Kastel Sunpu
| Kastel Sunpu 駿府城 | |
|---|---|
| Aoi-ku, Shizuoka, Prefektur Shizuoka, Jepang | |
Tatsumi Yagura Kastel Sunpu | |
Kastel Sunpu tampak dari udara | |
| Koordinat | 34°58′46″N 138°23′01″E / 34.97944°N 138.38361°E |
| Jenis | Istana Jepang bergaya hirayama |
| Informasi situs | |
| Terbuka untuk umum | ya |
| Kondisi | Reruntuhan |
| Riwayat situs | |
| Dibangun | 1589, dibangun ulang 1607, 1610, 1635 |
| Dibangun oleh | Tokugawa Ieyasu |
| Digunakan | Zaman Sengoku-1889 |
| Dihancurkan | 1896 |

Kastel Sunpu (駿府城, Sunpu-jō) adalah sebuah istana Jepang di Shizuoka, Prefektur Shizuoka, Jepang. Kastel ini juga dijuluki "Kastel Pulau Terapung".[1] Kastel Sunpu memiliki beberapa nama lain seperti Kastel Fuchu (府中城, Fuchū-jō) atau Kastel Shizuoka (静岡城, Shizuoka-jō).
Sejarah
Pada zaman Muromachi, klan Imagawa telah memerintah Provinsi Suruga dari markas mereka di Sunpu (di pusat Kota Shizuoka modern). Tidak pasti kapan tepatnya Kastel Imagawa Sunpu dibangun di lokasi ini.
Tokugawa Ieyasu
Setelah Imagawa Yoshimoto dikalahkan dalam Pertempuran Okehazama pada tahun 1560, Provinsi Suruga jatuh ke tangan klan Takeda, dan kemudian ke Tokugawa Ieyasu, yang menghabiskan masa mudanya di Sunpu sebagai sandera Yoshimoto.
Pada tahun 1585, Ieyasu membangun Kastel Sunpu baru di lokasi yang kurang lebih sama dengan bekas kediaman Imagawa yang berbenteng.[2] Ia menetap di kastel tersebut pada tahun 1586, bersama selir kesayangannya, Ratu Saigō, dan kedua putra mereka, Hidetada dan Tadayoshi.[3] Ratu Saigo meninggal di Kastel Sunpu pada tahun 1589. Setelah kekalahan klan Hōjō Akhir di Pertempuran Odawara oleh Toyotomi Hideyoshi, Ieyasu terpaksa menukar daerah kekuasaannya di Tōkai dengan provinsi-provinsi di Wilayah Kantō, serta memberikan Kastel Sunpu kepada pengikut Toyotomi, Nakamura Kazuichi pada tahun 1590.
Selepas kekalahan Toyotomi di Pertempuran Sekigahara, Ieyasu kembali menduduki Istana Sunpu. Setelah terbentuknya Keshogunan Tokugawa, Ieyasu menyerahkan gelar shōgun kepada putranya, Tokugawa Hidetada, dan menyingkir ke Sunpu, di mana ia mendirikan pemerintahan bayangan untuk mempertahankan kekuasaan yang efektif atas negara dari balik layar. Sebagai bagian dari kebijakan Tokugawa untuk melemahkan kekuatan ekonomi para pesaing potensial, para daimyo dari seluruh negeri dipanggil untuk membangun kembali Kastel Sumpu pada tahun 1607 dengan sistem parit tiga lapis, menara utama, dan istana. Ketika kastel ini terbakar pada tahun 1610, para daimyo disuruh untuk membangunnya kembali, kali ini dengan menara utama berlantai tujuh.
Kastel ini dikunjungi oleh John Saris dalam misi perdagangan Inggris pertama ke Jepang pada tahun 1613. Saris bersama William Adams menemui Ieyasu di sini untuk bertukar hadiah dan menegosiasikan persyaratan agar Perusahaan Hindia Timur Britania Raya dapat berdagang dengan Jepang.
Periode Edo Akhir
Setelah kematian Ieyasu pada tahun 1616, Kastel Sunpu tetap menjadi pusat pemerintahan untuk daerah Sunpu dan sekitarnya, yang sebagian besarnya merupakan teritori tenryō yang diperintah langsung oleh shogun di Edo.
Selama periode ini, serangkaian pengawas yang ditunjuk ditempatkan di Kastel Sunpu untuk bertugas sebagai pengelola wilayah tersebut. Para pejabat ini disebut Sunpu jōdai (駿府城代) atau Sushū Rioban, dan paling sering ditunjuk dari kalangan Ōbangashira.[4]
Pada tahun 1635, sebagian besar kota Sunpu terbakar hebat, yang turut menghanguskan bangunan Kastel Sunpu. Pada tahun 1638, istana, gerbang, yagura, dan struktur lainnya dibangun kembali, tetapi yang perlu diperhatikan adalah, menara utama tidak dibangun kembali, karena Sunpu diperintah oleh seorang administrator, bukan oleh daimyō.
Era Modern
Setelah Restorasi Meiji, shogun terakhir Tokugawa Yoshinobu, mengundurkan diri dari jabatannya dan ingin pindah ke Sunpu untuk pensiun. Namun, ia tidak diizinkan untuk menempati Kastel Sunpu, melainkan diberi bekas kantor Sunpu Daikansho untuk dijadikan tempat tinggal. Pewarisnya, Tokugawa Iesato, sempat diangkat sebagai daimyo "Domain Shizuoka" (700.000 koku) pada tahun 1868 hingga penghapusannya setahun kemudian pada tahun 1869.
Pada tahun 1871, pendidik Amerika Edward Warren Clark tiba di Shizuoka untuk mengajar sains. Tak lama kemudian, ia memerintahkan pembangunan rumah bergaya Amerika di lahan bekas kastel.[5] Pada tahun 1873, Clark meninggalkan Shizuoka menuju Tokyo. Sebuah sekolah bergaya Barat, Shizuhatasha (atau Shizuhatanoya) didirikan di rumah yang telah dibangun untuk Clark; dan seorang misionaris Kanada, Davidson McDonald, dipekerjakan untuk mengurusnya.[6] McDonald kemudian membantu mendirikan Universitas Aoyama Gakuin di Tokyo.[7]
Lahan kastel menjadi milik Pemerintah Kota Shizuoka sejak tahun 1889. Sebagian besar sistem parit diuruk, dan sebagian halamannya diubah menjadi taman, atau digunakan sebagai kantor pemerintahan prefektur. Pada tahun 1896, sebagian besar lahan kastel bagian dalam diserahkan kepada Angkatan Darat Kekaisaran Jepang dan dijadikan pangkalan Resimen Infanteri ke-34 Tentara Kekaisaran Jepang.
Pada tahun 1949, pangkalan militer dirubuhkan, dan lahan tersebut diserahkan kepada pemerintah kota, yang mengubahnya menjadi "Taman Sunpu".[1] Proyek pemugaran pada tahun 1989 dan 1996 membangun kembali Tatsumi Yagura dan gerbang timur.
Catatan kaki
- ^ a b Japan Society for the Promotion of Science (JSPS): Shizuoka Diarsipkan 2016-03-03 di Wayback Machine.
- ^ JapanVisitor: Sunpu Park.
- ^ Kobayashi and Makino (1994), p.400.
- ^ Murdoch, James. (1926). A History of Japan, p. 9.
- ^ Pedlar, Neil. (1990). The Imported Pioneers: Westerners who Helped Build Modern Japan, p. 123.
- ^ Ion, A. Hamish. (1990). The Cross and the Rising Sun, p. 42.
- ^ Foreign Ministry of Japan: Episodes in Japan-Canada Relations.
Referensi
- Beasley, William G. (1955). Select Documents on Japanese Foreign Policy, 1853–1868. London: Oxford University Press. [reprinted by RoutledgeCurzon, London, 2001. ISBN 978-0-19-713508-2]
- Cullen, Louis M. (2003). A History of Japan, 1582–1941: Internal and External Worlds. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-52918-2
- Ion, A. Hamish. (1990). The Cross and the Rising Sun. Waterloo, Ontario: Wilfrid Laurier University Press. ISBN 0-88920-977-4
- Kobayashi, Sadayoshi; Makino, Noboru (1994). 西郷氏興亡全史 [Complete History of the Rise and Fall of the Saigo Clan] (dalam bahasa Japanese). Tokyo: Rekishi Chosakenkyu-jo. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
- Murdoch, James. (1926). A History of Japan. London: Kegan Paul, Trench, Trubner & Co. reprinted by Routledge, 1996. ISBN 0-415-15417-0
- Pedlar, Neil. (1990). The Imported Pioneers: Westerners who Helped Build Modern Japan. London: Routledge. ISBN 0-904404-51-X
Literatur
- Benesch, Oleg and Ran Zwigenberg (2019). Japan's Castles: Citadels of Modernity in War and Peace. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 374. ISBN 9781108481946.
- De Lange, William (2021). An Encyclopedia of Japanese Castles. Groningen: Toyo Press. hlm. 600 pages. ISBN 978-9492722300.
- Schmorleitz, Morton S. (1974). Castles in Japan. Tokyo: Charles E. Tuttle Co. hlm. 127–128. ISBN 0-8048-1102-4.
- Motoo, Hinago (1986). Japanese Castles. Tokyo: Kodansha. hlm. 200 pages. ISBN 0-87011-766-1.
- Mitchelhill, Jennifer (2004). Castles of the Samurai: Power and Beauty. Tokyo: Kodansha. hlm. 112 pages. ISBN 4-7700-2954-3.
- Turnbull, Stephen (2003). Japanese Castles 1540–1640. Osprey Publishing. hlm. 64 pages. ISBN 1-84176-429-9.
Pranala luar
- Sumpu Castle Park official website(English)
Content Disclaimer
Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.
- The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
- There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
- It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
- Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
- Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.