Kedua pihak yang berperang adalah dua kerajaan yang belum lama terbentuk. Dinasti Khwarezmia, yang berasal dari wilayah Khwarezmia, tumbuh membesar dan menggantikan Kekaisaran Seljuk pada akhir tahun 1100-an dan awal tahun 1200-an; dan di saat hampir bersamaan, Jenghis Khan berhasil menyatukanbangsa Mongol dan menaklukkan dinasti Xia Barat. Hubungan kedua kerajaan merenggang setelah terjadi provokasi diplomatik, terutama pasca eksekusi seorang diplomat senior Mongol oleh Kharezmsyah ʿAlāuddīn Muhammed II. Jenghis Khan mengerahkan sekitar 90.000 dan 200.000 prajurit untuk menyerbu Kharezmia. Syah Muhammad II, yang menyadari bahwa pasukannya kalah jumlah dan tersebar di berbagai wilayah, memutuskan untuk menempatkan kota-kotanya secara individual untuk menghambat pasukan Mongol. Namun, Mongol mampu mengisolasi dukungan atas Khwarezmia dan dengan cepat menaklukkan kota-kota Transoxianan seperti Bukhara, Samarkand, dan Gurganj. Jenghis dan putra bungsunya Tolui kemudian bergerak ke Khorasan dan menghancurkan Herat, Nishapur, dan Merv. Sementara itu, Syah Muhammad II terpaksa melarikan diri dari pengejaran jenderal Mongol Subutai dan Jebe, dan meninggal di sebuah pulau di Laut Kaspia setelah tidak berhasil mencapai benteng kota yang mendukungnya. Putra dan pewarisnya Jalaluddin Mingburnu berhasil mengerahkan kekuatan besar, mengalahkan seorang jenderal Mongol pada Pertempuran Parwan, namun pasukan ini dikalahkan oleh Jenghis pada Pertempuran Indus beberapa bulan kemudian.
Setelah menghabisi sisa-sisa pasukan Kharezmia, Jenghis terpaksa kembali ke wilayahnya untuk berperang melawan Dinasti Jin pada tahun 1223. Penaklukan wilayah Kwarezmia, di kemudian hari, menjadi basis bagi serangan bangsa Mongol atas Georgia dan wilayah Persia lainnya. Kampanye Mongol atas wilayah Kharezmia merupakan momen penting dalam pertumbuhan Kekaisaran Mongol keluar dari wilaya-wilayah yang dipengaruhi tradisi Cina (sinisisasi).
Latar Belakang
Pada akhir abad kedua belas, kekuatan dominan di Asia Tengah dipegang oleh khanatKara-Khitan yang didirikan oleh Yelü Dashi pada tahun 1130an. Pada dasarnya secara nominal Khwarezmia dan Kara-Khanid merupakan negeri vasal bagi Kara-Khitan, namun dalam praktiknya, karena populasi dan wilayah yang luas, kedua kerajaan ini diizinkan beroperasi hampir secara mandiri.[3] Dari dua pengikut utama ini, kaum Kara-Khanid jauh lebih bergengsi; mereka telah memerintah wilayah tersebut selama dua abad dan menguasai kota-kota terkaya di wilayah tersebut, seperti Bukhara, Samarkand, Tashkent dan Fergana. Sebagai perbandingan, Kwarazm hanya memiliki satu kota besar di Urgench, dan baru muncul pada tahun 1150 di bawah pemerintahan Il-Arslan.[3]
Namun, dengan memudarnya Kekaisaran Seljuk pasca kematian Ahmad Sanjar pada tahun 1154, kaum Khwarezmia dapat memanfaatkan keadaan; putra Il-Arslan, Tekish, mampu merebut kota-kota besar seperti Nishapur dan Merv di wilayah terdekat Khorāsān, hingga akhirnya mendeklarasikan diri sebagai penguasa penuh pada tahun 1189.[4] Tekish kemudian bersekutu dengan Khalifah Abbasiyah Al-Nashir dan menggulingkan penguasa Seljuk terakhir, Toghrul III, pada tahun 1194, dan selanjutnya merebut kesultanan Hamadan.[5] Tekish kini menguasai wilayah luas yang membentang dari Hamadan di barat hingga Nishapur di timur. Dengan kekuatan itu Tekish mengancam perang atas Kekhalifahan Abasiyah, hingga Khalifah Al-Nashir dengan terpaksa menerima Tekish sebagai Sultan Iran dan Khorasan pada tahun 1198.[4]
Ekspansi pesat dari wilayah yang sekarang disebut Kekaisaran Kwarezmia mengguncang stabilitas Kara-Khitan sebagai penguasa di wilayah itu. Pada awal abad ke-13, Kara-Khitan semakin terdesak dengan dimulainya ekspansi Jenghis Khan yang menyatukan suku-suku nomaden di Transoksiana.[6]
ʿAlāuddīn Muhammed II menjadi kwarezmsyah setelah ayahnya Tekish meninggal pada tahun 1200. Meskipun awal pemerintahannya mengalami masalah, yaitu konflik dengan Ghurid di Afghanistan, ia mengikuti kebijakan ekspansionis pendahulunya dengan menaklukkan Kara-Khanid dan merebut kota-kota mereka, termasuk Bukhara.[7] Pada tahun 1211, Kuchlug, seorang pangeran dari Naiman, berhasil merebut kerajaan Kara-Khitan dari ayah mertuanya Yelü Zhilugu dengan bantuan Khwarezmia, namun Kuchlug terasing dari rakyatnya karena isu anti-Muslim.[8] Saat pasukan Mongol yang dipimpin oleh Jebe memburunya, Kuchlug melarikan diri; sementara itu Muhammad II mampu memikat simpati penduduk Balochistan dan Makran serta mendapatkan kesetiaan dari Eldiguzid.[7]
Setelah kekalahan Kuchlug, yang menjadi musuh Mongol dan Kharezmia, hubungan antara bangsa Mongol dengan Khwarezmia pada awalnya kuat. Namun, Syah Muhammad II mulai khawatir dengan perkembangan Kekaisaran Mongol yang cepat. Penulis sejarah al-Nasawi mengaitkan perubahan sikap ini dengan kenangan Syah terhadap kekuatan dan kecepatan pasukan Mongol (Pertempuran Sungan Irghiz) yang telah membuatnya khawatir.[9] Syah juga semakin sombong dan mulai terlibat dalam perselisihan dengan Khalifah Al-Nasir, dan bahkan sempat mengancam Bagdad dengan pasukannya namun terpaksa mundur karena dihalau badai salju Pegunungan Zagros.[10] Beberapa sejarahwan berspekulasi bahwa khalifah mencoba bersekutu dengan Jenghis Khan, terutama setelah hubungan Mongol-Khwarezmia memburuk, adapun para sejarawan Mongol bersikukuh bahwa Jenghis pada saat itu tidak berniat menyerang Kekaisaran Kwarezmia dan hanya tertarik dengan kerjasama perdagangan dan bahkan kemungkinan aliansi. [11] Fakta bahwa Jenghis Khan sudah sibuk dalam perang melawan Jin di Tiongkok dan juga harus menghadapi pemberontakan Hoi-yin Irgen di Siberia pada tahun 1216, mendukung pendapat para sejarahwan Mongol.[12]
Pada tahun 1218, Jenghis Khan mengirim rombongan besar pedagang Mongol ke Kwarezmia. Nampaknya sebagian besar elit Mongol telah berinvestasi dalam ekspedisi tersebut, dan dengan demikian banyak kepentingan pribadi akan kesuksesan rombongan pedagang ini. Namun, Inalchuq, gubernur kota Otrar di Kwarezmia, merampas barang dagangan Mongol dan mengeksekusi anggotanya atas tuduhan spionase.[13] Validitas tuduhan itu masih diperdebatkan, begitu pula keterlibatan Syah; Namun yang pasti, ia menolak tuntutan Khan agar Inalchuq dihukum, bahkan sampai membunuh seorang utusan Mongol yang dikirim untuk diplomasi dan mempermalukan dua utusan lainnya. Sikap ini dipandang sebagai penghinaan besar terhadap Mongol, karena pada dasarnya seorang duta "sama suci dan tidak dapat diganggu gugat" seperti Khan Agung sendiri.[14] Maka Jenghis Khan meninggalkan pertempuran melawan Bangsa Jin dengan hanya menyisakan pasukan kecil untuk mengejarnya, dan segera mengumpulkan pasukan besar untuk menyerang Kwarezmia.[15]
Linimasa Pertempuran
Syah ʿAlāuddīn Muhammed II dan para penasihatnya berasumsi bahwa bangsa Mongol akan menyerbu melalui Gerbang Dzungarian, jalur pegunungan alami di antara Kerajaan Khara-Khitan dan Khwarezmia. Salah satu pilihan bagi pertahanan Khwarezmia adalah maju ke luar kota Syr Darya dan memblokir Gerbang Dzungarian, mengingat Jenghis Khan akan memerlukan waktu berbulan-bulan untuk mengumpulkan pasukannya di Mongolia dan maju melewati celah tersebut setelah musim dingin berlalu.[16]
Pasukan Mongol di bawah pimpinan Chagatai dan Ogedei segera turun ke Otrar dari Pegunungan Altai di utara atau Gerbang Dzungarian dan memulai Pengepungan Otrar. Rasyiduddin menyatakan bahwa Otrar memiliki 20.000 garnisun sementara Juvayni mengklaim 60.000 (terdiri atas penunggang kuda dan milisi), meskipun catatan ini harus diperlakukan dengan hati-hati dan mungkin dilebih-lebihkan berdasarkan urutan besarnya mengingat ukuran kota.[17]
Tidak seperti kebanyakan kota lainnya, Otrar tidak terpancing dalam pertempuran kecil, dan gubernurnya juga tidak mengerahkan pasukannya ke medan perang untuk dihancurkan oleh pasukan Mongol yang jumlahnya lebih banyak. Sebaliknya garnisun Otrar tetap bertahan di balik tembok kota dan bertahan dengan gigih. Pengepungan berlangsung selama lima bulan tanpa hasil, sampai seorang pengkhianat di dalam tembok (bernama Qaracha) membuka gerbang kota bagi pasukan Mongol, maka pasukan Chagatai dan Ogedei dengan leluasa menyerbu ke dalam benteng kota dan membantai sebagian besar garnisun Otrar.[18] Benteng tersebut, yang menampung sepersepuluh garnisun tersisa, masih bertahan selama satu bulan kemudian dan hanya jatuh setelah menimbulkan banyak korban dari pihak Mongol. Inalchuq bertahan hingga akhir, bahkan naik ke puncak benteng di saat-saat terakhir pengepungan untuk melemparkan ubin ke arah pasukan Mongol yang mendekat dan membunuh banyak dari mereka dalam pertempuran jarak dekat. Jenghis Khan memerintahkan untuk membunuh para penduduk, memperbudak sisanya, dan mengeksekusi Inalchuq.[19][20]
Setelah jatuhnya Otrar, pasukan Mongol masuk lebih dalam ke wilayah Khwarezmia dan satu per satu berhasil merebut kota Bukhara, Samarkand, dan Gurganji. Jatuhnya Gurganji (Kunya-Urgench), ibukota Khwarezmia, pasca Pengepungan Gurganj pada 1221, menandai akhir Dinasti Kharezmia.
Upaya Terakhir Kharezmia
Pasca kekalahan Khwarezmia dan kematian Syah ʿAlāuddīn Muhammed II, pangeran Jalāluddīn Mingburnu mengambil alih kekuasaan dan mencoba mengumpulkan sisa-sisa tentara Khwarezmid di selatan Afghanistan, dekat perbatasan India, dan mendatangkan banyak kesulitan bagi Mongol. Jenghis Khan pun mengirim pasukan untuk memburu Jalāluddīn. Saat kedua belah pihak pun akhirnya bertemu pada bulan September 1221 di kota Parwan, pertempuran berhasil dimenangkan pasukan Jalāluddīn. Kekalahan ini jelas memalukan dan membuat Jenghis Khan mengumpulkan seluruh pasukannnya untuk menyerang Khwarezmia. Ketika akhirnya pasukan Mongol berhasil mengalahkan pasukan Khwarezmia dalam pertempuran di Sungai Indus, Jalāluddīn melarikan diri ke India dan kembali mengumpulkan kekuatan dari sana.
Jalāluddīn Mankburni kemudian membawa seluruh pasukannya ke utara untuk menyebrangi Khurasan dan tiba di wilayah Azerbaijan pada tahun 1225.[21] Dari sana pasukan Khwarezmia mulai menginvasi wilayah timur Kesultanan Seljuk Rum. Untuk menahan serangan Khwarezmia, Sultan Kayqubad beraliansi dengan al-Malik al-Asyraf dari Dinasti Ayubiyah yang menjadi emir di Syria; dan aliansi ini berhasil mengalahkan pasukan Khwarezmia dalam pertempuran di Mecidiye (dekat kota Erzincan) pada 10 Agustus 1230. Dalam pelariannya di pegunungan Sivan, Syah Jalaluddin meninggal setahun kemudian di tangan suku Kurdi. Khwarezmia punah selamanya.[21][22]
Keberhasilan Jalāluddīn mengalahkan Mongol di Parwan, sisa-sisa pendukung Khwarazmia di Transoksiana melakukan beberapa pemberontakan. Kush Tegin Pahlawan memimpin pemberontakan di Merv dan berhasil merebut kota itu. Kush Tegin terus melancarkan perlawanan dan berhasil menyerang Bukhara. Orang-orang di Herat juga memberontak dan menyingkirkan gubernur yang diangkat Mongol. Seorang pemimpin pemberontakan bernama Muhammad dari Marghani dua kali menyerang kamp Jenghis Khan yang berada di Baghlan dan pulang dengan membawa hasil jarahan. Jenghis Khan menanggapi pemberontakan ini dengan menarik pasukan besar Ögedei Khan kembali ke Ghazni,[23] lalu menunjuk Yelü Ahai untuk memulihkan kedaulatan Mongol di Samarkand dan Bukhara. Yelu Ahai berhasil memulihkan ketertiban di kota-kota yang dikuasai para pemberontak pada tahun 1223.[24]
Pasca Perang
Setelah kekalahan Kekaisaran Kwarazmian, Jenghis Khan mengumpulkan pasukannya di Persia dan Armenia untuk kembali ke stepa Mongolia. Atas saran Subutai, pasukan Mongol dipecah menjadi dua kekuatan. Jenghis Khan memimpin pasukan utama dalam serangan melalui Afghanistan dan India utara menuju Mongolia, sementara 20.000 (dua batalion) pasukan lainnya menuju Kaukasus untuk menyerang Rusia, Armenia dan Azerbaijan di bawah jenderal Jebe dan Subutai.
Kehancuran Kekaisaran Khwarezmia menentukan masa depan kawasan, baik bagi dunia Islam maupun Eropa Timur.[25] Wilayah ini terbukti menjadi batu loncatan penting bagi bangsa Mongol untuk menginvasi Kievan Rus dan Polandia pada masa pemerintahan putra Jenghis, Ögedei, dan kampanye selanjutnya membawa pasukan Mongol hingga ke Hongaria dan Laut Baltik. Bagi dunia Islam, kehancuran Khwarezmia menjadi pintu bagi jatuhnya Irak, Turki, dan Suriah oleh khan Mongol berikutnya.
Perang dengan Khwarezmia juga memunculkan pertanyaan penting mengenai suksesi. Jenghis Khan tidak lagi muda ketika perang dimulai, dan keempat putranya adalah para pejuang yang tangguh dan masing-masing memiliki kelompok pengikut setia. Persaingan antar saudara mencapai puncaknya selama pengepungan Urgench, dan Jenghis Khan terpaksa bergantung pada putra ketiganya, Ögedei, untuk mengakhiri pertempuran. Setelah kehancuran Urgench, Jenghis Khan secara resmi memilih Ögedei sebagai penggantinya, dan ia juga memutuskan bahwa para khan di masa depan akan menjadi keturunan langsung dari penguasa sebelumnya. Meskipun Jenghis Khan telah mencoba menetapkan kebijakan, namun itu tidak dapat menghindari pertempuran antara para penerusnya di kemudian hari.
Jochi, yang tidak menerima keputusan ayahnya, menarik diri dari pasukan Mongol dan pindah ke utara. Dia bahkan menolak menemui ayahnya saat dipanggil.[26] Memang benar, pada saat kematiannya, Jenghis Khan sedang mempertimbangkan untuk menyerang putranya yang memberontak. Kepahitan peristiwa ini diwarisi para putra Jochi, khususnya Batu dan Berke Khan (dari Golden Horde), yang akan menaklukkan Kievan Rus. [27] Ketika Mamluk di Mesir berhasil menimpakan kekalahan terburuk dalam sejarah bangsa Mongol pada Pertempuran Ain Jalut di tahun 1260, Hulagu Khan, salah satu cucu Jenghis Khan dari putranya Tolui, yang telah menjarah Bagdad pada tahun 1258, tidak mampu melawan saat sepupunya, Berke Khan (yang telah masuk Islam), berbalik membela Islam dan menyerang Hulagu Khan di Transkaukasus. Inilah kali pertama keturunan Mongol berperang melawan Mongol pasca ditinggal Jenghis Khan,[28] yang benih-benih perselisihannya sudah muncul sejak konflik dengan Khwarezmia.[29]
^May, Timothy (2016). The Mongol Empire: A Historical Encyclopedia. Santa-Barbara, CA: ABС-СLIO. hlm. 162. ...he (Genghis Khan) led his main army over 1,000 miles to invade the Khwarazmian Empire in 1219. Within two years, a once dynamic and powerful empire has been erased from the map and largely forgotten in history.
^ abBuniyatov, Z. M. (2015). A History of the Khorezmian State Under the Anushteginids, 1097-1231 Государство Хорезмшахов-Ануштегинидов: 1097-1231 [A History of the Khorezmian State under the Anushteginids, 1097-1231]. Diterjemahkan oleh Mustafayev, Shahin; Welsford, Thomas. Moscow: Nauka. ISBN978-9943-357-21-1.
^Biran, Michal (2009). "The Mongols in Central Asia from Chinggis Khan's invasion to the rise of Temür". The Cambridge History of Inner Asia. The Chinggisid Age: 47. ISBN978-1-139-05604-5.
^Al-Nasawi, Shihabuddin Muhammad (1241). Sirah al-Sultan Jalāluddīn Mingburnu [Biograpi Sultan Jalāluddīn Mingburnu] (dalam bahasa Arab).Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
^Juvaini, Ata-Malik (c. 1260). Tarikh Jahangushay تاریخ جهانگشای [Sejarah Para Penakluk Dunia] (dalam bahasa Persia). 1. Diterjemahkan oleh Andrew Boyle, John.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini.Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala.Tag ini diberikan pada Agustus 2012. King Air CharterPenghubungBandar Udara LanseriaArmada3Kantor pusatLanseria, Afrika SelatanSitus webhttp://www.kingair.co.za/ King Air Charter adalah maskapai penerbangan sewaan yang berbasis di Lanseria, Afrika Selatan. Armada Armada King Air Charter t...
First-level administrative subdivisions of Estonia Counties of Estonia (after the 2017 Administrative Reform) Politics of Estonia State Constitution Declaration of Independence Human rights Presidency President Alar Karis Executive Prime Minister Kaja Kallas Government of Estonia Incumbent cabinet Legislature Riigikogu Speaker: Lauri Hussar Judiciary Supreme Court Chancellor of Justice Elections Political parties Recent elections Riigikogu:201520192023 Presidential:201120162021 Municipal: 200...
College marching band in Pittsburgh, Pennsylvania University of Pittsburgh Varsity Marching BandNicknamePitt BandSchoolUniversity of PittsburghLocationPittsburgh, PennsylvaniaConferenceACCFounded14 October 1911; 112 years ago (1911-10-14)DirectorDr. Brad Townsend[1][2]Assistant DirectorDr. Will SuggMembers315Fight songHail to PittUniform[[File:Blue jackets with script Pitt, gold and white horizontal stripes, and a long gold and white diagonal stripe on the fr...
Cet article est une ébauche concernant l’eau. Vous pouvez partager vos connaissances en l’améliorant (comment ?) selon les recommandations des projets correspondants. Cet article concerne le traitement de l'eau industrielle. Pour le traitement de l'eau potable, voir Production d'eau potable. Usine de traitement de l'eau à Fontburn, dans le nord de l'Angleterre. La purification de l'eau regroupe l'ensemble des techniques et méthodes permettant d'obtenir de l'« eau de pr...
British TV series or programme The Crimson FieldGenreDramaWritten bySarah PhelpsDirected by David Evans Richard Clark Thaddeus O'Sullivan Country of originUnited KingdomOriginal languageEnglishNo. of series1No. of episodes6ProductionExecutive producers Anne Pivcevic Sarah Phelps ProducerAnnie TricklebankCinematographyMatt Gray BSCRunning time60 minutesProduction companyBBC Drama ProductionOriginal releaseNetwork BBC One BBC One HD Release6 April (2014-04-06) –11 May 2014 (20...
Climate change in the US state of Alabama Köppen climate types in Alabama show the entire state to be humid subtropical. Climate change in Alabama encompasses the effects of climate change, attributed to man-made increases in atmospheric carbon dioxide, in the U.S. state of Alabama. Projected effects of climate change In 2016, the United States Environmental Protection Agency released an assessment of the effect of climate change on Alabama, assessing various likely outcomes, noting that [c]...
This article needs additional citations for verification. Please help improve this article by adding citations to reliable sources. Unsourced material may be challenged and removed.Find sources: List of Jewish American jurists – news · newspapers · books · scholar · JSTOR (June 2023) (Learn how and when to remove this message) This is a dynamic list and may never be able to satisfy particular standards for completeness. You can help by adding missing ...
This article may rely excessively on sources too closely associated with the subject, potentially preventing the article from being verifiable and neutral. Please help improve it by replacing them with more appropriate citations to reliable, independent, third-party sources. (May 2017) (Learn how and when to remove this message) Alice's Shop seen from the east Tenniel's illustration of 'The Old Sheep Shop'. As the book was about a land behind a mirror, Tenniel's picture is a mirror image of ...
An ancient liquified sediment flow in Talara, Peru with nicely preserved dish structures. Liquefied flows (also known as liquified flows and fluidized flows) are types of sediment-gravity flows in which grains within the flow are kept in suspension by the upward movement of fluid. They form in granular substances where the concentration of suspended mud is too low to develop cohesive forces within the flow. As grains at the base of the suspension settle out, fluid that is displaced upward by ...
لمعانٍ أخرى، طالع وزارة المالية (توضيح). هذه المقالة تحتاج للمزيد من الوصلات للمقالات الأخرى للمساعدة في ترابط مقالات الموسوعة. فضلًا ساعد في تحسين هذه المقالة بإضافة وصلات إلى المقالات المتعلقة بها الموجودة في النص الحالي. (أبريل 2024) وزارة المالية (بوتسوانا)التاريخ�...
English musician (born 1953) Mike OldfieldOldfield at the Night of the Proms in 2006Background informationBirth nameMichael Gordon OldfieldBorn (1953-05-15) 15 May 1953 (age 71)Reading, Berkshire, EnglandGenres Progressive rock world folk classical ambient new-age pop experimental minimalist Occupation(s)Musiciansongwriterrecord producervideo game designerInstrumentsGuitarbasskeyboardspercussionvocalsYears active1967–2023LabelsVirginEpicReprise/Warner Bros.Mercury/Virgin EMI/UniversalF...
2nd-century Roman historians and poets For other uses, see Florus (disambiguation). Three main sets of works are attributed to Florus (a Roman cognomen): Virgilius orator an poeta, the Epitome of Roman History and a collection of 14 short poems (66 lines in all). As to whether these were composed by the same person, or set of people, is unclear, but the works are variously attributed to: Publius Annius Florus, described as a Roman poet and rhetorician. Julius Florus, described as an ancient R...
1998 studio album by Imperial TeenWhat Is Not to LoveStudio album by Imperial TeenReleasedUS September 15, 1998GenreIndie rock, indie popLength45:24LabelSlash[1]ProducerMark Freegard, Steve McDonaldImperial Teen chronology Seasick(1996) What Is Not to Love(1998) On(2002) Professional ratingsReview scoresSourceRatingAllMusic[2]Robert ChristgauA−[3]The Encyclopedia of Popular Music[4]Rolling Stone[5]Spin6/10[6]Tiny Mix Tapes[1] W...
Brazilian singer-songwriter (born 1997) In this Portuguese name, the first or maternal family name is dos Reis and the second or paternal family name is Biazin. Carol BiazinBiazin in 2023BornCaroline dos Reis Biazin22 April 1997 (1997-04-22) (age 27)Campo Mourão, Paraná, BrazilOccupationSingerYears active2016–presentMusical careerGenresMPB, R&B Musical artist Caroline dos Reis Biazin (born 22 April 1997) is a Brazilian singer-songwriter and actress. Early life Born ...
Russian human rights activist and politician (1930–2021) For other uses, see Sergei Kovalev (disambiguation).In this name that follows Eastern Slavic naming customs, the patronymic is Adamovich and the family name is Kovalev. You can help expand this article with text translated from the corresponding article in Russian. (December 2021) Click [show] for important translation instructions. Machine translation, like DeepL or Google Translate, is a useful starting point for translatio...
Portobelo redirects here. For other uses, see Portobello (disambiguation). Corregimiento and city in Colón, PanamaPortobeloCorregimiento and cityPortobelo ruins and bayPortobeloCoordinates: 09°33′16″N 79°39′18″W / 9.55444°N 79.65500°W / 9.55444; -79.65500Country PanamaProvinceColónDistrictPortobeloFounded1597Founded byFrancisco Velarde y MercadoArea[1] • Land244.7 km2 (94.5 sq mi)Population (2010)[1]...
328th Infantry RegimentFrom 1946's History of the 328th Infantry RegimentActive1917-1919 (Army)1921-1943 (Reserve)1943-1946 (Army)CountryUnited StatesBranchUnited States ArmyOrganized Reserve CorpsTypeInfantrySizeRegimentEngagementsWorld War IWorld War IIDecorationsMedal of Honor (2)CommandersNotablecommandersJulian Robert LindseyMilitary unit U.S. Infantry Regiments Previous Next 327th Infantry Regiment 329th Infantry Regiment The 328th Infantry Regiment was a unit of the United States Army....