Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Sejarah cokelat di Spanyol

Seorang wanita (Aline Masson) sedang menikmati secangkir cokelat, dalam sebuah kanvas karya Raimundo Madrazo
Pemandangan khas abad ke-17 menunjukkan penyajian cokelat

Sejarah cokelat di Spanyol adalah bagian dari sejarah kuliner Spanyol dan Perancis sebagaimana dipahami sejak abad ke-16, ketika kolonisasi Amerika dimulai dan tanaman kakao ditemukan di wilayah Mesoamerika, hingga saat ini. Setelah penaklukan Meksiko, kakao sebagai komoditas menempuh perjalanan dengan kapal dari pelabuhan Nueva España menuju pantai Spanyol. Pelayaran pertama tersebut menuju Eropa terjadi pada tanggal yang tidak diketahui pada tahun 1520-an. Namun baru pada abad ke-17 perdagangan reguler dimulai dari pelabuhan Veracruz, membuka rute perdagangan maritim yang akan memasok permintaan baru dari Spanyol, dan kemudian dari negara-negara Eropa lainnya.[1]

Meskipun cokelat tidak segera diterima oleh masyarakat Eropa, namun akhirnya berhasil menjadi komoditas yang bernilai tinggi. Begitu orang-orang Eropa menyadari nilai sosial dari cokelat, mereka mulai memasukkannya lebih banyak dalam makanan mereka.[2]

Dari tahap awal, kakao dipermanis dengan tebu, di mana orang Spanyol yang pertama kali memopulerkan di Eropa. Di Amerika pra-Columbus, cokelat ditambahkan dengan paprika dan merupakan campuran dari rasa pahit dan pedas. Ini membuatnya menjadi suatu cita rasa yang tidak mudah atau langsung disukai dan membatasi daya tariknya bagi para conquistador Spanyol, yang segera menganjurkan untuk mempermanisnya dengan gula yang dibawa dari Semenanjung Iberia dengan tambahan memanaskannya.

Selama periode 100 tahun sejak penampilan pertamanya di pelabuhan Andalusia, cokelat menjadi populer sebagai minuman di Spanyol, di mana ia disajikan kepada monarki Spanyol. Namun, untuk sementara waktu formula tersebut tidak diketahui di seluruh Eropa. Kemudian cokelat menyebar dari Spanyol ke seluruh Eropa, dengan negara-negara pertama yang menerimanya adalah Italia dan Prancis.

Popularitas minuman ini yang sangat besar dalam masyarakat Spanyol sejak saat itu sampai abad ke-19 dibuktikan dalam berbagai laporan yang ditulis oleh para wisatawan yang mengunjungi Semenanjung Iberia. Dikatakan bahwa "(kebiasaan minum) cokelat bagi bangsa Spanyol seperti halnya (kebiasaan minum) teh bagi bangsa Inggris".[3] Dengan cara ini cokelat berubah menjadi simbol nasional.[4] Kegemaran yang tidak biasa untuk minuman ini menandakan bahwa kopi tetap tidak populer di Spanyol dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya.[5]

Di Spanyol, cokelat secara eksklusif dianggap sebagai minuman menyegarkan, dan jarang digunakan dengan cara lain-meskipun ada masakan Spanyol yang lebih tua yang menggunakan kakao. Setelah Perang Saudara Spanyol kebiasaan tersebut menurun karena lebih memilih mengonsumsi kopi.[6] Di Spanyol modern, jejak sejarah minuman ini bisa dilihat dalam perusahaan cokelat, toko cokelat, dan museum.

Sumber

Referensi

  1. ^ William H. Prescott (1860), History of the Conquest of Mexico, Boughton Press.
  2. ^ Norton, Marcy (2004). "Conquests of Chocolate" (PDF). OAH Magazine of History. 18 (3): 14–17. doi:10.1093/maghis/18.3.14. Diakses tanggal 28 November 2017. 
  3. ^ Graciela Ascarrunz De Gilman; Marian Zwerling Sugano (1984), Horizontes culturales y literarios, p. 63.
  4. ^ Ángel Muro (1890), El Practicón, Madrid
  5. ^ Carrie Evangeline Farnham (1921), American travellers in Spain: The Spanish inns, 1776–1867, Columbia University Press.
  6. ^ Rosario García Cruz (2000),Spanish companies in international markets, ESIC Editorial, p. 186.
Baca informasi lainnya:
Kembali kehalaman sebelumnya

Lokasi Pengunjung: 44.220.62.183