Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Lilibooi, Leihitu Barat, Maluku Tengah

Liliboi
Kainaman Lilipoya
Negara Indonesia
ProvinsiMaluku
KabupatenMaluku Tengah
KecamatanLeihitu Barat
Luas16 km²[1]
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Lilibooi, kadang dieja sebagai Liliboi, Lilibooy, atau Liliboy, adalah sebuah negeri di kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia. Negeri ini dapat ditempuh dengan waktu kurang dari satu jam dari wilayah administratif Kota Ambon. Penduduk asli Lilibooi semuanya menganut agama Kristen Protestan. Tempat wisata yang terkenal di negeri ini adalah Pantai Batu Kapal.

Etimologi

Berdasarkan tuturan yang berkembang di masyarakat Lilibooi, nama negeri ini diyakini berasal dari penyebutan buaya dalam bahasa Tana. Dalam bahasa adat yang di Lilibooi sudah hampir sepenuhnya tergantikan dengan bahasa Melayu Ambon tersebut, buaya dikenal sebagai poya atau lilipoya. Teun Lilibooi yaitu Kainaman Lilipoya merujuk pada seekor buaya di muara Sungai Sukabiri (Wae Sukabiri) yang bernama Kainaman.[2]

Kainaman bukanlah buaya sejati, melainkan dipercaya sebagai makhluk halus. Dalam tuturan masyarakat Lilibooi, dahulu kala di Pulau Seram terdapat seekor ular besar yang ganas. Ular tersebut berkonflik dengan buaya-buaya di pulau itu. Saking kuatnya ular tersebut, sang ular memusnahkan buaya-buaya Seram dalam jumlah besar. Kewalahan, buaya-buaya Seram meminta bantuan Kainaman, yang akhirnya berhasil membunuh ular tersebut.[2]

Tatkala nenek moyang Negeri Lilibooi datang dari Pulau Seram dan nanti mendirikan aman atau perkampungan di pesisir dekat Sungai Sukabiri, mereka teringat kisah buaya Kainaman. Mereka akhirnya menamakan tempat itu sebagai Kainaman Lilipoya. Dari kata lilipoya-lah nanti akan muncul nama Lilibooi akibat perubahan ejaan dan sebutan.[2] Nama Lilibooi termaktub dalam Hikayat Tanah Hitu sebagai "Liliboi" dan dalam beberapa peta lama bikin VOC. Peta tahun 1617 mencatatkan nama Lelybey, sementara peta 1665 dan 1753 mencatatkan nama Lilleboy dan Lilibay.[3]

Sejarah

Lilibooi mengklaim bahwa negeri mereka adalah negeri tua atau yang mula-mula menempati Jazirah Leihitu bagian selatan.[4] Menurut tuturan di Lilibooi, negeri-negeri tetangga seperti Allang, Hatu, Laha, dan Tawiri sebagai pendatang yang kemudian membentuk negeri di wilayah mereka. Orang Allang disebutkan berasal dari Hatu Alang di Semenanjung Huamual di Pulau Seram. Ada pun Hatu berasal dari Piru, sementara Laha dan Tawiri adalah kumpulan manusia dari berbagai tempat, termasuk Ternate yang mendiami benteng Portugis di Teluk Ambon.[4]

Nenek moyang Lilibooi yang terawal diperkirakan datang dari Pulau Seram atau Nusa Ina.[5] Mereka adalah orang Alifuru dan dikenal belum beradab. Peninggalan kebudayaan lama orang Alifuru ini dapat terlihat dari adanya tari cakalele di Lilibooi yang dipandang sakral. Orang Alifuru dari Pulau Seram datang dan mendiami Gunung Latua. Mereka terdiri dari tiga kelompok, masing-masing akan menurunkan matarumah Hetharion, Marlissa, dan Talahatu.[5] Ketiga matarumah ini dikenal pula sebagai mutelu atau "yang tiga". Selain itu, nantinya akan ada moyang-moyang dari matarumah yang lain yang datang menetap di Lilibooi dan meramaikan negeri itu.[5]

Pendirian kampung di daerah pegunungan adalah kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat yang berpindah dari Pulau Seram. Mereka tidak langsung mendirikan permukiman di pesisir. Tujuannya adalah agar terhindar dari serangan musuh. Nanti atas berbagai pertimbangan, nenek moyang orang Lilibooi kemudian turun ke pantai, ke wilayah negeri yang sekarang di bagian selatan Leihitu di tepian Teluk Ambon. Kawasan ini akhirnya akhirnya berhasil dikristenkan oleh VOC yang mulai hadir di Ambon pada 1605.[6] Negeri-negeri Kristen di Leihitu tersebut meliputi Lilibooi, Allang, Hatu, Tawiri, Hative Besar, hingga Passo,[7] dengan pengecualian Negeri Laha yang tetap Muslim hingga sekarang.

Jansen menyebutkan dalam catatannya, pada tahun 1930an, dikarenakan sagu semakin berkurang, masyarakat Lilibooi mengandalkan ubi kayu (Manihot esculenta) yang secara lokal dikenal disebut kasbi sebagai pengganti sagu. Kasbi kemudian dimasak menjadi papeda.[4] Hampir semua rumah di Lilibooi menanam kasbi guna memenuhi kebutuhan pokoknya. Sebagian juga masih memiliki dusun sagu. Guna mendapatkan penghasilan, banyak di antara penduduknya yang menjadi kuli di toko-toko yang terdapat di Kota Ambon.[4] Ada pun hewan yang diternak warga adalah babi.[4]

Kondisi wilayah

Batas-batas

Lilibooi memiliki batas-batas sebagai berikut.[5]

  • Sebelah utara berbatasan dengan kawasan hutan dan perbukitan.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Negeri Hatu.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Ambon.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Negeri Allang.

Topografi dan aksesibilitas

Negeri ini terapit antara Teluk Ambon di bagian muka negeri, yang di pesisirnya terdapat permukiman atau negeri induk, dengan perbukitan yang berhutan di jantung Jazirah Leihitu. Lilibooi berjarak 320 km dari ibu kota kabupaten di Masohi. Penduduk Lilibooi dapat menggunakan angkutan darat ke Tulehu dan dari pelabuhan di Tulehu, menaiki kapal cepat. Total waktu tempuh menuju Masohi lebih kurang lima jam.[5] Ada pun ibu kota provinsi di Ambon jaraknya hanya 65 km dan dapat ditempuh dalam waktu satu setengah jam menggunakan transportasi darat.[5]

Pemerintahan negeri

Saat ini Lilibooi belum memiliki raja. Oleh karena itu, pemerintahan administratif negeri dijalankan oleh seorang pejabat kepala negeri yang dibantu oleh sekretaris negeri serta kepala urusan (kaur) dan kepala seksi (kasi). Berikut adalah nama tokoh-tokoh yang saat ini menjalankan administrasi di Lilibooi.[8]

  • Kepala pemerintah: Orelius C. Kastanya
  • Sekretaris negeri: James Marlissa
  • Kasi Pemerintahan: Wilhelmus Nussy
  • Kasi Kesejahteraan Sosial: Dian Nobel Saptenno
  • Kasi Pemberdayaan dan Pembinaan Masyarakat: Ricardo Titarsole
  • Kaur Perencanaan: James Makatita
  • Kaur Keuangan: Lesly T. Sopaheluwakan
  • Kaur Tata dan Umum: Stelly Kakisina
  • Operator: Merlin Talahatu

Demografi

Bersumber dari Kantor Pemerintah Negeri Lilibooi, negeri ini berpenduduk 2.004 jiwa pada tahun 2016. Dengan rincian sebagai berikut.[9]

No. Kelompok umur Jumlah penduduk laki-laki
(dalam jiwa)
Jumlah penduduk perempuan
(dalam jiwa)
Jumlah penduduk keseluruhan
(dalam jiwa)
1 0-3 tahun 51 65 116
2 4-6 tahun 53 41 94
3 7-9 tahun 60 50 110
4 10-12 tahun 75 57 132
5 13-15 tahun 72 61 133
6 16-45 tahun 429 411 840
7 46-59 tahun 144 151 295
8 > 60 tahun 140 144 284
Total 1.024 980 2.004

Pendidikan

Per tahun 2016, di negeri ini terdapat sebuah PAUD, sebuah TK, dua buah SD, dan sebuah SMP.[9] Rincian penduduk Lilibooi yang mengenyam pendidikan pada jenjang-jenjang yang ada, dapat dilihat dalam tabel berikut.

Jenjang pendidikan warga
No. Jenjang Jumlah siswa Fasilitas yang ada
di Negeri Lilibooi
1 PAUD 35 1
2 TK 35 1
3 SD 409 2
4 SMP 424 1
5 SMA 612 -
6 Diploma (D3) 46 -
7 Sarjana (S1) 58 -
8 Magister (S2) 4 -

Agama

Lilibooi adalah negeri Kristen. Penduduk asli negeri ini semuanya beragama Kristen Protestan, yang dilayani oleh Gereja Protestan Maluku (GPM) sebagai gereja utama. GPM Jemaat Lilibooi termasuk ke dalam Klasis Pulau Ambon Utara. Dengan jumlah jemaat mencapai 2.003 jiwa, Lilibooi menyumbang 6,51% total populasi jemaat di klasisnya.[10] Para pemuda Kristen di Lilibooi tergabung dalam Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku Daerah Pulau Ambon Utara (AMGPM Dapatra) cabang Gidion II. Cabang ini meliputi para pemuda dari jemaat di Lilibooi dan Allang. Awalnya bersama dengan pemuda jemaat Hatu, ketiganya masuk cabang Gidion, sebelum akhirnya cabang Gidion dibagi dua. Gidion I meliputi para pemuda di Negeri Hatu saja.[11]

Matarumah

Terdapat 12 matarumah (fam atau marga) asli yang mendiami Negeri Lilibooi, enam di antaranya memiliki nenek moyang yang berasal dari luar wilayah Provinsi Maluku yang sekarang. Kedua belas matarumah tersebut dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.[9]

Matarumah Daerah asal
Hetharion Pulau Seram
Kakisina Pulau Madura
Makatita Jailolo, Pulau Halmahera
Marlissa Pulau Seram
Nussy Pulau Seram
Petta Titawaai, Pulau Nusalaut
Simantunny Danau Toba
Talahatu Pulau Seram
Titalessy Titawaai, Pulau Nusalaut
Titarsole Jailolo, Pulau Halmahera
Tuhumena Jailolo, Pulau Halmahera
Tulaseket Jailolo, Pulau Halmahera

Adat dan budaya

Salah satu bangunan yang sakral bagi setiap negeri di Maluku adalah baileo atau baileu. Baileu Negeri Lilibooi bernama Samasuru Pessiliasiwa, dalam catatan Jansen tertulis sebagai Sama Soeloe Pessi Lia Siwa.[4] Jansen juga mencatat bahwa di Lilibooi tahun 1930an, seorang suami yang istrinya sedang hamil dilarang bercukur. Ketika istri mau melahirkan, suami harus mengeluarkan semua peralatan memancing dari rumah untuk mencegah terjadinya selawar atau bala.[4]

Hubungan sosial

Negeri Lilibooi terikat hubungan pela dengan empat negeri, yaitu Ihamahu dan Haria di Pulau Saparua; Abubu di Pulau Nusalaut; dan Seilale di Jazirah Leitimur, Pulau Ambon.[12] Pela yang mengikat antara Lilibooi dengan masing-masing tiga negeri yang pertama (Ihamahu, Haria, dan Abubu) disebut-sebut berkaitan semangat mendukung Perang Pattimura 1817.[13] Namun, dalam tulisannya, Hehanussa justru menyatakan bahwa pela Lilibooi dengan Abubu adalah sebagai upaya mediasi karena selama Perang Pattimura, keduanya berada di kubu yang berbeda. Lilibooi mendukung Belanda, sementara Abubu di pihak Pattimura.[14] Jenis pasti pela antara Lilibooi dengan negeri-negeri yang sudah disebut di atas tidak diketahui dengan jelas. Namun, satu sumber menyebutkan bahwa Lilibooi dan Haria terikat pela kepeng (uang), sementara dengan Abubu, keduanya berpela tampa siri.[15]

Menurut Atlas Maluku, selain dengan empat negeri yang sudah disebutkan sebelumnya, Lilibooi juga terikat pela dengan Ureng,[16] Allang, dan Hitumessing, yang semuanya berada di Pulau Ambon.[17] Ada pula sumber yang menyebutkan bahwa Lilibooi tidak terikat pela dengan Ureng, melainkan hubungan keduanya adalah gandong atau sedarah (sekandung).[15]

Salah satu tulisan yang dirangkum oleh Rudi Sabandar dari wawancaranya dengan orang-orang Maluku di Belanda menunjukkan bahwa pela yang terjadi antara Lilibooi dengan Ihamahu dan Haria sebenarnya adalah pela antarmatarumah atau fam (marga). Disebutkan bahwa matarumah Titarsole dari Lilibooi berpela dengan matarumah Haulussy, Tahamata, dan Nendissa dari Ihamahu. Matarumah yang sama berpela dengan matarumah Manuhutu dan Tamaela dari Haria.[18]

Elifas Tomix Maspaitella dalam tulisannya di potretmaluku.id berpendapat bahwa antara matarumah Tuhumena di Lilibooi (Leihitu) dengan Tuhumury di Kampung Seri, Negeri Urimessing (Leitimor) bisa jadi ada kesepakatan kuno di antara para datuk yang menurunkan kedua matarumah.[19] Hal ini dikarenakan kedua matarumah masing-masing menggunakan kata mena yang artinya di depan dan muri yang artinya di belakang. Mena muria sendiri adalah salah satu slogan yang cukup terkenal di kalangan orang Maluku bagian tengah. Slogan ini kemungkinan berasal dari masa perluasan wilayah dan peperangan antarkelompok, sehingga orang-orang yang beraliansi membagi penjagaan menjadi bagian depan dan bagian belakang guna memperkuat pertahanan.[19]

Perekonomian

Pertanian dan perkebunan adalah soko guru kehidupan masyarakat Lilibooi. Salah satu tanaman yang menjadi andalan penghasilan masyarakat adalah pala. Luas lahan penanaman pala di negeri ini mencapai 55 hektare, dengan produksi sekitar 20 ton per satu kali panen.[20] Masyarakat Lilibooi menjual biji pala dan fuli, sementara daging pala yang mencakup 80% total satu buah pala tidak diolah sama sekali.[1] Sipahelut dan Patty menyebutkan bahwa potensi pertanian dan perkebunan di Lilibooi termasuk besar. Negeri ini memiliki 302 hektare lahan potensial bagi perkebunan pala dan cengkih, lima hektare lahan tanaman pangan, dan 28 hektare untuk sayur-sayuran (holtikultura).[1]

Referensi

  1. ^ a b c Sophia Grace Sipahelut, John Alfred Patty 2020, hlm. 12.
  2. ^ a b c "Geschiedenis". Kumpulan Negeri Lilibooi di Belanda *LILIPOYA KAINAMAN*. Diakses tanggal 7 Juni 2022. 
  3. ^ Daya Negri Wijaya, Deny Yudo Wahyudi, Siti Zainatul Umaroh, Ninie Susanti, Rendy Aditya Putra Ertrisia 2021, hlm. 94.
  4. ^ a b c d e f g H. J. Jansen 1939, hlm. 328.
  5. ^ a b c d e f Kadek Wiweka, Titus Indrajaya, Suci Sandi Wachyuni, Putu Pramania Adnyana, Anastasia Enike Hanorsian 2019, hlm. 4.
  6. ^ Muhammad Farid 2016, hlm. 16.
  7. ^ Muhammad Farid 2016, hlm. 18.
  8. ^ "Pemerintah Negeri". Situs Web Resmi Negeri Lilibooi. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-06-25. Diakses tanggal 7 Juni 2022. 
  9. ^ a b c Kadek Wiweka, Titus Indrajaya, Suci Sandi Wachyuni, Putu Pramania Adnyana, Anastasia Enike Hanorsian 2019, hlm. 5.
  10. ^ "Sejarah KPAU". Klasis GPM Pulau Ambon Utara. Diakses tanggal 8 Juni 2022. 
  11. ^ "Gidion II". AMGPM Daerah Pulau Ambon Utara. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2022-07-04. Diakses tanggal 8 Juni 2022. 
  12. ^ "Pela's Lilibooi". Kumpulan Negeri Lilibooi di Belanda *LILIPOYA KAINAMAN*. Diakses tanggal 7 Juni 2022. 
  13. ^ Abdul Kadir M. 2007, hlm. 65.
  14. ^ Jozef Hehanussa 2009, hlm. 6.
  15. ^ a b Kadek Wiweka, Titus Indrajaya, Suci Sandi Wachyuni, Putu Pramania Adnyana, Anastasia Enike Hanorsian 2019, hlm. 6.
  16. ^ Direktorat Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan Nasional 2000, hlm. 106.
  17. ^ "Lilibooi is pela met". Atlas Maluku. Diakses tanggal 7 Juni 2022. 
  18. ^ Rudi Sabandar (20 April 2018). "Bondgenootschappen van de Families in Huizen (Pela en bongso)". Diakses tanggal 7 Juni 2022. 
  19. ^ a b Maspaitella, Elifas Tomix (21 April 2021). "Mena Muria sebagai Semantik Kebudayaan". potretmaluku.id. Diakses tanggal 8 Juni 2022. 
  20. ^ Sisilya Leunupun, Martha Turukay, Maisie T.F. Tuhumury 2020, hlm. 94.

Daftar Pustaka

Buku

Jurnal

Read other articles:

Atlet yang sedang berlatih Anna Larsson, seorang atlet lari Atlet (sering pula dieja sebagai atlit) atau olahragawan adalah seseorang yang mahir dalam olahraga dan bentuk lain dari latihan fisik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, atlet adalah olahragawan, terutama yang mengikuti perlombaan atau pertandingan (kekuatan, ketangkasan, dan kecepatan).[1] Dalam beberapa cabang olahraga tertentu, atlet harus mempunyai kemampuan fisik yang lebih tinggi dari rata-rata. Seringkali kata ini dig…

Motor vehicle Blitzen BenzOverviewManufacturerBenz & CieProduction1909AssemblyMannheim, GermanyBody and chassisClassRacecarBody styleRoadsterLayoutFront engine, rear-wheel drive Dual-chain drive[1]PowertrainEngine21,504 cm3 (1,312.3 in3) I4[1]Transmission4-speed manual gate-type shift[1]DimensionsWheelbase2,800 mm (110.2 in)[2]Length4,820 mm (189.8 in)[2]Width1,600 mm (63.0 in)[2]Height1,280 mm …

Partai Rakyat Republik Cumhuriyet Halk PartisiKetua umumÖzgür ÖzelSekretaris JenderalSelin Sayek BökePendiriMustafa Kemal AtatürkDibentuk7 September 1919 (1919-09-07) (sebagai gerakan perlawanan)9 September 1923 (1923-09-09) (sebagai partai politik)9 September 1992 (1992-09-09) (pendirian kembali)Kantor pusatAnadolu Bulvarı 12, Söğütözü, AnkaraSayap pelajarHalk-Lis (Halkçı Liseliler)Sayap pemudaPemuda CHPSayap wanitaCHP Kadın KollarıLSMAsosiasi Pemikiran Atatürkis …

The Ultimate Aural Orgasm Студійний альбомВиконавець ScooterДата випуску 2007Жанр Транс, хардкор-техноТривалість 3020 секундаЛейбл Sheffield TunesПродюсер H.P. BaxxterХронологія Scooter Попередній Who's Got The Last Laugh Now?(2005) Jumping All Over the World (2007) Наступний «The Ultimate Aural Orgasm» — дванадцятий студійний альбом німе…

Hindu Shiva temple in Aundha Nagnath, Maharashtra, India Aundha Nagnath TempleReligionAffiliationHinduismDistrictHingoliDeityShivaFestivalsMahashivratriLocationLocationAundha NagnathStateMaharashtraCountryIndiaLocation in MaharashtraGeographic coordinates19°32′14″N 77°02′29″E / 19.537087°N 77.041508°E / 19.537087; 77.041508ArchitectureTypeHemadpanthi Aundha Nagnath Temple (Marathi: औंढा नागनाथ मंदिर) is an ancient Shiva temple, a …

Station Pasaia Station Pasaia Plaats Pasaia Opening 18 oktober 1863 Perronsporen  2 Lijn(en) Spoorlijn Madrid-Hendaye Eigendom ADIF Vervoerder(s) Renfe Lijnen Trein Cercanías San Sebastian Metro Metro van San Sebastian Locatie Coördinaten 43° 19′ NB, 1° 55′ WL Portaal    Openbaar vervoer Spanje Station Pasaia is een spoorwegstation in de Spaanse plaats Pasaia in de autonome gemeenschap Baskenland. Het station bevindt zich bij kilometerpunt 627,932 van de spoorlijn …

SK Inc.Nama asli에스케이 주식회사SebelumnyaSK HoldingsJenisPublikKode emitenTemplat:KRXIndustriKonglomerat Jasa teknologi informasiDidirikan1991; 32 tahun lalu (1991)KantorpusatSeoul, Korea SelatanTokohkunciChey Tae-won (Chairman & CEO) Jang Dong-hyun (Presiden & CEO) Park Sung-ha (Presiden & CEO)AnakusahaSK Innovation SK TelecomSitus webwww.sk-inc.com/en/Catatan kaki / referensi[1] SK Inc. (Hangul: 에스케이 주식회사) adalah sebuah perusahaa…

German figure skater Werner RittbergerBorn(1891-07-14)14 July 1891Died12 August 1975(1975-08-12) (aged 84)Figure skating careerCountry Germany Medal record Representing  Germany Men's Figure skating World Championships 1912 Manchester Men's singles 1911 Troppau Men's singles 1910 Davos Men's singles European Championships 1925 Triberg Men's singles 1924 Davos Men's singles 1911 St. Petersburg Men's singles 1910 Berlin Men's singles Werner Rittberger (born 14 July 1891 in Berlin, G…

هذه المقالة يتيمة إذ تصل إليها مقالات أخرى قليلة جدًا. فضلًا، ساعد بإضافة وصلة إليها في مقالات متعلقة بها. (ديسمبر 2020) مناورة توظيف الرئة معلومات عامة الاختصاص طب الرئة تعديل مصدري - تعديل   مناورة توظيف الرئة هي إعدادات تُوظف في متلازمة الضائقة التنفسية الحادة[1] أثناء …

Not to be confused with Hossein Navab. Iranian politician (1864–1920) Hussein Kuli Khan NawabMinister of Foreign Affairs, AmbassadorIn office1910–1911 Personal detailsBorn1864 (1864)Qajar IranDiedafter 1920 Hussein Kuli Khan Nawab (Persian: حسینقلی خان نواب) (1864 - after 1920), also known as Sadr es-Saltaneh, was a Persian foreign minister and ambassador. He was the seventh son of Mirza Aqa Khan Nuri, Prime Minister from 1851 to 1857 under Naser al-Din Shah Qajar. In 1886…

BrachyphyllumПеріод існування: карбон — пізня крейда~300–66 млн р. т. PreꞒ Ꞓ O S D C P T J K Ꝑ N Біологічна класифікація Царство: Рослини (Plantae) Клада: Судинні рослини (Tracheophyta) Клада: Голонасінні (Gymnosperms) Відділ: Хвойні (Pinophyta) Клас: Хвойні (Pinopsida) Порядок: Соснові (Pinales) Родина: Араукарієві (Arauc…

Events at the2001 World ChampionshipsTrack events100 mmenwomen200 mmenwomen400 mmenwomen800 mmenwomen1500 mmenwomen5000 mmenwomen10,000 mmenwomen100 m hurdleswomen110 m hurdlesmen400 m hurdlesmenwomen3000 msteeplechasemen4 × 100 m relaymenwomen4 × 400 m relaymenwomenRoad eventsMarathonmenwomen20 km walkmenwomen50 km walkmenField eventsHigh jumpmenwomenPole vaultmenwomenLong jumpmenwomenTriple jumpmenwomenShot putmenwomenDiscus throwmenwomenHammer throwmenwomenJavelin throwmenwomenCombined even…

This article relies largely or entirely on a single source. Relevant discussion may be found on the talk page. Please help improve this article by introducing citations to additional sources.Find sources: Stoomvaart Maatschappij Zeeland – news · newspapers · books · scholar · JSTOR (June 2010) Stoomvaart Maatschappij Zeeland NVTypeNaamloze vennootschapIndustryPassenger transportationFreight transportationFounded1875Defunct1989SuccessorStena Line BVHeadqua…

Species of carnivore Lesser grison Taxidermied specimen from the Museo Civico di Storia Naturale Giacomo Doria, Genoa Conservation status Least Concern (IUCN 3.1)[1] Scientific classification Domain: Eukaryota Kingdom: Animalia Phylum: Chordata Class: Mammalia Order: Carnivora Family: Mustelidae Genus: Galictis Species: G. cuja Binomial name Galictis cuja(Molina, 1782) Lesser grison range The lesser grison (Galictis cuja) is a species of mustelid from South America.[2] …

  提示:此条目的主题不是东华理工大学。 華東理工大學East China University of Science and Technology校训勤奋求实 励志明德创办时间1952年10月25日学校标识码4131010251学校类型公立大学、中华人民共和国教育部直属高等学校、正司局级单位、研究型大学校长轩福贞党委书记蒋传海[1]教师人數3000余人(2023年1月)学生人數全日制学生2.9万余人,其中,本科生16766人,硕士研究…

Imagem do primeiro objeto interestelar descoberto no Sistema Solar, `Oumuamua. O Projeto Galileo é um grupo de pesquisa que visa identificar a natureza dos objetos interestelares voadores não identificado[1] e objetos do tipo 'Oumuamua usando o método científico padrão baseado em uma análise transparente de dados científicos abertos a serem coletados usando instrumentos otimizados.[2] O objetivo do Projeto Galileo incentiva a busca por assinaturas tecnológicas extraterrestres de Civiliza…

Biblia Ruska of Skaryna The tradition of Bible translations in Christianity in Russia begins with Slavic translations of the Bible and Old Church Slavonic. Tsar Peter the Great felt that the Russian people needed a Bible in the vernacular and authorized Pastor Johann Ernst Glück in 1703 to prepare such an edition. Glück died in 1705 and nothing is known of his work.[citation needed] Early East Slavic translation projects Francysk Skaryna (ca 1490-1552?) was the first to attempt the tra…

Super SupauTypeSports DrinkManufacturerVitalon Foods CompanyCountry of origin  TaiwanIntroduced1981ColourClear/TranslucentWebsitewww.supau.com.tw (Traditional Chinese) Super Supau (Chinese: 舒跑; pinyin: Shūpǎo) is a Taiwanese sports drink, manufactured by Vitalon Foods company since 1981.[1] The company is based in the Gong Ye district of Taichung. The drink competes against Pocari Sweat and Aquarius, two brands introduced from Japan, as well as Heysong's Fin. Supe…

Маунт-ПейджетMount Paget Маунт-ПейджетМаунт-Пейджет 54°26′27″ пд. ш. 36°33′18″ зх. д. / 54.44083° пд. ш. 36.55500° зх. д. / -54.44083; -36.55500Країна  Велика БританіяРегіон Південна Джорджія і Південні Сандвічеві ОстровиРозташування  Південна Джорджія та Півден…

Prince Takamado NorihitoPrince TakamadoBornPrince Norihito of Mikasa(1954-12-29)29 December 1954Kamiōsaki, Shinagawa, Tokyo, JapanDied21 November 2002(2002-11-21) (aged 47)Keio University Hospital, Tokyo, JapanBurial29 November 2002Toshimagaoka Imperial Cemetery, Bunkyo, TokyoSpouse Hisako Tottori ​(m. 1984)​Issue Princess Tsuguko of Takamado Noriko Senge Ayako Moriya NamesNorihito (憲仁)HouseImperial House of JapanFatherTakahito, Prince MikasaMotherYuriko Ta…

Kembali kehalaman sebelumnya

Lokasi Pengunjung: 44.192.94.177