Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Keretek

Dji Sam Soe, contoh rokok kretek buatan Indonesia.

Keretek atau kretek adalah rokok yang berasal dari Indonesia. Kretek terbuat dari tembakau dan cengkih serta dipadukan dengan saus perasa. Asal usul nama "Kretek" berasal dari suara rokok saat dihisap. Rokok ini sudah diproduksi menguunakan lapisan kertas halus sejak abad ke 19 dan pada saat ini rokok kretek adalah rokok yang paling banyak dihisap di Indonesia, sedangkan bentuk sebelumnya menggunakan lapisan kulit jagung yang lebih dikenal dengan Kretek Klobot.

Jenis

Terdapat dua jenis rokok kretek yaitu rokok kretek non-filter dan dengan filter. Kretek yang non-filter masih terbagi dari yang tingwe (kependekan dari bahasa Jawa, ngelinting déwé yang berarti melinting sendiri, untuk diartikan sebagai lintingan tangan) tanpa saus tambahan seperti Klobot, Cerutu dan lintingan mesin dengan tambahan saus cengkih. Sedangkan kretek dengan filter berisi semacam gabus yang berfungsi menyaring nikotin dari pembakaran tembakau dan cengkih.

Sejarah

Cengkih kering yang menjadi bahan pembuatan rokok kretek.

Kisah kretek bermula dari Kota Ponorogo, Para Warok Ponorogo menghisap Rokok Kretek yang dilapisi klobot dari kulit Jagung, rokok jenis ini dikenal dengan Kretek Klobot atau Rokok Klobot. Perilaku Warok yang merokok Kretek Klobot sudah berlangsung ratusan tahun. bahkan rokok digunakan sebagai sarana spirititual sebagai sesajen pada pertunjukan Reog.

Kemudian dikota Kudus berdasarkan tutur tentang rokok kretek. Menurut kisah yang hidup dikalangan para pekerja pabrik rokok, riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari pada kurun waktu sekitar akhir abad ke-19. Awalnya, penduduk asli Kudus ini merasa sakit pada bagian dada. Ia lalu mengoleskan minyak cengkih. Setelah itu, sakitnya pun reda. Djamari lantas bereksperimen merajang cengkih dan mencampurnya dengan tembakau untuk dilinting menjadi rokok.[1]

Kala itu melinting rokok sudah menjadi kebiasaan kaum pria. Djamari melakukan modifikasi dengan mencampur cengkih. Setelah rutin menghisap rokok ciptaannya, Djamari merasa sakitnya hilang. Ia mewartakan penemuan ini kepada kerabat dekatnya. Berita ini pun menyebar cepat. Permintaan "rokok obat" ini pun mengalir. Djamari melayani banyak permintaan rokok cengkih. Lantaran ketika dihisap, cengkih yang terbakar mengeluarkan bunyi "keretek", maka rokok temuan Djamari ini dikenal dengan "rokok kretek". Awalnya, kretek ini dibungkus klobot atau daun jagung kering. Dijual per ikat dimana setiap ikat terdiri dari 10, tanpa selubung kemasan sama sekali. Rokok kretek pun kian dikenal. Konon Djamari meninggal pada 1890. Identitas dan asal-usulnya hingga kini masih samar. Hanya temuannya itu yang terus berkembang.

Sepuluh tahun kemudian, penemuan Djamari menjadi dagangan memikat di tangan Nitisemito, perintis industri rokok di Kudus. Bisnis rokok dimulai oleh Nitisemito pada 1906 dan pada 1908 usahanya resmi terdaftar dengan merek "Tjap Bal Tiga". Bisa dikatakan langkah Nitisemito itu menjadi tonggak tumbuhnya industri rokok kretek di Indonesia.

Menurut beberapa babad legenda yang beredar di Jawa, rokok sudah dikenal sudah sejak lama. Bahkan sebelum Haji Djamari dan Nitisemito merintisnya. Tercatat dalam Kisah Roro Mendut, yang menggambarkan seorang putri dari Pati yang dijadikan istri oleh Tumenggung Wiroguno, salah seorang panglima perang kepercayaan Sultan Agung menjual rokok "klobot" (rokok kretek dengan bungkus kulit jangung kering) yang disukai pembeli terutama kaum laki-laki karena rokok itu direkatkan dengan ludahnya.

Awal Usaha Rokok Kretek

Nitisemito seorang buta huruf, putra Ibu Markanah di desa Janggalan dengan nama kecil Rusdi. Ayahnya, Haji Sulaiman adalah kepala desa Janggalan. Pada usia 17 tahun, ia mengubah namanya menjadi Nitisemito. Pada usia tersebut, ia merantau ke Malang, Jawa Timur untuk bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Usaha ini berkembang sehingga ia mampu menjadi pengusaha konfeksi. Namun beberapa tahun kemudian usaha ini kandas karena terlilit hutang. Nitisemito pulang kampung dan memulai usahanya membuat minyak kelapa, berdagang kerbau namun gagal. Ia kemudian bekerja menjadi kusir dokar sambil berdagang tembakau. Saat itulah dia berkenalan dengan Mbok Nasilah, pedagang rokok klobot di Kudus.

Mbok Nasilah, yang juga dianggap sebagai penemu pertama rokok kretek, menemukan rokok kretek untuk menggantikan kebiasaan nginang pada sekitar tahun 1870. Di warungnya, yang kini menjadi toko kain Fahrida di Jalan Sunan Kudus, Mbok nasilah menyuguhkan rokok temuannya untuk para kusir yang sering mengunjungi warungnya. Kebiasaan nginang yang sering dilakukan para kusir mengakibatkan kotornya warung Mbok Nasilah, sehingga dengan menyuguhkan rokok, ia berusaha agar warungnya tidak kotor. Pada awalnya ia mencoba meracik rokok. Salah satunya dengan menambahkan cengkih ke tembakau. Campuran ini kemudian dibungkus dengan klobot atau daun jagung kering dan diikat dengan benang. Rokok ini disukai oleh para kusir dokar dan pedagang keliling. Salah satu penggemarnya adalah Nitisemito yang saat itu menjadi kusir.

Nitisemito lantas menikahi Nasilah dan mengembangkan usaha rokok kreteknya menjadi mata dagangan utama. Usaha ini maju pesat. Nitisemito memberi label rokoknya "Rokok Tjap Kodok Mangan Ulo" (Rokok Cap Kodok makan Ular). Nama ini tidak membawa hoki malah menjadi bahan tertawaan. Nitisemito lalu mengganti dengan Tjap Bulatan Tiga. Lantaran gambar bulatan dalam kemasan mirip bola, merek ini kerap disebut Bal Tiga. Julukan ini akhirnya menjadi merek resmi dengan tambahan Nitisemito (Tjap Bal Tiga H.M. Nitisemito).

Bal Tiga resmi berdiri pada 1914 di Desa Jati, Kudus. Setelah 10 tahun beroperasi, Nitisemito mampu membangun pabrik besar diatas lahan 6 hektare di Desa jati. Ketika itu, di Kudus telah berdiri 12 perusahaan rokok besar, 16 perusahaan menengah, dan tujuh pabrik rokok kecil (gurem). Di antara pabrik besar itu adalah milik M. Atmowidjojo (merek Goenoeng Kedoe),H.M Ashadie ( merek Delima ) H.M Muslich (merek Djagung ), H. Ali Asikin (merek Djangkar), Tjoa Khang Hay (merek Trio), dan M. Sirin (merek Garbis & Manggis).

Sejarah mencatat Nitisemito mampu mengomandani 10.000 pekerja dan memproduksi 10 juta batang rokok per hari 1938. Kemudian untuk mengembangkan usahanya, ia menyewa tenaga pembukuan asal Belanda. Pasaran produknya cukup luas, mencakup kota-kota di Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan bahkan ke Negeri Belanda sendiri. Ia kreatif memasarkan produknya, misalnya dengan menyewa pesawat terbang Fokker seharga 200 gulden saat itu untuk mempromosikan rokoknya ke Bandung dan Jakarta

Djarum, merek rokok kretek yang terkenal.

Ambruknya rokok kretek Bal Tiga dan munculnya pesaing

Hampir semua pabrik itu kini telah tutup. Bal tiga ambruk karena perselisihan di antara para ahli warisnya. Munculnya perusahaan rokok lain seperti Nojorono/Clas Mild (1932), Djamboe Bol (1937), Djarum (1951), dan Sukun, semakin mempersempit pasar Bal Tiga ditambah dengan pecahnya Perang Dunia II pada tahun 1942 di Pasifik, masuknya tentara Jepang, juga ikut memperburuk usaha Nitisemito. Banyak aset perusahaan yang disita. Pada tahun 1955, sisa kerajaan kretek Nitisemito akhirnya dibagi rata pada ahli warisnya.

Ambruknya pasaran Bal Tiga disebut sebut juga karena berdirinya rokok Minak Djinggo pada tahun 1932. Pemilik rokok ini, Kho Djie Siong, adalah mantan agen Bal Tiga di Pati, Jawa Tengah. Sewaktu masih bekerja pada Nitisemito, Kho Djie Siong banyak menarik informasi rahasia racikan dan strategi dagang Bal Tiga dari M. Karmaen, kawan sekolahnya di HIS Semarang yang juga menantu Nitisemito.

Pada tahun 1932, Minak Djinggo, yang penjualannya melesat cepat memindahkan markasnya ke Kudus. untuk memperluas pasar, Kho Djie Siong meluncurkan produk baru, Nojorono. Setelah Minak Djinggo, muncul beberapa perusahaan rokok lain yang mampu bertahan hingga kini seperti rokok Djamboe Bol milik H.A. Ma'roef, rokok Sukun milik M. Wartono dan Djarum yang didirikan Oei Wie Gwan.

Perusahaan rokok kretek Djarum berdiri pada 21 April 1951 dengan 10 pekerja. Oei Wie Gwan, mantan agen rokok Minak Djinggo di Jakarta ini, mengawali bisnisnya dengan memasok rokok untuk Dinas Perbekalan Angkatan Darat. Pada tahun 1955, Djarum mulai memperluas produksi dan pemasarannya. Produksinya makin besar setelah menggunakan mesin pelinting dan pengolah tembakau pada tahun 1967.

Di era keemasan Minak Djinggo dan di ujung masa suram Bal Tiga, aroma bisnis kretek menjalar hingga ke luar Kudus. Banyak juragan dan agen rokok bermunculan. Di Magelang, Solo dan Yogyakarta, kebanyakan pabrik kretek membuat jenis rokok klembak. Rokok ini berupa oplosan tembakau, cengkih dan kemenyan.

Perkembangan industri kretek di pulau Jawa

Kretek juga merambah Jawa Barat. Di daerah ini pasaran rokok kretek dirintis dengan keberadaan rokok kawung, yakni kretek dengan pembungkus daun aren. Pertama muncul di Bandung pada tahun 1905, lalu menular ke Garut dan Tasikmalaya. Rokok jenis ini meredup ketika kretek Kudus menyusup melalui Majalengka pada 1930-an, meski sempat muncul pabrik rokok kawung di Ciledug Wetan.

Sedangkan di Jawa Timur, industri rokok dimulai dari rumah tangga pada tahun 1913 yang dikenal dengan Dji Sam Soe/PT HM Sampoerna, Tbk.. Tonggak perkembangan kretek dimulai ketika pabrik-pabrik besar menggunakan mesin pelinting. Tercatat PT Bentoel di Malang yang berdiri pada tanggal 12 September 1930 yang kedua memakai mesin pada tahun 1965 (setelah HM Sampoerna; 1960), mampu menghasilkan 6000 batang rokok per menit. PT Gudang Garam, Kediri dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk. tidak mau ketinggalan, begitu juga dengan PT Djarum, Djamboe Bol, Nojorono dan Sukun di Kudus.

Kini terdapat empat kota penting yang menggeliatkan industri kretek di Indonesia; Kudus, Kediri, Surabaya dan Malang. Industri rokok di kota ini baik kelas kakap maupun kelas gurem memiliki pangsa pasar masing-masing. Semua terutama pabrik rokok besar telah mencatatkan sejarahnya sendiri. Begitu pula dengan Haji Djamari, sang penemu kretek. Namun riwayat penemu kretek ini masih belum jelas. Dan kisah hidupnya hanya diketahui di kalangan pekerja pabrik rokok di Kudus.

Tarif cukai per batang atau per gram untuk hasil tembakau buatan dalam negeri mulai 1 Januari 2023

Tarif Cukai per batang 2023
Jenis Tarif
SKM I Rp1.101
SKM II Rp669
SPM I Rp1.193
SPM II Rp710
SKT I Rp461 dan Rp361
SKT II Rp214
SKT III Rp118
SKTF Rp1.101
KLM I Rp461
KLM II Rp25

Lihat pula

Bacaan lebih lanjut

  • Smoke: a global history of smoking (2004) disunting oleh Sander L. Gilman and Zhou Xun, Reaktion ISBN 1-86189-200-4
  • Hanusz, Mark (2000) Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes, Equinox Publishing ISBN 979-95898-0-0

Artikel referensi

  1. ^ Gessler, Diana Hollingsworth. The Sampoerna Legacy: A Family & Business History.

Pranala luar

Read other articles:

Untuk kegunaan lain, lihat Melodi (disambiguasi). MelodiSutradara Harry Dagoe Suharyadi Produser Harry Dagoe Suharyadi Ditulis oleh Harry Dagoe Suharyadi Pemeran Emir Mahira Nadya Amanda Yasamin Jasem Teuku Rifnu Wikana Djenar Maesa Ayu Fetty Vera Daus Separo Mario Maulana Nadia Vella Andre Hehanusa TJ Distributor Imajika Films Gerilya Films Dagoe Film Workshop Tanggal rilis 10 Juni 2010 (2010-06-10) Durasi95 menitNegara Indonesia Bahasa Indonesia Melodi merupakan film drama musikal Indones…

Untuk kegunaan lain, lihat KK. Stasiun Klakah Tampak depan Stasiun Klakah, 2020LokasiJalan Stasiun Klakah No. 11Mlawang, Klakah, Lumajang, Jawa Timur 67356IndonesiaKetinggian+193 mOperatorKereta Api IndonesiaDaerah Operasi IX JemberLetak dari pangkal km 135+384 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan km 0+000 lintas Klakah-Lumajang-Pasirian km 0+000 lintas Klakah-Lumajang-Balung-Rambipuji[1] Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)Jumlah j…

باليان (بالفرنسية: Balian d'Ibelin)‏  معلومات شخصية الميلاد 1142الأرض المقدسة فلسطين  تاريخ الوفاة 1193 الحياة العملية المهنة إقطاعي  [لغات أخرى]‏  الخدمة العسكرية المعارك والحروب معركة حطين،  وحصار القدس،  ومعركة تل الجوز،  وحصار عكا  تعديل مصدري - تعديل   ب…

Liga Futsal Profesional IndonesiaMusim2021–2022Tanggal8 Januari – 21 Agustus 2022 (2022-8-21)JuaraBintang Timur FC SurabayaPertandingan perdanaHalus FC 1–2 Pendekar United(8 Januari 2022)Degradasi Sadakata FC Subulussalam Safin FC Pati Piala Futsal AFFBintang Timur FC SurabayaJumlah pertandingan132Jumlah gol833 (6,31 per pertandingan)Pencetak golterbanyakDiego Rodrigo(26 gol)Pertandingan terbanyak gol14 golBintang Timur 10–4 Giga FC(5 Maret 2022) Pelindo FC 2–1…

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini.Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala.Tag ini diberikan pada Januari 2023. Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari List of accolades received by Argo (2012 film) di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai…

Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini. Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan. Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan. Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan [[ dan ]] pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). …

本條目存在以下問題,請協助改善本條目或在討論頁針對議題發表看法。 此條目的引用需要进行清理,使其符合格式。 (2020年5月26日)参考文献应符合正确的引用、脚注及外部链接格式。 此條目需要精通或熟悉相关主题的编者参与及协助编辑。 (2020年5月26日)請邀請適合的人士改善本条目。更多的細節與詳情請參见討論頁。 至少更改了一個選舉日期的國家 系列条目索引2019冠状

Nobel prize winning physicist In this Chinese name, the family name is Ting. Samuel Chao Chung TingTing in 2023Born (1936-01-27) January 27, 1936 (age 87)Ann Arbor, Michigan, U.S.Alma materUniversity of Michigan (dual BSE, PhD)Known forDiscovery of the J/ψ particleFounder of the Alpha Magnetic Spectrometer experimentSpouse(s)Kay Kuhne (divorced)Susan MarksChildren3AwardsErnest Orlando Lawrence Award (1975)Nobel Prize for Physics (1976) Eringen Medal (1977)De Gasperi Award (1988)G…

Startup BandungLogo Resmi Startup BandungTanggal pendirian2014StatusKomunitasTipeNGOTujuanKewirausahaanLokasi Bandung, IndonesiaJumlah anggota 137 orang Didirikan semenjak tahun 2014, Startup Bandung adalah komunitas pendiri-pendiri perusahaan startup teknologi dan aktivis ekosistem Startup yang berbasiskan di Bandung. Komunitas Startup Bandung didirikan sebagai wadah bagi para pelaku startup teknologi di Bandung untuk dapat berbagi dalam komunitas berkonsep paguyuban. Komunitas ini diharapkan d…

Yudi BustamiKomandan Komando Pasukan Gerak Cepat ke-31PetahanaMulai menjabat 29 November 2023PendahuluWahyu Hidayat SudjatmikoKepala Staf Komando Garnisun Tetap II/BandungMasa jabatan27 April 2023 – 29 November 2023PendahuluSentot Adhi KurniantoPenggantiTri Bowo Setyo CahyonoPa Sahli Tk. II Poldagri Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNIMasa jabatan29 Juli 2022 – 27 April 2023PendahuluAgus RisnadiPenggantiSentot Adhi Kurnianto Informasi pribadiLahir27 Januari 1967 (umur&…

Annual hurling competition season 2020 Tipperary Senior Hurling ChampionshipDates25 July 2020 – 20 September 2020Teams16SponsorFBD InsuranceChampions Kiladangan (1st title)Paul Flynn (captain)Brian Lawlor (manager)Runners-up Loughmore–CastleineyJoseph Hennessy (captain)Frankie McGrath (manager)Relegated BurgessTournament statisticsMatches played34Goals scored87 (2.56 per match)Points scored1213 (35.68 per match)Top scorer(s) John McGrath (1-64) ← 2019 (Previous) (Next) 2021 → The 2020 Ti…

1989 film by Brian Yuzna SocietyTheatrical release posterDirected byBrian YuznaWritten byWoody KeithRick FryProduced byKeith WalleyStarring Billy Warlock Devin DeVasquez Evan Richards Ben Meyerson CinematographyRick FichterEdited byPeter TeshnerMusic by Mark Ryder Phil Davies Distributed byWild Street PicturesRelease dates June 12, 1989 (1989-06-12) (London) June 11, 1992 (1992-06-11) (US) Running time99 minutesCountryUnited StatesLanguageEnglish Society is …

Hamlet in Somerset, England Blatchbridge Blatchbridge is a hamlet within the civil parish of Selwood in Somerset, England, on the B3092 road from Frome to Maiden Bradley. It formerly had a blacksmith's shop, on the Frome side of the River Frome. It has a public house called the Cross Keys, which was built in the early 19th century and has been designated as a Grade II listed building.[1] A former Methodist chapel, now converted to a private dwelling, is halfway up the hill towards Frome.…

Các sáchTân Ước — Phúc Âm — Mátthêu · Máccô · Luca · Gioan — Công vụ — Công vụ Tông đồ — Thư tín — Rôma 1 Côrintô · 2 Côrintô Galát · Êphêsô Philípphê · Thư Côlôxê 1 Thêxalônica · 2 Thêxalônica 1 Timôthê · 2 Timôthê Titô · Philêmon Do Thái · Giacôbê 1 Phêrô · 2 Phêrô 1 Gioan…

VOXup Fernsehsender (Privatrechtlich) Programmtyp Spartenprogramm (Unterhaltung) Empfang digital Antenne, Kabel, Satellit, Livestream Bildauflösung 576i (SDTV)1080i (HDTV) Sendestart 1. Dez. 2019 Sitz Köln, Deutschland Deutschland Eigentümer RTL Group Geschäftsführer Bernd Reichart Programmchef Oliver Schablitzki Marktanteil 0,5 % (ab 3 Jahren)0,6 % (14–49 Jahre) (2022)[1] Website VOXup ist ein deutschsprachiger Privatsender, der am 1. Dezember 2019 auf Sendung…

Fictional character from Bleach Fictional character Mayuri KurotsuchiBleach characterMayuri Kurotsuchi as depicted on the cover for Chapter 123First appearanceBleach manga chapter 81 Bleach anime episode 24Created byTite KuboVoiced byJapanese Ryusei Nakao[1] English Terrence StoneIn-universe informationSpeciesSoul ReaperRelativesNemu Kurotsuchi (created daughter, deceased) Nemuri Hachigō (created daughter) Mayuri Kurotsuchi (涅 マユリ, Kurotsuchi Mayuri) is a fictional character in …

Indian television series ItihaasGenreDramaCreated byNirmala SoodDeveloped byBalaji TelefilmsWritten byStoryEkta Kapoor Vinod Ranganath Screenplay Vinod Ranganath Dialogues B. R. IsharaDirected byGogi AnandCreative directorMonisha SinghStarringsee belowTheme music composerNawab ArzooComposerLalit SenCountry of originIndiaOriginal languageHindiNo. of seasons1No. of episodes488ProductionProducersEkta KapoorShobha KapoorProduction locationsMumbai, Maharashtra, IndiaEditorsDharmesh Shah Dheerendra Si…

American classical composer Nia FranklinFranklin at the 2018 Military BowlBornNia Imani Franklin (1993-07-27) July 27, 1993 (age 30)Winston-Salem, North Carolina, U.S.EducationEast Carolina University (BM)University of North Carolina School of the Arts (MM)Height1.71 m (5 ft 7 in)TitleMiss Five Boroughs 2018Miss New York 2018Miss America 2019TermSeptember 9, 2018 – December 19, 2019PredecessorCara MundSuccessorCamille Schrier Nia Imani Franklin (born July 27, 1993) is an Am…

De Société des Transports Intercommunaux de Charleroi (STIC), was een vervoerbedrijf dat stads- en streekvervoer exploiteerde in de gemeente Charleroi. Geschiedenis Tram van de STIC tentoongesteld in station Beaux-Arts. Tramnet TEPCE van eind jaren vijftig (zwarte lijnen). De STIC werd in 1962 opgericht en exploiteerde vanaf 1 januari 1962 tot en met 1991 zijn diensten in de regio Charleroi. Hiermee namen ze de concessie over van TEPCE en erfde een trambedrijf en een busbedrijf. Toen het bedri…

Sporting event delegationNepal at the2016 Summer OlympicsIOC codeNEPNOCNepal Olympic CommitteeWebsitewww.nocnepal.org.npin Rio de JaneiroCompetitors7 in 5 sportsFlag bearer Phupu Lhamu Khatri[1]Officials59Medals Gold 0 Silver 0 Bronze 0 Total 0 Summer Olympics appearances (overview)1964196819721976198019841988199219962000200420082012201620202024 Nepal competed at the 2016 Summer Olympics in Rio de Janeiro, Brazil, from 5 to 21 August 2016. This was the nation's thirteenth consecutiv…

Kembali kehalaman sebelumnya

Lokasi Pengunjung: 18.119.129.31