Wangsa Stuart adalah salah satu dinastikerajaan yang paling terkenal dalam sejarah Britania Raya, memerintah dari akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-18. Dinasti ini berasal dari Skotlandia dan kemudian menjadi penguasa Inggris, Skotlandia, dan Irlandia. Wangsa Stuart dikenal karena perannya dalam sejarah monarki Inggris, termasuk reformasi politik, konflik agama, dan perkembangan institusi parlementer.
Asal Usul dan Awal Wangsa Stuart
Wangsa Stuart berasal dari keluarga bangsawan Skotlandia yang bermula pada abad ke-12. Nama "Stuart" (atau "Stewart") berasal dari jabatan "Steward of Scotland", gelar yang pertama kali dipegang oleh Walter Fitzalan, seorang keturunan dari Normandia. Walter Fitzalan diangkat sebagai Steward of Scotland oleh Raja David I dari Skotlandia.
Wangsa Stuart memerintah Skotlandia selama beberapa abad sebelum penyatuan dengan Inggris. Beberapa raja penting dalam periode ini meliputi:
Robert II (1371–1390): Robert II memulai tradisi Stuart sebagai penguasa Skotlandia. Ia fokus pada stabilitas politik dan memperkuat posisi dinasti ini.
James I (1406–1437): James I membawa reformasi hukum dan ekonomi di Skotlandia tetapi terbunuh dalam konspirasi politik.
Mary, Ratu Skotlandia (1542–1567): Salah satu tokoh Stuart paling terkenal, Mary menghadapi konflik agama dan politik yang intens, yang akhirnya membuatnya turun takhta dan hidup dalam pengasingan di Inggris sebelum dieksekusi oleh sepupunya, Elizabeth I dari Inggris.
Wangsa Stuart di Inggris, Skotlandia, dan Irlandia (1603–1714)
Masa Pemerintahan dan Konflik
Wangsa Stuart menghadapi berbagai tantangan, termasuk konflik agama, perang saudara, dan ketegangan antara monarki dan parlemen. Beberapa raja Stuart yang terkenal selama periode ini adalah:
James I (1603–1625): James I memperkenalkan gagasan tentang hak ilahi raja, tetapi hubungan buruknya dengan Parlemen Inggris menciptakan ketegangan politik.
Charles I (1625–1649): Pemerintahan Charles I diwarnai oleh konflik dengan Parlemen yang akhirnya memicu Perang Saudara Inggris. Charles I dieksekusi pada tahun 1649, yang mengakhiri pemerintahan monarki sementara Inggris menjadi republik di bawah Oliver Cromwell.
Charles II (1660–1685): Monarki Stuart dipulihkan pada tahun 1660 dengan naik takhtanya Charles II. Pemerintahannya dikenal sebagai Restorasi Stuart dan periode toleransi relatif.
James II (1685–1688): James II menghadapi oposisi karena kebijakan pro-Katoliknya. Pemerintahannya berakhir dengan Revolusi Agung (1688) ketika ia digulingkan oleh putrinya Mary II dan menantunya William III.
Mary II dan William III (1689–1702): Mary II dan William III memerintah bersama setelah Revolusi Agung. Pemerintahan mereka memperkenalkan Bill of Rights 1689, yang membatasi kekuasaan monarki dan memperkuat Parlemen.
Anne (1702–1714): Anne adalah ratu terakhir dari Wangsa Stuart. Selama pemerintahannya, Inggris dan Skotlandia bersatu menjadi Kerajaan Britania Raya pada tahun 1707 melalui Acts of Union.
Wangsa Stuart memiliki pengaruh besar dalam membentuk sejarah Britania Raya. Mereka memainkan peran penting dalam transisi dari monarki absolut ke monarki konstitusional. Konflik antara raja Stuart dan Parlemen membuka jalan bagi perkembangan demokrasi modern di Britania Raya.