Trans Banten

Trans Banten
Info
PemilikPemerintah Provinsi Banten
WilayahProvinsi Banten, Indonesia
JenisBus rapid transit (BRT)
Jumlah jalur1 (Koridor 3)
Jumlah stasiun±26 halte
Kantor pusatSerang, Banten
Situs webdishub.bantenprov.go.id
Operasi
Dimulai4 Oktober 2025
OperatorPerum DAMRI

Trans Banten adalah sistem transportasi bus berbasis bus rapid transit (BRT) yang beroperasi di wilayah Provinsi Banten, Indonesia. Layanan ini diluncurkan pada 4 Oktober 2025 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Provinsi Banten sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas transportasi publik.[1]

Trans Banten dirancang untuk menyediakan layanan angkutan umum yang aman, nyaman, dan terintegrasi, khususnya di wilayah perkotaan seperti Kota Serang dan sekitarnya. Sistem ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan serta ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.[2]

Latar belakang

Pengembangan Trans Banten merupakan bagian dari rencana strategis Pemerintah Provinsi Banten dalam meningkatkan sistem transportasi publik yang terintegrasi. Sebelumnya, transportasi di wilayah Banten didominasi oleh angkutan konvensional dengan tingkat integrasi yang terbatas.

Dengan pertumbuhan penduduk dan mobilitas yang meningkat, kebutuhan akan transportasi massal yang efisien menjadi semakin mendesak. Oleh karena itu, Trans Banten dikembangkan sebagai solusi awal menuju sistem transportasi perkotaan yang lebih modern.[3]

Sejarah

Gagasan mengenai Trans Banten mulai dikembangkan pada pertengahan dekade 2020-an. Uji coba operasional pertama dilakukan pada awal Oktober 2025 dan diresmikan oleh Gubernur Banten.[3]

Pada tahap awal, layanan ini dioperasikan melalui kerja sama dengan Perum DAMRI sebagai operator utama. Sistem operasional menggunakan skema kontrak layanan publik (buy the service) yang didanai oleh Pemerintah Provinsi Banten.[4]

Sejak peluncurannya, Trans Banten masih berada dalam tahap pengembangan dengan jumlah koridor dan armada yang terbatas.

Koridor dan rute

Hingga tahun 2026, Trans Banten baru mengoperasikan satu koridor utama, yaitu Koridor 3.

Nomor Koridor Warna Rute Jumlah halte Jumlah bus Panjang lintasan Jam Operasional
Rute yang sudah beroperasi
Steel Blue Terminal Pakupatan — UNTIRTA Sindangsari 27 4 22 km 06.30—17.00 WIB

Koridor ini menghubungkan kawasan terminal utama dengan pusat pemerintahan dan pendidikan di Kota Serang. Rute ini melayani sejumlah titik, antara lain:

Pemberangkatan dari Terminal Pakupatan

  • Terminal Pakupatan
  • UNTIRTA Pakupatan 1
  • UNIBA
  • KSB Bank Banten
  • UIN Ciceri
  • Taman Patung Debus
  • UNTIRTA Pakupatan 2
  • Parung 1
  • PLUT
  • Bogeg 1
  • STIKES Banten
  • BNN Banten
  • SAMSAT Kota Serang
  • RSUD Banten
  • UNBAJA 1
  • BRI KP3B
  • KP3B 1
  • UIN SMH 1
  • Palima
  • UNTIRTA Sindangsari

Pemberangkatan dari UNTIRTA Sindangsari

  • UNTIRTA Sindangsari
  • UIN SMH 2
  • KP3B 2
  • DPRD Banten
  • UNBAJA 2
  • RSUD Banten
  • SAMSAT Kota Serang
  • BNN Banten
  • STIKES Banten
  • Bogeg 2
  • Bumi Mutiara Serang
  • Parung 2
  • Terminal Pakupatan

Koridor ini memiliki halte pemberhentian yang tersebar di sepanjang jalur utama.

Operasional

Armada

Trans Banten menggunakan bus berukuran sedang dengan kapasitas sekitar 30–37 penumpang. Armada dilengkapi dengan fasilitas:

  • Pendingin udara (AC)
  • Sistem keamanan standar
  • Sistem pembayaran non-tunai (cashless)

Jam operasional

Layanan Trans Banten beroperasi setiap hari dengan rincian:

Hari Kerja

  • Waktu operasi: 06.30–17.00 WIB
  • Headway: 30 menit per keberangkatan

Hari Libur

  • Waktu operasi: 07.00–17.00 WIB
  • Headway: 60 menit per keberangkatan

Tarif

Sejak diluncurkan hingga awal 2026, Trans Banten masih memberlakukan tarif gratis. Penumpang tetap diwajibkan melakukan tap card dengan saldo Rp0 menggunakan kartu uang elektronik (KUE) sebagai bagian dari sosialisasi sistem pembayaran elektronik.[2]

Pemerintah daerah berencana menerapkan tarif bersubsidi pada tahap operasional berikutnya.[4]

Integrasi dan pengembangan

Pemerintah Provinsi Banten merencanakan pengembangan Trans Banten melalui:

  • Penambahan koridor baru
  • Integrasi dengan moda transportasi lain
  • Peningkatan jumlah armada

Beberapa rencana pengembangan meliputi:

  • Koridor 1: Clegon – Cikande
  • Koridor 2: Banten Lama – Baros
  • Integrasi dengan layanan regional seperti TransJabodetabek S61 (Blok M – Alam Sutera)

Pengembangan ini bertujuan menciptakan sistem transportasi yang lebih terhubung antarwilayah di Banten dan Jabodetabek.

Dampak

Sejak diluncurkan, Trans Banten memberikan alternatif transportasi bagi masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan pekerja.

Manfaat yang diharapkan antara lain:

  • Meningkatkan aksesibilitas transportasi publik
  • Mengurangi kemacetan
  • Mendukung mobilitas masyarakat berpenghasilan rendah

Tantangan

Dalam implementasinya, Trans Banten menghadapi beberapa tantangan:

  • Keterbatasan jumlah armada dan koridor
  • Integrasi dengan angkutan konvensional
  • Ketergantungan pada subsidi pemerintah
  • Tingkat penggunaan yang masih dalam tahap awal

Tantangan ini menjadi fokus evaluasi pemerintah dalam pengembangan sistem ke depan.

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Peluncuran Trans Banten". Pemerintah Provinsi Banten. Diakses tanggal 24 Maret 2026.
  2. ^ a b "Bus Trans Banten Masih Gratis, Pemprov Perpanjang Layanan". Kompas.com. 9 Januari 2026. Diakses tanggal 24 Maret 2026.
  3. ^ a b "Trans Banten Diluncurkan untuk Kurangi Kemacetan". DetikNews. 10 Oktober 2025. Diakses tanggal 24 Maret 2026.
  4. ^ a b "Pemprov Banten Alokasikan Anggaran untuk Trans Banten". ANTARA. Diakses tanggal 24 Maret 2026.

Pranala luar

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.