Tari Baris Jangkang

Tari Baris Jangkang adalah tarian sakral tradisional yang berasal dari Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.[1] Tarian ini termasuk dalam kategori tari Baris. Pada 8 November, Tari Baris Jangkang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy.[2]

Sejarah dan asal-usul

Tari Baris Jangkang sudah ada sejak tujuh abad yang lalu di Desa Pelilit sejak zaman Kerajaan Klungkung.[3] Pada saat itu, ada seorang sakti bernama I Jero Kulit. Suatu hari, ia mencoba memukul tempat makanan babi atau biasa disebut gong. Setelah dipukul, tempat tersebut mengeluarkan suara yang dahsyat. Saat itu pula, ia berkeinginan untuk memiliki gong tersebut, tetapi dia harus meminta izin terlebih dahulu kepada sang raja sambil menceritakan apa yang telah dialaminya. Raja tidak mempercayai cerita darinya. Pada suatu hari, anak raja mengalami kelumpuhan tanpa diketahui penyebabnya, kemudian ia membunyikan gong tersebut dan saat itu pula anak raja bangun dan langsung sembuh dari penyakit yang dideritanya.

Ia meminta agar raja mengizinkan gong itu dibawa ke Pelilit untuk menyembuhkan masyarakat yang saat itu sedang terkena wabah penyakit. Raja merasa berhutang budi kepadanya, sehingga beliau mengizinkan gong itu dibawa dengan syarat ia harus menciptakan sebuah tarian. Ia menerima persyaratan tersebut dan segera membawa gong tersebut pulang. Masyarakat yang terserang wabah penyakit bisa disembuhkan dengan memukul gong tersebut. Pada suatu hari, gong tersebut dibawa ke kebun olehnya untuk tempat makan babi peliharaannya.

Pada saat yang bersamaan, wilayah Desa Pelilit diserang oleh musuh dari Desa Tanglad dan Desa Watas. I Jero Kulit segera membunyikan gong tersebut untuk menghentikan peperangan.

Suara dahsyat yang dikeluarkan mampu mendatangkan angin yang kencang dan membuat tanaman ilalang bergerak seperti senjata. Musuh merasa ketakutan karena mengira tanaman ilalang tersebut adalah senjata yang mampu bergerak sendiri. Sehingga terbentuklah sebuah tarian yang diberi nama tari Baris Jangkang.[4]

Pertunjukan

Tarian ini dibawakan oleh sembilan pria dewasa melambangkan Dewata Nama Sanga dengan formasi searah jarum jam.[5] Kostum yang digunakan saat menari terdiri dari udeng sebagai hiasan kepala, kemeja putih lengan panjang, kain tenun atau kain khas Nusa Penida, kain kamen putih, celana panjang putih, dan selendang. Kostum serba putih ini menggambarkan kesiapan para penari untuk mulai menari. Sementara tombak, yang merupakan atribut, akan diisi dengan daun rumbia di ujungnya. Ini melambangkan sosok seorang prajurit tangguh yang berani menghadapi musuh.[2]

Musik yang digunakan untuk mengiringi tarian Baris Jangkang disebut Gamelan Batel. Tarian ini awalnya dimainkan untuk mengusir musuh saat penyerangan di Desa Pelilit. Ketika Gamelan Batel ditabuh, musuh yang mendengarnya akan lari terbirit-birit karena rerumputan di sekitarnya akan terlihat seperti mata tombak dan keris.[6]

Pelestarian

Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama masyarakat Pelilit aktif melestarikan tarian ini melalui pertunjukan rutin di festival-festival seperti Festival Semarapura, Festival Nusa Penida, dan Pesta Kesenian Bali. Selain itu, pemerintah Klungkung bersama dinas kebudayaan aktif membina generasi muda agar bisa menari Baris Jangkang.[7]

Daftar referensi

  1. ^ Antara, Wayan (2022-01-05). "Sejarah Tari Baris Jangkang di Nusa Penida Bali". IDN Times Bali. Diakses tanggal 2025-11-16.
  2. ^ a b yvs. "Mendikbud Tetapkan Tari Baris Jangkang Nusa Penida Sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia". www.klungkungkab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-16.
  3. ^ Karda, I Made (2018). "IMPLEMENTATION AND FUNCTION OF BARIS JANGKANG DANCE IN THE HINDU RELIGIOUS RITUAL IN NUSA PENIDA-BALI" (PDF). International Journal of Development Research. 8 (620960–20962).
  4. ^ Mardika, I. Putu. "Sejarah Tari Baris Jangkang Desa Pelilit Nusa Penida, Bali; Bisa untuk Bayar Kaul - Bali Express". Sejarah Tari Baris Jangkang Desa Pelilit Nusa Penida, Bali; Bisa untuk Bayar Kaul - Bali Express. Diakses tanggal 2025-11-16.
  5. ^ "Tari Baris Jangkang Pelilit » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2025-11-16.
  6. ^ "Visitbali - Baris Jangkang Dance, A Sacred Dance Which Becomes Indonesian Cultural Heritage". Bali Travel Guide (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-16.
  7. ^ Agency, ANTARA News. "Tari Baris Jangkang Klungkung ditetapkan jadi "Warisan Budaya Tak benda Indonesia"". ANTARA News Bali. Diakses tanggal 2025-11-16.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.