Bekasi
Julukan: 
Kota Industri
Motto: 
Kota Patriot[a]
Peta
Peta
Kota Bekasi di Jawa Barat
Kota Bekasi
Kota Bekasi
Peta
Kota Bekasi di Indonesia
Kota Bekasi
Kota Bekasi
Kota Bekasi (Indonesia)
Koordinat: 6°14′00″S 107°00′00″E / 6.2333°S 107°E / -6.2333; 107
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal berdiri20 April 1982 (sebagai Kota Administratif Bekasi) [1]
Dasar hukumUU Nomor 9 Tahun 1996[1]
Hari jadi10 Maret 1997 (umur 27) (Tanggal resmi dari Pemkot Bekasi)
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 12
  • Kelurahan: 56
Pemerintahan
 • Wali KotaRaden Gani Muhamad (Pj.)
 • Wakil Wali KotaLowong
 • Sekretaris DaerahJunaedi
Luas
 • Total207,00 km2 (79,92 sq mi)
 • Luas daratan204,6 km2 (79,0 sq mi)
 • Luas perairan2,4 km2 (0,9 sq mi)
Peringkat21
Populasi
 (31 Desember 2023)
 • Total2.513.669
 • Peringkat3
 • Kepadatan12,000/km2 (31,000/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 88,73% Islam
  • 0,88% Buddha
  • 0,16% Hindu
  • 0,03% Lainnya[2]
 • BahasaIndonesia, Sunda, Betawi
 • IPMKenaikan 82,46 (2022)
sangat tinggi[3]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
3275
Kode area telepon021
Pelat kendaraanB xxxx K**
Kode Kemendagri32.75
Kode SNI 7657:2023BKS
DAURp 1.282.106.240.000 (2019)
Semboyan daerahMaju, sejahtera, ihsan
Situs webwww.bekasikota.go.id
  1. ^ Juga sebagai julukan daerah.


Kota Bekasi (aksara Sunda: ᮘᮨᮊᮞᮤ; Aksara Pegon: بکاسى) adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini berbatasan langsung dengan DKI Jakarta dari arah barat. Pada akhir tahun 2023, jumlah penduduk kota Bekasi berjumlah 2.513.669 jiwa.[2][4]

Kota Bekasi merupakan bagian dari kawasan metropolitan Jakarta Raya[a] dan menjadi Kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban dan sentra industri.[5]

Etimologi

Nama Bekasi berasal dari kata Bagasasi yang artinya sama dengan Candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini.

Sejarah

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dahulu sebagai ibu kota Kerajaan Tarumanagara. Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa (Jakarta), Tjibaroesa, Depok, Cibinong, Bogor, hingga ke wilayah Purwalingga.

Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai ibu kota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669–723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567–1579 M).

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Di antaranya dengan ditemukannya 4 prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jaya Dewa) yang ditulis dalam 5 lembar lempeng tembaga.

Sejak abad ke-5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara, abad ke-8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara Pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Cibarusah
Sebelum kemerdekaan, dimana Wilayah Bekasi Selatan masih menjadi bagian dari kawedanan Tjibaroesa/Cibarusah Buitenzorg/Bogor. Peta ini dibuat oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada tahun 1933. [6]

Sejarah Sebelum Tahun 1949

Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari zaman ke zaman, sejak zaman Hindia Belanda, pendudukan militer Jepang, perang kemerdekaan, dan zaman Republik Indonesia. Di zaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih dikuasai oleh para tuan tanah keturunan Tionghoa.[butuh rujukan]

Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut mengubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran, dan Gun Matraman.

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan, dan Kun menjadi Desa atau Kelurahan. Saat itu ibu kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede).

Pada waktu itu Bupati Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja. Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk ke dalam wilayah Batavia en Omelanden. Sementara, batas Pondok Gede, Kali Bekasi, dan Serangbaroe ke Selatan yaitu wilayah Kranggan (Jatisampurna), Awirangan, Setu, hingga Tjibaroesa Buitenzorg Masuk menjadi bagian dari. Negara Pasundan. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Karawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad van Nederlandsch Indie 1948 No.178 Negara Pasundan.[7]

Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi

Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di Alun-alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut:

"Rakyat Bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia."

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan, dan wilayah pelimpahan dari Kawedanan Tjibaroesa (Buitenzorg) yaitu: Kecamatan Cibarusah, Kecamatan Serang Baru, Desa Kranggan (Sekarang Kecamatan Jatisampurna), serta sebagian Kecamatan Setu. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto "SWATANTRA WIBAWA MUKTI".

Kewedanannya sendiri adalah:

  1. Kewedanan Bekasi
    • Kecamatan Bekasi terdiri atas 9 desa
    • Kecamatan Babelan terdiri atas 6 desa
    • Kecamatan Cilincing terdiri atas 3 desa
    • Kecamatan Pondok Gede terdiri atas 7 desa
  2. Kewedanan Tambun
    • Kecamatan Tambun terdiri atas 8 desa
    • Kecamatan Setu terdiri atas 9 desa
    • Kecamatan Cibitung terdiri atas 7 desa
  3. Kewedanan Cikarang
    • Kecamatan Cikarang terdiri atas 7 desa
    • Kecamatan Lemababang terdiri atas 8 desa
    • Kecamatan Cibarusah terdiri atas 11 desa
  4. Kewedanan Serengseng
    • Kecamatan Sukatani terdiri atas 9 desa
    • Kecamatan Pebayuran terdiri atas 6 desa
    • Kecamatan Cabangbungin terdiri atas 5 desa

Pada tahun 1960 Kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke Kota Bekasi (Jalan Ir H. Juanda, Kota Bekasi). Kemudian pada tahun 1982, saat bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Gedung Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jalan Ahmad Yani No.1, Kabupaten Bekasi. Hal ini dilakukan karena perkembangan Bekasi yang sangat pesat sehingga bahkan dibentuk Kota Administratif Bekasi.

Kota Administratif Bekasi sendiri dibentuk pada tahun 1981 dari Kecamatan Bekasi (16 kelurahan dan 8 desa) dan sebagian dari Kecamatan Tambun (2 kelurahan, serta sebagian dari 2 desa) dengan 4 kecamatan yang terbagi ke 18 kelurahan dan 8 desa melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 48 tahun 1981.

Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan wali kota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono dari tahun 1982 hingga 1988. Tahun 1988 Wali kota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi dari tahun 1988 hingga 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR dari tahun 1991 hingga 1997.

Pada perkembangannya, Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang makin tinggi. Dengan begitu status Kota Administratif Bekasi kembali ditingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang "Kota") melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1996 yang menambahkan tiga kecamatan, yakni kecamatan Pondokgede, Jatiasih, dan Bantargebang.[1]

Selanjutnya dengan terjadinya reformasi, penambahan kecamatan dan kelurahan dilakukan melalui peraturan daerah. Yang pertama adalah Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 03 Tahun 2000 terkait pembentukan Kecamatan Jatisampurna dari Pondokgede, yang dilanjutkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi Nomor 14 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Wilayah Administrasi Kecamatan Kota Bekasi[8] mengatur pembentukan dua kecamatan baru, yakni: Rawalumbu dari Bekasi Timur; dan Medan Satria dari Bekasi Barat. Dengan demikian, pembagian adminisitratif Kota Bekasi pada tahun 2000 adalah 10 Kecamatan, yang dibagi lagi menjadi 35 Kelurahan dan 17 Desa.

Perda Kota Bekasi Nomor 02 Tahun 2002[9] tentang Penetapan Kelurahan mengatur bahwa seluruh desa yang ada di Kota Bekasi berubah status menjadi kelurahan. Dengan demikian, pembagian adminisitratif Kota Bekasi pada tahun 2002 menjadi 10 Kecamatan dan 52 Kelurahan.

Kemudian pada tahun 2004, muncul lagi Perda Kota Bekasi Nomor 04 Tahun 2004[10] yang mengubah Perda Nomor 14 Tahun 2000. Perda ini membentuk 2 Kecamatan; Mustika Jaya dari Bantargebang; dan Pondok Melati dari Jatisampurna dan Pondokgede; serta menambah kelurahan baru. Hal ini menyebabkan pembagian adminisitratif Kota Bekasi menjadi seperti sekarang ini, dengan 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan.

Geografi

Batas Wilayah

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km², dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

Utara Kabupaten Bekasi
Timur Kabupaten Bekasi
Selatan Kabupaten Bogor dan Kota Depok
Barat Provinsi DKI Jakarta

Topografi

Kondisi topografi Kota Bekasi dengan kemiringan antara 0–2 % dan terletak pada ketinggian antara 11–81 m di atas permukaan air laut.

  1. Ketinggian ≥ 25 m: Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur, dan Kecamatan Pondok Gede.
  2. Ketinggian 25–100 m: Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Mustika Jaya, Kecamatan Pondok Melati, dan Kecamatan Jati Asih.

Wilayah dengan ketinggian dan kemiringan rendah yang menyebabkan daerah tersebut banyak genangan, terutama pada saat musim hujan yaitu: Kecamatan Jati Asih, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Barat, dan Kecamatan Pondok Melati.

Hidrologi

Kondisi hidrologi Kota Bekasi dibedakan menjadi dua:

Air permukaan, mencakup kondisi air hujan yang mengalir ke sungai-sungai

Wilayah Kota Bekasi dialiri 3 sungai utama yaitu Sungai Cakung, Kali Bekasi, dan Kali Sunter, beserta anak-anak sungainya. Kali Bekasi berhulu di pertemuan dua sungai yaitu Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi yang berasal dari gunung pada ketinggian kurang lebih 1.500 meter dari permukaan air.

Air permukaan yang terdapat di wilayah Kota Bekasi meliputi Kali Bekasi dan beberapa sungai atau kali kecil, serta Saluran Irigasi Tarum Barat yang selain digunakan untuk mengairi sawah juga merupakan sumber air baku bagi kebutuhan air minum wilayah Bekasi (Kota dan Kabupaten) dan wilayah Provinsi DKI Jakarta. Kondisi air permukaan Kali Bekasi saat ini tercemar oleh limbah industri yang terdapat di bagian selatan wilayah Kota Bekasi (industri di wilayah Kabupaten Bogor).[butuh rujukan]

Air Tanah

Kondisi air tanah di wilayah Kota Bekasi sebagian cukup potensial untuk digunakan sebagai sumber air bersih terutama di wilayah selatan Kota Bekasi, tetapi untuk daerah yang berada di sekitar TPA Bantar Gebang kondisi air tanahnya kemungkinan besar sudah tercemar.[butuh rujukan]

Iklim

Wilayah Kota Bekasi secara umum tergolong pada iklim muson tropis (Am) dengan tingkat kelembapan yang tinggi yakni sebesar ±78%. Kondisi lingkungan sehari-hari sangat panas. Hal ini terlebih dipengaruhi oleh tata guna lahan yang meningkat terutama industri atau perdagangan dan permukiman. Suhu udara harian diperkirakan berkisar antara 24 °C–33 °C. Oleh karena wilayahnya yang beriklim muson tropis, Kota Bekasi mengalami dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

Musim kemarau di Kota Bekasi dipengaruhi oleh angin muson timur–tenggara yang bersifat kering berembus sejak awal bulan Mei hingga bulan September dengan bulan terkering yaitu bulan Agustus. Sementara itu, musim penghujan di kota Bekasi dipengaruhi oleh angin muson barat daya–barat laut yang bersifat basah & lembap dan biasanya bertiup pada bulan November hingga bulan Maret dengan puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari yang curah hujan bulanannya lebih dari 300 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Kota Bekasi berada pada angka 1.600–2.000 milimeter per tahunnya dengan jumlah hari hujan ≥130 hari hujan.


Data iklim Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.4
(86.7)
30.2
(86.4)
31.9
(89.4)
32.7
(90.9)
33
(91)
32.4
(90.3)
32.8
(91)
33.5
(92.3)
34.9
(94.8)
35
(95)
33.4
(92.1)
31.9
(89.4)
32.67
(90.78)
Rata-rata harian °C (°F) 27
(81)
27.2
(81)
27.9
(82.2)
28.4
(83.1)
28
(82)
27.6
(81.7)
27.2
(81)
27.5
(81.5)
28
(82)
29.4
(84.9)
28.3
(82.9)
27.9
(82.2)
27.87
(82.13)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.6
(74.5)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24
(75)
24
(75)
23.1
(73.6)
22.7
(72.9)
22.8
(73)
23.1
(73.6)
23.8
(74.8)
24
(75)
23.9
(75)
23.54
(74.33)
Presipitasi mm (inci) 328
(12.91)
345
(13.58)
213
(8.39)
185
(7.28)
118
(4.65)
77
(3.03)
57
(2.24)
37
(1.46)
56
(2.2)
119
(4.69)
192
(7.56)
209
(8.23)
1.936
(76,22)
Rata-rata hari hujan 21 22 19 16 10 6 4 2 4 11 17 18 150
% kelembapan 84 83 82 81 80 78 76 73 74 75 77 80 78.6
Rata-rata sinar matahari bulanan 141 162 201 244 258 250 285 299 264 256 208 182 2.750
Sumber #1: BMKG[11]
Sumber #2: Climate-Data.org[12][13] & Weatherbase[14]

Permukiman

Jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,4 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Jati Asih, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Rawa Lumbu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Mustika Jaya, dan Kecamatan Pondok Melati.

Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.

Pemerintahan

Daftar Wali kota

No. Potret Wali Kota Administratif
(lahir–wafat)
Mulai menjabat Akhir menjabat Masa Jabatan Partai Prd. Wakil Wali Kota Ket.
1 H.
Soedjono
1982 1988 Non Partisan 1
2 Drs.
Andi Sukardi
1988 1991 Non Partisan 2
3 Drs. H.
Khailani AR
1991 1997 Non Partisan 3
No. Potret Wali Kota
(lahir–wafat)
Mulai menjabat Akhir menjabat Masa Jabatan Partai Prd. Wakil Wali Kota Ket.
Drs. H.
Khailani AR
10 Maret 1997 23 Februari 1998 350 hari Non Partisan
1 Nonon Sontanie
(1943–2006)
23 Februari 1998 10 Maret 2003 5 tahun, 15 hari Non Partisan 4
2 Akhmad Zurfaih
(1952–2011)
10 Maret 2003 10 Maret 2008 5 tahun, 0 hari Partai Golongan Karya 5 Mochtar Mohamad
3 Mochtar Mohamad
(l. 1964)
10 Maret 2008 3 Mei 2012 4 tahun, 54 hari PDIP 6 Rahmat Effendi [Ket. 1]
Rahmat Effendi
(l. 1964)
3 Mei 2012 10 Maret 2013 311 hari Golkar [Ket. 2]
4 10 Maret 2013 10 Maret 2018 5 tahun, 0 hari 7 Ahmad Syaikhu
Ruddy Gandakusumah 13 Maret 2018 31 Agustus 2018 171 hari Non Partisan
Toto Muhamad Toha 31 Agustus 2018 20 September 2018 20 hari Non Partisan
(4) Rahmat Effendi
(l. 1964)
20 September 2018 7 Januari 2022 3 tahun, 109 hari Golkar 8 Tri Adhianto Tjahyono [Ket. 3]
Tri Adhianto Tjahyono
(l. 1970)
7 Januari 2022 21 Agustus 2023 1 tahun, 226 hari PDIP [Ket. 4]
5 21 Agustus 2023 20 September 2023 30 hari
Raden Gani Muhamad 20 September 2023 Sekarang 300 hari Non Partisan
  Independen
  Partai Golongan Karya
  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan


Catatan
  1. ^ Diberhentikan atas dugaan kasus korupsi[15]
  2. ^ Pelaksana tugas
  3. ^ Diberhentikan atas dugaan kasus korupsi[16]
  4. ^ Pelaksana tugas

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Bekasi dalam lima periode terakhir.[17][18][19]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024 2024-2029
PKS 11 Penurunan 10 Penurunan 7 Kenaikan 12 Penurunan 11
PDI-P 6 Kenaikan 8 Kenaikan 12 Steady 12 Penurunan 9
Golkar 9 Penurunan 6 Kenaikan 8 Steady 8 Steady 8
Gerindra (baru) 3 Kenaikan 6 Steady 6 Steady 6
PAN 6 Penurunan 3 Kenaikan 4 Kenaikan 5 Steady 5
PKB 0 Kenaikan 1 Steady 1 Steady 1 Kenaikan 5
Demokrat (baru) 7 Kenaikan 14 Penurunan 4 Steady 4 Penurunan 2
PSI (baru) 0 Steady 0 Kenaikan 2
PPP 4 Penurunan 2 Kenaikan 4 Penurunan 2 Steady 2
Hanura (baru) 1 Kenaikan 4 Penurunan 0 Steady 0
PBB 1 Steady 1 Penurunan 0 Steady 0 Steady 0
PDS (baru) 1 Steady 1
Jumlah Anggota 45 Kenaikan 50 Steady 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 8 Kenaikan 11 Penurunan 9 Penurunan 8 Kenaikan 9


Kecamatan

Kota Bekasi memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.409.083 jiwa dengan luas wilayah 206,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km².[20][21]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Kodepos[22] Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.75.07 Bantar Gebang 17151-17154 4
32.75.02 Bekasi Barat 17134-17139 5
32.75.04 Bekasi Selatan 17141-17148 5
32.75.01 Bekasi Timur 17111-17118 4
32.75.03 Bekasi Utara 17121-17126 6
32.75.09 Jatiasih 17421-17426 6
32.75.10 Jatisampurna 17432-17436 5
32.75.06 Medan Satria 17181-17184 4
32.75.11 Mustika Jaya 17165-17168 4
32.75.08 Pondok Gede 17411-17417 5
32.75.12 Pondok Melati 17441-17446 4
32.75.05 Rawalumbu 17174-17177 4
TOTAL 56


Demografi

Penduduk

Berdasarkan sensus tahun 2010, Kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan Kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[23]

Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, di antaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxy City.

Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di Kecamatan Bekasi Utara. Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

Suku bangsa

Penduduk Kota Bekasi termasuk kota yang beragam suku bangsa. Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2000, sebagian besar penduduk Kota Bekasi adalah orang Jawa, Betawi, dan suku aslinya Sunda. Jumlah yang signifikan juga berasal dari suku Batak dan Minangkabau. Suku Jawa menempati urutan pertama sebagai suku terbanyak di kota ini. Keberagaman suku bangsa di Kota Bekasi memengaruhi perbedaan budaya dan adat istiadat masyarakat Kota Bekasi. Berikut adalah besaran penduduk Kota Bekasi berdasarkan suku bangsa pada Sensus Penduduk tahun 2000;[24] Penduduk Kota Bekasi merupakan gambaran dari keragaman suku bangsa yang khas bagi Indonesia. Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia tahun 2000, komposisi suku bangsa di Kota Bekasi menunjukkan variasi yang signifikan.

No Suku Jumlah 2000 %
1 Jawa 523.740 31,60%
2 Betawi 473.309 28,56%
3 Sunda 337.016 20,34%
4 Batak 78.149 4,71%
5 Minangkabau 50.779 3,06%
6 Tionghoa 13.476 0,81%
7 Cirebon 4.622 0,28%
8 Suku lainnya 176.421 10,64%
Kota Bekasi 1.657.512 100%

Ekonomi

Tahun Jumlah penduduk
2006 1.773.470
2010 2.336.489
2020 3.431.480
Sejarah Kependudukan Kota Bekasi

Ekonomi Bekasi ditunjang oleh kegiatan perdagangan, perhotelan, dan restoran. Pada awalnya pusat pertokoan di Bekasi hanya berkembang di sepanjang Jalan Ir H. Juanda yang membujur sepanjang 3 km dari alun-alun kota hingga Terminal Bekasi. Di jalan ini terdapat berbagai pusat pertokoan yang dibangun sejak tahun 1978.

Selanjutnya sejak tahun 1993, kawasan sepanjang Jalan Ahmad Yani berkembang menjadi kawasan perdagangan seiring dengan munculnya beberapa mall serta sentra niaga. Pertumbuhan kawasan perdagangan terus berkembang hingga Jalan K.H. Noer Ali, Kranji, dan Kota Harapan Indah.

Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang tinggi membuat Kota Bekasi kini memiliki banyak pusat perbelanjaan modern meliputi Grand Mall Bekasi, Grand Galaxy Park, Summarecon Mal Bekasi, Grand Metropolitan Mall

Selain itu keberadaan kawasan industri di kota ini, juga menjadi mesin pertumbuhan ekonominya, dengan menempatkan industri pengolahan sebagai yang utama. Lokasi industri di Kota Bekasi terdapat di kawasan Rawa Lumbu dan Medan Satria.

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang dapat menggambarkan kinerja perekonomian di suatu wilayah. Kecuali pada tahun 2004, pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi selalu di atas Jawa Barat dan Indonesia. Pada tahun 2004 ekonomi Kota Bekasi tumbuh 5,38% dan pertumbuhan ini lebih tinggi dari Jawa Barat (4,77%) tetapi di bawah LPE Indonesia yang mencapai 5,50%.

Pada tahun 2005 dengan 5,65%, LPE Kota Bekasi sedikit lebih tinggi dari Jawa Barat dan Indonesia dengan 5,62% dan 5,55%. Demikian pula pada tahun 2006, LPE Kota Bekasi yang mencapai 6,07% masih lebih baik dibandingkan Jawa Barat dan Indonesia yang hanya mencapai 6,01% dan 5,48%.[25]

Pendidikan

Kota Bekasi memiliki sekitar 3.110 sekolah, 62.852 siswa dan 2.260 guru.

Perguruan Tinggi

Kesehatan

Rumah Sakit

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)

  • Puskesmas Aren Jaya
  • Puskesmas Bantar Gebang
  • Puskesmas Bintara
  • Puskesmas Bojong Rawalumbu
  • Puskesmas Jakamulya
  • Puskesmas Jati Asih
  • Puskesmas Jati Bening
  • Puskesmas Jati Luhur
  • Puskesmas Jati Makmur
  • Puskesmas Jati Rahayu
  • Puskesmas Jati Sampurna
  • Puskesmas Jati Warna
  • Puskesmas Kaliabang Tengah
  • Puskesmas Karang Kitri
  • Puskesmas Kota Baru
  • Puskesmas Margajaya
  • Puskesmas Margamulya
  • Puskesmas Mustika Jaya
  • Puskesmas Pejuang
  • Puskesmas Pekayon Jaya
  • Puskesmas Pengasinan
  • Puskesmas Perumnas II
  • Puskesmas Pondok Gede
  • Puskesmas Rawa Tembaga
  • Puskesmas Seroja

Transportasi

Stasiun kereta api

Kota Bekasi memiliki 1 stasiun utama, 3 stasiun KRL Commuter Line, dan empat stasiun LRT Jabodebek. Stasiun Bekasi adalah stasiun kereta api utama di Kota Bekasi dan sekitarnya terutama bagi layanan kereta api antarkota dan KRL Commuter Line. Stasiun kereta api lainnya di kota tersebut, diantaranya stasiun Kranji dan Bekasi Timur yang melayani KRL Commuter Line Cikarang, sedangkan stasiun angkutan massal yang melayani layanan lintas rel terpadu Lin Bekasi adalah stasiun Jati Bening Baru, Cikunir 1 dan 2, serta Bekasi Barat yang terletak di Jalan Jenderal A. Yani di Kecamatan Bekasi Selatan.

Ruas jalan tol

Kota Bekasi memiliki akses jalan tol menuju ke pusat kota meliputi:

Infrastruktur

Untuk melayani warga Bekasi, tersedia bus antarkota dan dalam kota yang mengangkut penumpang ke berbagai jurusan. KRL Commuter Line jurusan Bekasi-Jakarta Kota mengangkut warga Bekasi yang bekerja di Jakarta.

Di Kota Bekasi banyak digunakan angkutan kota berupa minibus, berpenumpang maksimal 12 orang, yang biasa disebut KOASI (Koperasi Angkutan Bekasi). KOASI melayani dari Terminal Bekasi menuju berbagai perumahan di wilayah Kota Bekasi.

Sedangkan becak masih digunakan sebagai sarana angkutan dalam perumahan. Peningkatan jumlah ojek terjadi secara signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Ojek digunakan untuk transportasi jarak dekat (2 – 5 km) dan juga di dalam perumahan.

Catatan

  1. ^ atau diakronimkan menjadi Jabodetabekpunjur,

Referensi

  1. ^ a b c "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2023" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 13 Maret 2024. 
  3. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diakses tanggal 19 Oktober 2023. 
  4. ^ "Kota Bekasi Dalam Angka 2020". Badan Pusat Statistik Kota Bekasi. 09 Februari 2022. Diakses tanggal 2021-02-05. 
  5. ^ McGee, T.G. (1996). The mega-urban regions of Southeast Asia. UBC Press. ISBN 0-7748-0548-X. 
  6. ^ "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2024-05-29. 
  7. ^ mediaindonesia.com. "DPR dan Kemendagri Didesak Realisasikan Kabupaten Bogor Timur". mediaindonesia.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-06-29. Diakses tanggal 2022-07-27. 
  8. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-04-22. Diakses tanggal 2023-04-22. 
  9. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2023-04-22. 
  10. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2023-04-22. 
  11. ^ "Buku Prakiraan Musim Hujan 2023-2024 – Rerata Curah Hujan Kota Bekasi Zona Musim 183, 205, dan 207 periode 1991-2020" (PDF). BMKG. hlm. 132. Diakses tanggal 14 September 2023. 
  12. ^ "Bekasi, Jawa Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  13. ^ "Bekasi Timur, Jawa Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  14. ^ "Bekasi, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  15. ^ "Kronologi Penangkapan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad di Bali". detikcom. 21 Maret 2012. Diakses tanggal 21 Maret 2012. 
  16. ^ Aji, M Rosseno (5 Januari 2022). "Breaking News: OTT KPK, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Ditangkap". Tempo.co. Diakses tanggal 6 Januari 2022. [pranala nonaktif permanen]
  17. ^ "Kota Bekasi Dalam Angka Tahun 2010". Badan Pusat Statistik Kota Bekasi. 03-12-2010. Diakses tanggal 23-02-2023. 
  18. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Bekasi 2014-2019
  19. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Bekasi 2019-2024
  20. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  21. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  22. ^ Kode Pos Kota Bekasi
  23. ^ poskota.co.id Bekasi Utara Terpadat Penduduknya di Kota Bekasi Diarsipkan 2021-10-23 di Wayback Machine.
  24. ^ "Karakteristik Penduduk Jawa Barat Hasil Sensus Penduduk 2000" (pdf). www.jabar.bps.go.id. 1 November 2001. hlm. 72. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-01-19. Diakses tanggal 10 Mei 2022. 
  25. ^ "Pertumbuhan Eknomi Kota Bekasi 2004-2006 di situs Sistem Investasi Daerah Kota Bekasi". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-10-22. Diakses tanggal 2013-10-14. 

Pranala luar

Etimologi

Nama Bekasi berasal dari kata Bagasasi yang artinya sama dengan Candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yaitu nama sungai yang melewati kota ini.

Sejarah

Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri, itulah sebutan Bekasi tempo dahulu sebagai ibu kota Kerajaan Tarumanagara. Luas Kerajaan ini mencakup wilayah Bekasi, Sunda Kelapa (Jakarta), Pasir Awi (Cibarusah), Depok, Cibinong, Bogor, hingga ke wilayah Purwalingga.

Menurut para ahli sejarah dan fisiologi, letak Dayeuh Sundasembawa atau Jayagiri sebagai ibu kota Tarumanagara adalah di wilayah Bekasi sekarang. Dayeuh Sundasembawa inilah daerah asal Maharaja Tarusbawa (669–723 M) pendiri Kerajaan Sunda dan seterusnya menurunkan Raja-raja Sunda sampai generasi ke-40 yaitu Ratu Ragumulya (1567–1579 M).

Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi informasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Di antaranya dengan ditemukannya 4 prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jaya Dewa) yang ditulis dalam 5 lembar lempeng tembaga.

Sejak abad ke-5 Masehi pada masa Kerajaan Tarumanagara, abad ke-8 Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Pajajaran pada abad ke-14, Bekasi menjadi wilayah kekuasaan karena merupakan salah satu daerah strategis, yakni sebagai penghubung antara Pelabuhan Sunda Kelapa (Jakarta).

Cibarusah
Sebelum kemerdekaan, dimana Wilayah Bekasi Selatan masih menjadi bagian dari kawedanan Tjibaroesa/Cibarusah Buitenzorg/Bogor. Peta ini dibuat oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada tahun 1933. [1]

Sejarah Sebelum Tahun 1949

Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari zaman ke zaman, sejak zaman Hindia Belanda, pendudukan militer Jepang, perang kemerdekaan, dan zaman Republik Indonesia. Di zaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu kehidupan masyarakatnya masih dikuasai oleh para tuan tanah keturunan Tionghoa.[butuh rujukan]

Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut mengubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran, dan Gun Matraman.

Setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan, dan Kun menjadi Desa atau Kelurahan. Saat itu ibu kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede).

Pada waktu itu Bupati Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja. Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk ke dalam wilayah Batavia en Omelanden. Sementara, batas Pondok Gede, Kali Bekasi, dan Serangbaroe ke Selatan yaitu wilayah Kranggan (Jatisampurna), Awirangan, Setu, hingga sampai Wilayah Tjibaroesa/Cibarusah), Buitenzorg Masuk menjadi bagian dari. Negara Pasundan. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Karawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad van Nederlandsch Indie 1948 No.178 Negara Pasundan.[2]

Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi

Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di Alun-alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut:

"Rakyat Bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia."

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan, dan wilayah pelimpahan dari Kawedanan Tjibaroesa (Buitenzorg) yaitu: Kecamatan Cibarusah, Kecamatan Serang Baru, Desa Kranggan (Sekarang Kecamatan Jatisampurna), serta sebagian Kecamatan Setu. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto "SWATANTRA WIBAWA MUKTI".

Kewedanannya sendiri adalah:

  1. Kewedanan Bekasi
    • Kecamatan Bekasi terdiri atas 9 desa
    • Kecamatan Babelan terdiri atas 6 desa
    • Kecamatan Cilincing terdiri atas 3 desa
    • Kecamatan Pondok Gede terdiri atas 7 desa
  2. Kewedanan Tambun
    • Kecamatan Tambun terdiri atas 8 desa
    • Kecamatan Setu terdiri atas 9 desa
    • Kecamatan Cibitung terdiri atas 7 desa
  3. Kewedanan Cikarang
    • Kecamatan Cikarang terdiri atas 7 desa
    • Kecamatan Lemababang terdiri atas 8 desa
    • Kecamatan Cibarusa terdiri atas 11 desa
  4. Kewedanan Serengseng
    • Kecamatan Sukatani terdiri atas 9 desa
    • Kecamatan Pebayuran terdiri atas 6 desa
    • Kecamatan Cabangbungin terdiri atas 5 desa

Pada tahun 1960 Kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke Kota Bekasi (Jalan Ir H. Juanda, Kota Bekasi). Kemudian pada tahun 1982, saat bupati dijabat oleh Bapak H. Abdul Fatah Gedung Perkantoran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi kembali dipindahkan ke Jalan Ahmad Yani No.1, Kabupaten Bekasi. Hal ini dilakukan karena perkembangan Bekasi yang sangat pesat sehingga bahkan dibentuk Kota Administratif Bekasi.

Kota Administratif Bekasi sendiri dibentuk pada tahun 1981 dari Kecamatan Bekasi (16 kelurahan dan 8 desa) dan sebagian dari Kecamatan Tambun (2 kelurahan, serta sebagian dari 2 desa) dengan 4 kecamatan yang terbagi ke 18 kelurahan dan 8 desa melalui Peraturan Pemerintah (PP) nomor 48 tahun 1981.

Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan wali kota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono dari tahun 1982 hingga 1988. Tahun 1988 Wali kota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi dari tahun 1988 hingga 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H. Khailani AR dari tahun 1991 hingga 1997.

Pada perkembangannya, Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang makin tinggi. Dengan begitu status Kota Administratif Bekasi kembali ditingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang "Kota") melalui Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1996 yang menambahkan tiga kecamatan, yakni kecamatan Pondokgede, Jatiasih, dan Bantargebang.[3]

Selanjutnya dengan terjadinya reformasi, penambahan kecamatan dan kelurahan dilakukan melalui peraturan daerah. Yang pertama adalah Peraturan Daerah Kota Bekasi Nomor 03 Tahun 2000 terkait pembentukan Kecamatan Jatisampurna dari Pondokgede, yang dilanjutkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi Nomor 14 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Wilayah Administrasi Kecamatan Kota Bekasi[4] mengatur pembentukan dua kecamatan baru, yakni: Rawalumbu dari Bekasi Timur; dan Medan Satria dari Bekasi Barat. Dengan demikian, pembagian adminisitratif Kota Bekasi pada tahun 2000 adalah 10 Kecamatan, yang dibagi lagi menjadi 35 Kelurahan dan 17 Desa.

Perda Kota Bekasi Nomor 02 Tahun 2002[5] tentang Penetapan Kelurahan mengatur bahwa seluruh desa yang ada di Kota Bekasi berubah status menjadi kelurahan. Dengan demikian, pembagian adminisitratif Kota Bekasi pada tahun 2002 menjadi 10 Kecamatan dan 52 Kelurahan.

Kemudian pada tahun 2004, muncul lagi Perda Kota Bekasi Nomor 04 Tahun 2004[6] yang mengubah Perda Nomor 14 Tahun 2000. Perda ini membentuk 2 Kecamatan; Mustika Jaya dari Bantargebang; dan Pondok Melati dari Jatisampurna dan Pondokgede; serta menambah kelurahan baru. Hal ini menyebabkan pembagian adminisitratif Kota Bekasi menjadi seperti sekarang ini, dengan 12 Kecamatan dan 56 Kelurahan.

Geografi

Batas Wilayah

Kota Bekasi memiliki luas wilayah sekitar 210,49 km², dengan batas wilayah Kota Bekasi adalah:

Utara Kabupaten Bekasi
Timur Kabupaten Bekasi
Selatan Kabupaten Bogor dan Kota Depok
Barat Provinsi DKI Jakarta

Topografi

Kondisi topografi Kota Bekasi dengan kemiringan antara 0–2 % dan terletak pada ketinggian antara 11–81 m di atas permukaan air laut.

  1. Ketinggian ≥ 25 m: Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Timur, dan Kecamatan Pondok Gede.
  2. Ketinggian 25–100 m: Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Mustika Jaya, Kecamatan Pondok Melati, dan Kecamatan Jati Asih.

Wilayah dengan ketinggian dan kemiringan rendah yang menyebabkan daerah tersebut banyak genangan, terutama pada saat musim hujan yaitu: Kecamatan Jati Asih, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Rawalumbu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Barat, dan Kecamatan Pondok Melati.

Hidrologi

Kondisi hidrologi Kota Bekasi dibedakan menjadi dua:

Air permukaan, mencakup kondisi air hujan yang mengalir ke sungai-sungai

Wilayah Kota Bekasi dialiri 3 sungai utama yaitu Sungai Cakung, Kali Bekasi, dan Kali Sunter, beserta anak-anak sungainya. Kali Bekasi berhulu di pertemuan dua sungai yaitu Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi yang berasal dari gunung pada ketinggian kurang lebih 1.500 meter dari permukaan air.

Air permukaan yang terdapat di wilayah Kota Bekasi meliputi Kali Bekasi dan beberapa sungai atau kali kecil, serta Saluran Irigasi Tarum Barat yang selain digunakan untuk mengairi sawah juga merupakan sumber air baku bagi kebutuhan air minum wilayah Bekasi (Kota dan Kabupaten) dan wilayah Provinsi DKI Jakarta. Kondisi air permukaan Kali Bekasi saat ini tercemar oleh limbah industri yang terdapat di bagian selatan wilayah Kota Bekasi (industri di wilayah Kabupaten Bogor).[butuh rujukan]

Air Tanah

Kondisi air tanah di wilayah Kota Bekasi sebagian cukup potensial untuk digunakan sebagai sumber air bersih terutama di wilayah selatan Kota Bekasi, tetapi untuk daerah yang berada di sekitar TPA Bantar Gebang kondisi air tanahnya kemungkinan besar sudah tercemar.[butuh rujukan]

Iklim

Wilayah Kota Bekasi secara umum tergolong pada iklim muson tropis (Am) dengan tingkat kelembapan yang tinggi yakni sebesar ±78%. Kondisi lingkungan sehari-hari sangat panas. Hal ini terlebih dipengaruhi oleh tata guna lahan yang meningkat terutama industri atau perdagangan dan permukiman. Suhu udara harian diperkirakan berkisar antara 24 °C–33 °C. Oleh karena wilayahnya yang beriklim muson tropis, Kota Bekasi mengalami dua musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau.

Musim kemarau di Kota Bekasi dipengaruhi oleh angin muson timur–tenggara yang bersifat kering berembus sejak awal bulan Mei hingga bulan September dengan bulan terkering yaitu bulan Agustus. Sementara itu, musim penghujan di kota Bekasi dipengaruhi oleh angin muson barat daya–barat laut yang bersifat basah & lembap dan biasanya bertiup pada bulan November hingga bulan Maret dengan puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari yang curah hujan bulanannya lebih dari 300 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Kota Bekasi berada pada angka 1.600–2.000 milimeter per tahunnya dengan jumlah hari hujan ≥130 hari hujan.


Data iklim Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.4
(86.7)
30.2
(86.4)
31.9
(89.4)
32.7
(90.9)
33
(91)
32.4
(90.3)
32.8
(91)
33.5
(92.3)
34.9
(94.8)
35
(95)
33.4
(92.1)
31.9
(89.4)
32.67
(90.78)
Rata-rata harian °C (°F) 27
(81)
27.2
(81)
27.9
(82.2)
28.4
(83.1)
28
(82)
27.6
(81.7)
27.2
(81)
27.5
(81.5)
28
(82)
29.4
(84.9)
28.3
(82.9)
27.9
(82.2)
27.87
(82.13)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.6
(74.5)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24
(75)
24
(75)
23.1
(73.6)
22.7
(72.9)
22.8
(73)
23.1
(73.6)
23.8
(74.8)
24
(75)
23.9
(75)
23.54
(74.33)
Presipitasi mm (inci) 328
(12.91)
345
(13.58)
213
(8.39)
185
(7.28)
118
(4.65)
77
(3.03)
57
(2.24)
37
(1.46)
56
(2.2)
119
(4.69)
192
(7.56)
209
(8.23)
1.936
(76,22)
Rata-rata hari hujan 21 22 19 16 10 6 4 2 4 11 17 18 150
% kelembapan 84 83 82 81 80 78 76 73 74 75 77 80 78.6
Rata-rata sinar matahari bulanan 141 162 201 244 258 250 285 299 264 256 208 182 2.750
Sumber #1: BMKG[7]
Sumber #2: Climate-Data.org[8][9] & Weatherbase[10]

Permukiman

Jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini lebih dari 2,4 juta jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, yaitu Kecamatan Pondok Gede, Kecamatan Jatisampurna, Kecamatan Jati Asih, Kecamatan Bantar Gebang, Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Rawa Lumbu, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Medan Satria, Kecamatan Bekasi Utara, Kecamatan Mustika Jaya, dan Kecamatan Pondok Melati.

Dari total luas wilayahnya, lebih dari 50% sudah menjadi kawasan efektif perkotaan dengan 90% kawasan perumahan, 4% kawasan industri, 3% kawasan perdagangan, dan sisanya untuk bangunan lainnya.

Pemerintahan

Daftar Wali kota

No. Potret Wali Kota Administratif
(lahir–wafat)
Mulai menjabat Akhir menjabat Masa Jabatan Partai Prd. Wakil Wali Kota Ket.
1 H.
Soedjono
1982 1988 Non Partisan 1
2 Drs.
Andi Sukardi
1988 1991 Non Partisan 2
3 Drs. H.
Khailani AR
1991 1997 Non Partisan 3
No. Potret Wali Kota
(lahir–wafat)
Mulai menjabat Akhir menjabat Masa Jabatan Partai Prd. Wakil Wali Kota Ket.
Drs. H.
Khailani AR
10 Maret 1997 23 Februari 1998 350 hari Non Partisan
1 Nonon Sontanie
(1943–2006)
23 Februari 1998 10 Maret 2003 5 tahun, 15 hari Non Partisan 4
2 Akhmad Zurfaih
(1952–2011)
10 Maret 2003 10 Maret 2008 5 tahun, 0 hari Partai Golongan Karya 5 Mochtar Mohamad
3 Mochtar Mohamad
(l. 1964)
10 Maret 2008 3 Mei 2012 4 tahun, 54 hari PDIP 6 Rahmat Effendi [Ket. 1]
Rahmat Effendi
(l. 1964)
3 Mei 2012 10 Maret 2013 311 hari Golkar [Ket. 2]
4 10 Maret 2013 10 Maret 2018 5 tahun, 0 hari 7 Ahmad Syaikhu
Ruddy Gandakusumah 13 Maret 2018 31 Agustus 2018 171 hari Non Partisan
Toto Muhamad Toha 31 Agustus 2018 20 September 2018 20 hari Non Partisan
(4) Rahmat Effendi
(l. 1964)
20 September 2018 7 Januari 2022 3 tahun, 109 hari Golkar 8 Tri Adhianto Tjahyono [Ket. 3]
Tri Adhianto Tjahyono
(l. 1970)
7 Januari 2022 21 Agustus 2023 1 tahun, 226 hari PDIP [Ket. 4]
5 21 Agustus 2023 20 September 2023 30 hari
Raden Gani Muhamad 20 September 2023 Sekarang 300 hari Non Partisan
  Independen
  Partai Golongan Karya
  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan


Catatan
  1. ^ Diberhentikan atas dugaan kasus korupsi[11]
  2. ^ Pelaksana tugas
  3. ^ Diberhentikan atas dugaan kasus korupsi[12]
  4. ^ Pelaksana tugas

Dewan Perwakilan

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Bekasi dalam lima periode terakhir.[13][14][15]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024 2024-2029
PKS 11 Penurunan 10 Penurunan 7 Kenaikan 12 Penurunan 11
PDI-P 6 Kenaikan 8 Kenaikan 12 Steady 12 Penurunan 9
Golkar 9 Penurunan 6 Kenaikan 8 Steady 8 Steady 8
Gerindra (baru) 3 Kenaikan 6 Steady 6 Steady 6
PAN 6 Penurunan 3 Kenaikan 4 Kenaikan 5 Steady 5
PKB 0 Kenaikan 1 Steady 1 Steady 1 Kenaikan 5
Demokrat (baru) 7 Kenaikan 14 Penurunan 4 Steady 4 Penurunan 2
PSI (baru) 0 Steady 0 Kenaikan 2
PPP 4 Penurunan 2 Kenaikan 4 Penurunan 2 Steady 2
Hanura (baru) 1 Kenaikan 4 Penurunan 0 Steady 0
PBB 1 Steady 1 Penurunan 0 Steady 0 Steady 0
PDS (baru) 1 Steady 1
Jumlah Anggota 45 Kenaikan 50 Steady 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 8 Kenaikan 11 Penurunan 9 Penurunan 8 Kenaikan 9


Kecamatan

Kota Bekasi memiliki 12 kecamatan dan 56 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.409.083 jiwa dengan luas wilayah 206,61 km² dan sebaran penduduk 4.035 jiwa/km².[16][17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bekasi, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Kodepos[18] Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.75.07 Bantar Gebang 17151-17154 4
32.75.02 Bekasi Barat 17134-17139 5
32.75.04 Bekasi Selatan 17141-17148 5
32.75.01 Bekasi Timur 17111-17118 4
32.75.03 Bekasi Utara 17121-17126 6
32.75.09 Jatiasih 17421-17426 6
32.75.10 Jatisampurna 17432-17436 5
32.75.06 Medan Satria 17181-17184 4
32.75.11 Mustika Jaya 17165-17168 4
32.75.08 Pondok Gede 17411-17417 5
32.75.12 Pondok Melati 17441-17446 4
32.75.05 Rawalumbu 17174-17177 4
TOTAL 56


Demografi

Penduduk

Berdasarkan sensus tahun 2010, Kecamatan Bekasi Utara merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan tertinggi di Kota Bekasi, yakni sebesar 12.237 jiwa/km² dan Kecamatan Bantar Gebang dengan kepadatan 4.310 jiwa/km² menjadi yang terendah.[19]

Sementara pencari kerja di kota ini didominasi oleh tamatan SMA atau sederajat, yakni sekitar 65,6% dari total pencari kerja terdaftar. Sebagai kawasan hunian masyarakat urban, Bekasi banyak membangun kota-kota mandiri, di antaranya Kota Harapan Indah, Kemang Pratama, dan Galaxy City.

Selain itu pengembang Summarecon Agung juga sedang membangun kota mandiri Summarecon Bekasi seluas 240 ha di Kecamatan Bekasi Utara. Seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah ke atas, Bekasi juga gencar melakukan pembangunan apartemen dan pusat perbelanjaan mewah.

Suku bangsa

Penduduk Kota Bekasi termasuk kota yang beragam suku bangsa. Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia 2000, sebagian besar penduduk Kota Bekasi adalah orang Jawa, Betawi, dan suku aslinya Sunda. Jumlah yang signifikan juga berasal dari suku Batak dan Minangkabau. Suku Jawa menempati urutan pertama sebagai suku terbanyak di kota ini. Keberagaman suku bangsa di Kota Bekasi memengaruhi perbedaan budaya dan adat istiadat masyarakat Kota Bekasi. Berikut adalah besaran penduduk Kota Bekasi berdasarkan suku bangsa pada Sensus Penduduk tahun 2000;[20] Penduduk Kota Bekasi merupakan gambaran dari keragaman suku bangsa yang khas bagi Indonesia. Berdasarkan data Sensus Penduduk Indonesia tahun 2000, komposisi suku bangsa di Kota Bekasi menunjukkan variasi yang signifikan.

No Suku Jumlah 2000 %
1 Jawa 523.740 31,60%
2 Betawi 473.309 28,56%
3 Sunda 337.016 20,34%
4 Batak 78.149 4,71%
5 Minangkabau 50.779 3,06%
6 Tionghoa 13.476 0,81%
7 Cirebon 4.622 0,28%
8 Suku lainnya 176.421 10,64%
Kota Bekasi 1.657.512 100%

Ekonomi

Tahun Jumlah penduduk
2006 1.773.470
2010 2.336.489
2020 3.431.480
Sejarah Kependudukan Kota Bekasi

Ekonomi Bekasi ditunjang oleh kegiatan perdagangan, perhotelan, dan restoran. Pada awalnya pusat pertokoan di Bekasi hanya berkembang di sepanjang Jalan Ir H. Juanda yang membujur sepanjang 3 km dari alun-alun kota hingga Terminal Bekasi. Di jalan ini terdapat berbagai pusat pertokoan yang dibangun sejak tahun 1978.

Selanjutnya sejak tahun 1993, kawasan sepanjang Jalan Ahmad Yani berkembang menjadi kawasan perdagangan seiring dengan munculnya beberapa mall serta sentra niaga. Pertumbuhan kawasan perdagangan terus berkembang hingga Jalan K.H. Noer Ali, Kranji, dan Kota Harapan Indah.

Pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk yang tinggi membuat Kota Bekasi kini memiliki banyak pusat perbelanjaan modern meliputi Grand Mall Bekasi, Grand Galaxy Park, Summarecon Mal Bekasi, Grand Metropolitan Mall

Selain itu keberadaan kawasan industri di kota ini, juga menjadi mesin pertumbuhan ekonominya, dengan menempatkan industri pengolahan sebagai yang utama. Lokasi industri di Kota Bekasi terdapat di kawasan Rawa Lumbu dan Medan Satria.

Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang dapat menggambarkan kinerja perekonomian di suatu wilayah. Kecuali pada tahun 2004, pertumbuhan ekonomi Kota Bekasi selalu di atas Jawa Barat dan Indonesia. Pada tahun 2004 ekonomi Kota Bekasi tumbuh 5,38% dan pertumbuhan ini lebih tinggi dari Jawa Barat (4,77%) tetapi di bawah LPE Indonesia yang mencapai 5,50%.

Pada tahun 2005 dengan 5,65%, LPE Kota Bekasi sedikit lebih tinggi dari Jawa Barat dan Indonesia dengan 5,62% dan 5,55%. Demikian pula pada tahun 2006, LPE Kota Bekasi yang mencapai 6,07% masih lebih baik dibandingkan Jawa Barat dan Indonesia yang hanya mencapai 6,01% dan 5,48%.[21]

Pendidikan

Kota Bekasi memiliki sekitar 3.110 sekolah, 62.852 siswa dan 2.260 guru.

Perguruan Tinggi

Kesehatan

Rumah Sakit

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)

  • Puskesmas Aren Jaya
  • Puskesmas Bantar Gebang
  • Puskesmas Bintara
  • Puskesmas Bojong Rawalumbu
  • Puskesmas Jakamulya
  • Puskesmas Jati Asih
  • Puskesmas Jati Bening
  • Puskesmas Jati Luhur
  • Puskesmas Jati Makmur
  • Puskesmas Jati Rahayu
  • Puskesmas Jati Sampurna
  • Puskesmas Jati Warna
  • Puskesmas Kaliabang Tengah
  • Puskesmas Karang Kitri
  • Puskesmas Kota Baru
  • Puskesmas Margajaya
  • Puskesmas Margamulya
  • Puskesmas Mustika Jaya
  • Puskesmas Pejuang
  • Puskesmas Pekayon Jaya
  • Puskesmas Pengasinan
  • Puskesmas Perumnas II
  • Puskesmas Pondok Gede
  • Puskesmas Rawa Tembaga
  • Puskesmas Seroja

Transportasi

Stasiun kereta api

Kota Bekasi memiliki 1 stasiun utama, 3 stasiun KRL Commuter Line, dan empat stasiun LRT Jabodebek. Stasiun Bekasi adalah stasiun kereta api utama di Kota Bekasi dan sekitarnya terutama bagi layanan kereta api antarkota dan KRL Commuter Line. Stasiun kereta api lainnya di kota tersebut, diantaranya stasiun Kranji dan Bekasi Timur yang melayani KRL Commuter Line Cikarang, sedangkan stasiun angkutan massal yang melayani layanan lintas rel terpadu Lin Bekasi adalah stasiun Jati Bening Baru, Cikunir 1 dan 2, serta Bekasi Barat yang terletak di Jalan Jenderal A. Yani di Kecamatan Bekasi Selatan.

Ruas jalan tol

Kota Bekasi memiliki akses jalan tol menuju ke pusat kota meliputi:

Infrastruktur

Untuk melayani warga Bekasi, tersedia bus antarkota dan dalam kota yang mengangkut penumpang ke berbagai jurusan. KRL Commuter Line jurusan Bekasi-Jakarta Kota mengangkut warga Bekasi yang bekerja di Jakarta.

Di Kota Bekasi banyak digunakan angkutan kota berupa minibus, berpenumpang maksimal 12 orang, yang biasa disebut KOASI (Koperasi Angkutan Bekasi). KOASI melayani dari Terminal Bekasi menuju berbagai perumahan di wilayah Kota Bekasi.

Sedangkan becak masih digunakan sebagai sarana angkutan dalam perumahan. Peningkatan jumlah ojek terjadi secara signifikan seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Ojek digunakan untuk transportasi jarak dekat (2 – 5 km) dan juga di dalam perumahan.

Catatan

Referensi

  1. ^ "Instagram". www.instagram.com. Diakses tanggal 2024-05-29. 
  2. ^ mediaindonesia.com. "DPR dan Kemendagri Didesak Realisasikan Kabupaten Bogor Timur". mediaindonesia.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-06-29. Diakses tanggal 2022-07-27. 
  3. ^ "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 14 Februari 2022. 
  4. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-04-22. Diakses tanggal 2023-04-22. 
  5. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2023-04-22. 
  6. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-04-26. Diakses tanggal 2023-04-22. 
  7. ^ "Buku Prakiraan Musim Hujan 2023-2024 – Rerata Curah Hujan Kota Bekasi Zona Musim 183, 205, dan 207 periode 1991-2020" (PDF). BMKG. hlm. 132. Diakses tanggal 14 September 2023. 
  8. ^ "Bekasi, Jawa Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  9. ^ "Bekasi Timur, Jawa Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  10. ^ "Bekasi, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  11. ^ "Kronologi Penangkapan Wali Kota Bekasi Mochtar Muhammad di Bali". detikcom. 21 Maret 2012. Diakses tanggal 21 Maret 2012. 
  12. ^ Aji, M Rosseno (5 Januari 2022). "Breaking News: OTT KPK, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Ditangkap". Tempo.co. Diakses tanggal 6 Januari 2022. [pranala nonaktif permanen]
  13. ^ "Kota Bekasi Dalam Angka Tahun 2010". Badan Pusat Statistik Kota Bekasi. 03-12-2010. Diakses tanggal 23-02-2023. 
  14. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Bekasi 2014-2019
  15. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Bekasi 2019-2024
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  18. ^ Kode Pos Kota Bekasi
  19. ^ poskota.co.id Bekasi Utara Terpadat Penduduknya di Kota Bekasi Diarsipkan 2021-10-23 di Wayback Machine.
  20. ^ "Karakteristik Penduduk Jawa Barat Hasil Sensus Penduduk 2000" (pdf). www.jabar.bps.go.id. 1 November 2001. hlm. 72. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2023-01-19. Diakses tanggal 10 Mei 2022. 
  21. ^ "Pertumbuhan Eknomi Kota Bekasi 2004-2006 di situs Sistem Investasi Daerah Kota Bekasi". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-10-22. Diakses tanggal 2013-10-14. 

Pranala luar

Baca informasi lainnya yang berhubungan dengan : Kota Bekasi

Baca artikel lainnya :

1917 fire which destroyed two-thirds of Thessaloniki, Greece This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed.Find sources: Great Thessaloniki Fire of 1917 – news · newspapers · books · scholar · JSTOR (March 2011) (Learn how and when to remove this template message) Aftermath of the fire The fire as seen from the quay in 191…

2007 American filmMeet BillTheatrical release posterDirected byBernie GoldmannMelisa WallackWritten byMelisa WallackProduced byFisher StevensJohn PenottiStarring Aaron Eckhart Jessica Alba Elizabeth Banks Timothy Olyphant Logan Lerman CinematographyPeter Lyons CollisterEdited by Greg Hayden Nick Moore Music byEdward ShearmurDistributed byFirst Look InternationalRelease dates September 8, 2007 (2007-09-08) (Toronto International Film Festival) April 4, 2008 (2008…

Cet article est une ébauche concernant un architecte belge. Vous pouvez partager vos connaissances en l’améliorant (comment ?) selon les recommandations des projets correspondants. Pour les articles homonymes, voir Viérin. Joseph Viérin L'Hôtel de ville de Dixmude Présentation Naissance 10 mai 1872Courtrai Décès 23 février 1949 (à 76 ans)Bruges Nationalité belge modifier  Joseph (Jos) Vierin (1872-1949), est un architecte belge qui a été échevin de Bruges. Biograph…

Ця стаття містить правописні, лексичні, граматичні, стилістичні або інші мовні помилки, які треба виправити. Ви можете допомогти вдосконалити цю статтю, погодивши її із чинними мовними стандартами. Лариса Долінарос. Лариса Долина ЗображенняОсновна інформаціяПовне ім'я Ла…

Trabajo en suelo (equitación). Grabado histórico de un caballo que es trabajado por un entrenador con una línea llamada longe. Hacer suelo con un cabestro proporciona poco control, pero es conveniente para el ejercicio básico. El trabajo con cuerda o trabajo en suelo es una técnica de educación y entrenamiento de un caballo, en la cual el entrenador interactúa con el animal por intermedio de una cuerda; el caballo generalmente trota o galopa en círculos alrededor del entrenador. Este eje…

Woltwiesche Gemeinde Lengede Wappen von Woltwiesche Koordinaten: 52° 12′ N, 10° 17′ O52.204453410.2780396Koordinaten: 52° 12′ 16″ N, 10° 16′ 41″ O Einwohner: 2184 (31. Dez. 2020)[1] Eingemeindung: 1. Juli 1972 Postleitzahl: 38268 Vorwahl: 05344 Woltwiesche (Niedersachsen) Lage von Woltwiesche in Niedersachsen Woltwiesche ist ein Ortsteil der Gemeinde Lengede im Landkreis Peine in Niedersachsen. Inhaltsverzei…

Esta página cita fontes, mas que não cobrem todo o conteúdo. Ajude a inserir referências. Conteúdo não verificável pode ser removido.—Encontre fontes: ABW  • CAPES  • Google (N • L • A) (Dezembro de 2021) Treinador daSeleção Brasileira de Futebol(interino) No cargoFernando Dinizdesde 4 de julho de 2023[1] Designado por Ednaldo Rodriguescomo presidente da CBF Criado em 11 de novembro de 1923 Primeiro titular Chico Netto…

Ольга Василівна БардінаІм'я при народженні О́льга Васи́льевна Ба́рдинаНародилася 23 грудня 1932(1932-12-23)Карші, УзРСР, СРСРПомерла 2001(2001)Поховання Щербинський цвинтарГромадянство  СРСР РосіяДіяльність оперна співачкаAlma mater Національний університет Узбекистану і Де…

Mein Kampf, buku pertama Hitler Daftar buku karya atau tentang Adolf Hitler adalah daftar pustaka bertanda yang memakai rujukan gaya APA. Ada ribuan buku yang ditulis tentang Hitler, karena itu daftar ini dipisah menjadi kelompoka agar mudah dibaca. Ditulis oleh Hitler Hitler, A. (1925). Mein Kampf. ( Online Version - Mein Kampf ) Hitler, A. (1935). Zweites Buch (trans.) Hitler's Second Book: The Unpublished Sequel to Mein Kampf by Adolf Hitler. (Enigma Books: New York, 2006. ISBN 978-1-929631-6…

Bundesplatz Nama lokal Bundesplatz Error {{native name checker}}: parameter value is malformed (help)Lokasi Kota Tua Bern, SwissKode pos 3011Koordinat 46°56′49.25″N 7°26′38.82″E / 46.9470139°N 7.4441167°E / 46.9470139; 7.4441167 Bundesplatz (secara harfiah berarti Lapangan Federal) adalah sebuah lapangan yang terletak di Kota Tua Bern, Swiss. Lapangan ini berada di depan Bundeshaus yang merupakan gedung Parlemen Swiss. Sebelum tahun 1909, lapangan ini dikenal …

1976 single by Leo Sayer You Make Me Feel Like DancingSingle by Leo Sayerfrom the album Endless Flight B-sideMagdalenaReleasedOctober 1976Genre Disco pop R&B Length3:412:50 (7 version)LabelChrysalis (UK)Warner Bros. (US)Songwriter(s)Leo SayerVini Poncia[1][2]Producer(s)Richard PerryLeo Sayer singles chronology Moonlighting (1975) You Make Me Feel Like Dancing (1976) When I Need You (1977) You Make Me Feel Like Dancing is a song credited to British singer Leo Sayer, taken from…

Mexican professional wrestler (born 1952) For the Itza mayan rulers, see Canek. For the Mayan revolutionary, see Jacinto Canek. El CanekEl Canek in 2018.Birth nameFelipe EstradaBorn (1952-06-19) June 19, 1952 (age 71)Frontera, Tabasco, MexicoProfessional wrestling careerRing name(s)Canek / El Canek / KanekPríncipe AzulEl UniversitarioBilled height1.83 m (6 ft 0 in)Billed weight110 kg (243 lb)Trained byEl ChacalFelipe Ham LeeIndio AztecaMacisteEl Remington IDebut197…

Illegal acquisition of a state's territory by another state This article is about the incorporation of additional territory into a nation state. For the incorporation of additional territory into an urban area, see Municipal annexation. Basic Law: Jerusalem, Capital of Israel, passed by the Knesset on 30 July 1980Federal Law Admitting to the Russian Federation the Republic of Crimea, passed by the State Duma on 21 March 2014Two examples of unilateral annexation laws, both illegal under internati…

2002 California State Treasurer election ← 1998 November 5, 2002 2006 →   Nominee Phil Angelides Greg Conlon Party Democratic Republican Popular vote 3,546,583 2,914,138 Percentage 49.30% 40.51% County results Angelides:      40–50%      50–60%      60–70%      70–80% Conlon:      40–50%      50–60%  …

British politician (1736–1810) Sir Henry Strachey, 1st Baronet (23 May 1736 – 3 January 1810) was a British civil servant and politician who sat in the House of Commons for 39 years from 1768 to 1807. Sutton Court, Somerset Life Strachey was the eldest son of Henry Strachey, of Sutton Court, Somerset, and his first wife Helen, daughter of Robert Clerk, a Scottish physician. His grandfather was the geologist John Strachey and his great-grandfather John Strachey was a friend of John Locke. …

село Велика Бузова Країна  Україна Область Полтавська область Район Миргородський район Громада Шишацька селищна громада Облікова картка картка  Основні дані Населення 508 Поштовий індекс 38041 Телефонний код +380 5352 Географічні дані Географічні координати 49°46′59″ п…

Municipality in Potosí Department, BoliviaSan Pedro de QuemesMunicipalitySalar de ChiguanaLocation within Potosí DepartmentSan Pedro de QuemesLocation within BoliviaCoordinates: 21°3′S 68°18′W / 21.050°S 68.300°W / -21.050; -68.300Country BoliviaDepartmentPotosí DepartmentProvinceNor Lípez ProvinceSeatSan Pedro de QuemesArea • Total1,657 sq mi (4,291 km2)Elevation13,000 ft (4,000 m)Population (2001) • …

寂静岭サイレントヒルSilent Hill日版封面类型恐怖生存平台PlayStation、PlayStation Network开发商科乐美发行商科乐美总监外山圭一郎制作人北尾刚三设计师伊藤畅达、佐藤隆喜编剧外山圭一郎[1]程序今村哲裕音乐山冈晃系列寂静岭系列模式单人发行日PlayStation北美:1999年1月31日日本:1999年3月4日欧洲:1999年8月1日PlayStation Network欧洲:2009年3月19日(撤架)北美:2009年9月10日欧…

Church in Vestland, NorwayErvik ChurchErvik kyrkjeView of the church62°10′00″N 5°07′02″E / 62.16673672218°N 5.11733293533°E / 62.16673672218; 5.11733293533LocationStad Municipality,VestlandCountryNorwayDenominationChurch of NorwayChurchmanshipEvangelical LutheranHistoryStatusParish churchFounded1970Consecrated14 June 1970ArchitectureFunctional statusActiveArchitect(s)Olav S.Platou andArnstein ArnebergArchitectural typeLong churchCompleted1970 (53 year…

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini.Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala.Tag ini diberikan pada Februari 2023. Cnemolia ituriensis Klasifikasi ilmiah Kerajaan: Animalia Filum: Arthropoda Kelas: Insecta Ordo: Coleoptera Famili: Cerambycidae Genus: Cnemolia Spesies: Cnemolia ituriensis Cnemolia ituriensis adalah spesies kumbang tanduk panjang yang tergolong famili …

Kembali kehalaman sebelumnya

Lokasi Pengunjung: 3.236.116.27