Tembok pertahanan Romawi kuno


Tembok pertahanan adalah ciri arsitektur Romawi kuno. Bangsa Romawi umumnya membentengi kota, daripada membangun benteng yang berdiri sendiri, tetapi ada beberapa kamp yang dibentengi, misalnya benteng Pantai Saxon seperti Kastil Porchester di Inggris. Tembok kota sudah menjadi bagian penting dalam arsitektur Etruria, dan dalam perjuangan untuk menguasai Italia di bawah Republik awal, lebih banyak lagi tembok yang dibangun, menggunakan teknik yang berbeda. Ini termasuk balok-balok poligonal besar yang tidak beraturan dan sangat rapat, dibentuk agar pas dengan cara yang mengingatkan kita pada karya Inca di kemudian hari. Orang Romawi menyebut tembok benteng sederhana sebagai agger. Pada saat ini benteng yang tinggi tidak diperlukan. Tembok Servianus di sekitar Roma adalah proyek ambisius pada awal abad ke-4 SM. Tembok ini tingginya mencapai 10 meter (32,8 kaki), lebar dasarnya 3,6 meter (12 kaki), panjang 11 km (7 mil),[1] dan diyakini memiliki 16 gerbang utama, meskipun banyak di antaranya hanya disebutkan dari tulisan, tanpa sisa-sisa lain yang diketahui. Beberapa di antaranya memiliki lubang atau parit di depan, dan agger di belakang, dan itu cukup untuk menghalangi Hannibal. Kemudian Tembok Aurelianus menggantikannya, menutupi kota yang diperluas, dan menggunakan desain yang lebih canggih, dengan benteng-benteng kecil pada jarak tertentu.
Bangsa Romawi membentengi kota-kota besar dan kecil di daerah-daerah yang mereka anggap rentan, dan sebagian dari banyak tembok tetap dijadikan sebagai pertahanan selanjutnya, seperti di Córdoba (abad ke-2 SM), Chester (tanah dan kayu pada tahun 70an M, batu dari sekitar tahun 100), dan York (dari tahun 70an M). Tembok strategis yang mempertahankan perbatasan Kekaisaran dengan melintasi wilayah terbuka jauh lebih jarang, dan Tembok Hadrianus (dari tahun 122) dan Tembok Antoninus (dari tahun 142, ditinggalkan hanya 8 tahun setelah selesai dibangun) adalah contoh yang paling signifikan, keduanya berada di perbatasan Pictish. Sebagian besar pertahanan perbatasan Kekaisaran Romawi mengandalkan sistem benteng dan jalan raya tanpa berusaha membuat penghalang permanen.
Referensi
- ^ Fields, Nic; Peter Dennis The Walls of Rome Osprey Publishing; 10 Mar 2008 ISBN 978-1-84603-198-4 p.10 [1]
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.