Dengan luas sekitar sepertiga dari luas daerah induknya, kepadatan penduduk di kabupaten ini relatif rendah daripada kabupaten-kabupaten yang lainnya. Populasi Gunungkidul pada tahun 2021 berjumlah 758.168 jiwa, laki-laki 374.558 jiwa dan perempuan 383.610 jiwa. Dan pada pertengahan 2024, jumlah penduduk Gunungkidul sebanyak 776.584 jiwa.[1]
Makanan ringan dan makanan tradisional dari Gunungkidul termasuk "Gathot" dan "Thiwul". Mereka terbuat dari Singkong Fermentasi dan Singkong Kering.
Pesisir selatan Gunungkidul memiliki beberapa pantai yaitu Baron, Kukup, Krakal, Drini, Sepanjang, Sundak, Siung, Wediombo, Jungwok, Greweng, Sedahan dan Sadeng. Beberapa pantai ini menyediakan ikan segar dan hasil laut lainnya yang dipasok oleh nelayan setempat. Yang paling terkenal adalah Pantai Baron. Ada sebuah taman di sebelah pantai yang dikelilingi oleh restoran seafood dan hostel. Ada pasar ikan segar di sisi timur pantai. Di sisi barat, sungai mengalir keluar dari gua yang hampir setinggi laut di sisi punggungan barat. Pantainya sendiri berwarna khaki dan terbentang dengan perahu nelayan tradisional. Di samping pantai utama, terdapat satu kilometer pantai pasir putih yang terletak di balik punggungan timurnya. Itu bisa dicapai dengan sedikit pendakian.
Geografi
Sesuai namanya, Kabupaten Gunungkidul didominasi oleh pegunungan yang merupakan bagian barat dari Pegunungan Sewu atau Pegunungan Kapur Selatan (dari nama alias inilah, penamaan "Gunungkidul" diturunkan), yang membentang di Pulau Jawa bagian selatan mulai dari kawasan tersebut ke arah timur hingga Kabupaten Tulungagung.
Pegunungan Sewu terbentuk dari batu gamping, menandakan bahwa pada masa lalu merupakan dasar laut. Temuan-temuan fosil hewan laut purba mendukung anggapan ini. Kawasan ini mulai menjadi daratan akibat pengangkatan-pengangkatan tektonik dan vulkanik sejak Kala Miosen[6]
Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibu kotanya di Kapanewon Wonosari. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kapanewon Wonosari terletak di sebelah tenggara Kota Yogyakarta (Ibu kota Daerah Istimewa Yogyakarta), dengan jarak ± 39 km. Wilayah Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 18 Kapanewon dan 144 desa.
Berdasarkan kondisi topografiKabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 3 (tiga) zona pengembangan, yaitu:
Zona Utara disebut wilayah Batur Agung dengan ketinggian 200 m–700 m di atas permukaan laut. Keadaannya berbukit-bukit, terdapat sumber-sumber air tanah kedalaman 6m-12m dari permukaan tanah. Jenis tanah didominasi latosol dengan batuan induk vulkanik dan sedimen taufan. Wilayah ini meliputi : Kapanewon Patuk, Kapanewon Gedangsari, Kapanewon Nglipar, Kapanewon Ngawen, Kapanewon Semin, dan Kapanewon Ponjong bagian utara.
Zona Tengah disebut wilayah pengembangan Ledok Wonosari, dengan ketinggian 150 m–200 mdpl. Jenis tanah didominasi oleh asosiasi mediteran merah dan grumosol hitam dengan bahan induk batuan kapur. Sehingga meskipun musim kemarau panjang, partikel-partikel air masih mampu bertahan. Terdapat sungai di atas tanah, akan tetapi disaat musim kemarau kering. Kedalaman air tanah berkisar antara 60 m–120 m di bawah permukaan tanah. Wilayah Zona Tengah ini meliputi : Kapanewon Playen, Kapanewon Wonosari, Kapanewon Karangmojo, Kapanewon Ponjong bagian tengah dan Kapanewon Semanu bagian utara.
Wilayah Kabupaten Gunungkidul termasuk daerah beriklim monsun tropis (Am), dengan topografi wilayah yang didominasi dengan daerah kawasan perbukitan karst. Wilayah selatan didominasi oleh kawasan perbukitan karst yang banyak terdapat goa-goa alam dan juga sungai bawah tanah yang mengalir. Dengan kondisi tersebut menyebabkan kondisi lahan di kawasan selatan kurang subur yang berakibat budidaya pertanian di kawasan ini kurang optimal.
Kondisi klimatologi Kabupaten Gunungkidul secara umum menunjukkan kondisi sebagai berikut:
Curah hujan rata-rata pada Tahun 2010 sebesar 1.954,43 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata 130 hari per tahun. Bulan basah 7 bulan, sedangkan bulan kering berkisar 5 bulan. Wilayah Kabupaten Gunungkidul sebelah utara merupakan wilayah yang memiliki curah hujan paling tinggi dibanding wilayah tengah dan selatan. Wilayah Gunungkidul wilayah selatan mempunyai awal hujan paling akhir.
Suhu udara rata-rata harian 27,7 °C, suhu minimum 23,2 °C dan suhu maksimum 32,4 °C.
Kelembaban nisbi berkisar antara 80 %–85 %, tidak terlalu dipengaruhi oleh tinggi tempat, tetapi lebih dipengaruhi oleh musim.
Dari temuan-temuan arkeologi, kawasan Gunungkidul diperkirakan telah dihuni oleh manusia (Homo sapiens) sejak 700 ribu tahun lalu.[10] Banyak ditemukan petunjuk keberadaan manusia yang ditemukan di gua-gua & ceruk-ceruk di perbukitan karst Gunungkidul, terutama di Kapanewon Ponjong. Kecenderungan manusia menempati Gunungkidul saat itu disebabkan sebagian besar dataran rendah di Yogyakarta masih digenangi air.[11] Kedatangan manusia pertama di Gunungkidul terjadi pada akhir periode Pleistosen. Saat itu, manusia Ras Australoid bermigrasi dari Pegunungan Sewu di Pacitan, Jawa Timur melewati lembah-lembah karst Wonogiri, Jawa Tengah hingga akhirnya mencapai pesisir pantai selatan Gunungkidul melalui jalur Bengawan Solo purba.[12]
Dari sekitar 460 gua karst di Gunungkidul, hampir setengahnya menjadi hunian manusia purba. Dari 72 gua horizontal di ujung utara Gunung Sewu, tepatnya di Kapanewon Ponjong yang terapit Ledok Wonosari di barat dan Ledok Baturetno di timur, 14 goa di antaranya merupakan bekas hunian manusia purba, dan dua di antaranya sudah diekskavasi yaitu Song Bentar dan Song Blendrong.[12] Di ceruk Song Bentar yang pernah menjadi hunian Homo sapiens ditemukan delapan individu yang terdiri dari: 5 dewasa, 2 anak-anak, dan 1 bayi juga ditemukan alat-alat batu seperti batu giling, beliung persegi, dan mata panah. Sementara di Song Blendrong ditemukan banyak tulang, peralatan batu, tanduk, dan serut kerang yang berserakan di lantai ceruk.[11]
Selain itu, di Goa Seropan di Kapanewon Semanu juga ditemukan bukti keberadaan manusia purba. Di lorong lama gua itu banyak ditemukan cetakan tulang purba di dinding-dinding lorong. Sementara di lorong baru, yang berada pada kedalaman 60 m, dan baru muncul setelah terjadinya banjir di sungai bawah tanah tahun 2008, ditemukan potongan tulang kaki, gigi, dan rusuk mamalia.[11]
Berdirinya Kabupaten
Pada waktu Gunungkidul masih merupakan hutan belantara, terdapat suatu desa yang dihuni beberapa orang pelarian dari Majapahit. Desa tersebut adalah Pongangan, yang dipimpin oleh R. Dewa Katong saudara raja Brawijaya. Setelah R. Dewa Katong pindah ke Desa Katongan 10 km utara Pongangan, puteranya yang bernama R. Suromejo membangun Desa Pongangan, sehingga semakin lama semakin ramai.
Perkembangan penduduk di daerah Gunungkidul itu didengar oleh raja Mataram Sunan Amangkurat Amral yang berkedudukan di Kartosuro. Kemudian ia mengutus Senopati Ki Tumenggung Prawiropekso agar membuktikan kebenaran berita tersebut. Setelah dinyatakan kebenarannya, Tumenggung Prawiropekso menasihati R. Suromejo agar meminta izin pada raja Mataram, karena daerah tersebut masuk dalam wilayah kekuasaannya.
R. Suromejo tidak mau dan akhirnya terjadilah peperangan yang mengakibatkan dia tewas. Begitu juga 2 anak dan menantunya. Ki Pontjodirjo yang merupakan anak R Suromejo akhirnya menyerahkan diri. Kemudian oleh Pangeran Sambernyowo diangkat menjadi Bupati Gunungkidul I. Namun Bupati Mas Tumenggung Pontjodirjo tidak lama menjabat karena adanya penentuan batas-batas daerah Gunungkidul antara Sultan dan Mangkunegaran II pada tanggal 13 Mei 1831. Daerah Gunungkidul (selain Ngawen sebagai daerah enclave Mangkunegaran) menjadi kabupaten di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.
Mas Tumenggung Pontjodirjo digantikan oleh Mas Tumenggung Prawirosetiko (R. Tumenggung Prawirosetiko), yang mengalihkan kedudukan kota kabupaten dari Kapanewon Ponjong ke Kapanewon Wonosari (Kota Wonosari).
Menurut Mr. R.M Suryodiningrat dalam bukunya ”Peprentahan Praja Kejawen” yang dikuatkan buku de Vorstenlanden terbitan 1931 tulisan G.P. Rouffaer, dan pendapat B.M.Mr. A.K. Pringgodigdo dalam bukunya Onstaan En Groei van het Mangkoenegorosche Rijk, berdirinya Gunungkidul (daerah administrasi) tahun 1831 setahun seusai Perang Diponegoro, bersamaan dengan terbentuknya kabupaten lain di Yogyakarta. Disebutkan bahwa ”Goenoengkidoel, wewengkon pareden wetan lepen opak. Poeniko siti maosan dalem sami kaliyan Montjanagari ing zaman kino, dados bawah ipun Pepatih Dalem. Ing tahoen 1831 Nagoragung sarta Mantjanagari-nipoen Ngajogjakarta sampoen dipoen perang-perang, Mataram dados 3 wewengkon, dene Pangagengipoen wewengkon satoenggal-satoenggalipoen dipoen wastani Boepati Wadono Distrik kaparingan sesebatan Toemenggoeng, inggih poeniko Sleman (Roemijin Denggoeng), Kalasan sarta Bantoel. Siti maosan dalem ing Pengasih dipoen koewaosi dening Boepati Wedono Distrik Pamadjegan Dalem. Makanten oegi ing Sentolo wonten pengageng distrik ingkang kaparingan sesebatan Riya. Goenoengkidoel ingkang nyepeng siti maosan dalem sesebatan nipoen Riya.”
Dan oleh upaya yang dilakukan panitia untuk melacak Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul tahun 1984 baik yang terungkap melalui fakta sejarah, penelitian, pengumpulan data dari tokoh masyarakat, pakar serta daftar kepustakaan yang ada, akhirnya ditetapkan bahwa Kabupaten Gunungkidul dengan Wonosari sebagai pusat pemerintahan lahir pada hari Jumat Legi tanggal 27 Mei 1831 atau 15 Besar Je 1758 dan dikuatkan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gunungkidul No: 70/188.45/6/1985 tentang Penetapan hari, tanggal bulan dan tahun Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ditandatangani oleh bupati saat itu Drs. K.R.T. Sosro Hadiningrat tanggal 14 Juni 1985.
Sedangkan secara yuridis, status Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah kabupaten yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta dan berkedudukan di Wonosari sebagai ibu kota kabupaten, ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan UU no 15 Tahun 1950 jo Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1950 pada saat Gunungkidul dipimpin oleh K.R.T. Labaningrat.
Pusaka Tombak Kyai Marga Salurung merupakan pusaka pemberian dari Raja Yogyakarta, Hamengkubuwono X pada Minggu27 Mei2001, saat Perayakan Hari Jadi ke-170 Kabupaten Gunungkidul. Tombak pusaka yang memiliki dhapur baru cekel, warangka kajeng sanakeling melambangkan agar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tetap memiliki tekad utama untuk mencapai cita-cita luhur yang berakar kuat dan selalu berpihak kepada rakyat. Para pemimpin dan rakyatnya memiliki sikap salurung atau searah setujuan atau seiya sekata.
(saiyeg saeka kapti) ini memiliki arti kerukunan, persaudaraan, dan gotong royong atau dalam koridor demokrasi yang berarti berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, yang sadar haknya, tetapi juga menghormati hak orang lain dan tahu pasti kewajibannya.
Kabupaten Gunungkidul memiliki 18 kapanewon dan 144 kalurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduk mencapai 755.977 jiwa yang tersebar di wilayah seluas 1.431,42 km² dengan tingkat kepadatan penduduk 528 jiwa/km².[16][17]
Daftar kapanewon dan kalurahan di Kabupaten Gunungkidul, adalah sebagai berikut:
Kabupaten Gunungkidul mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari pertanian, Perkebunan, perikanan dan peternakan, hutan, flora dan fauna, industri, tambang serta potensi pariwisata. Pertanian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul sebagian besar adalah lahan kering tadah hujan (± 90 %) yang tergantung pada daur iklim khususnya curah hujan. Lahan sawah beririgasi relatif sempit dan sebagian besar sawah tadah hujan. Sumberdaya alam tambang yang termasuk golongan C berupa : batu kapur, batu apung, kalsit, zeolit, bentonit, tras, kaolin dan pasir kuarsa. Kabupaten Gunungkidul juga mempunyai panjang pantai yang cukup luas terletak di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, membentang sepanjang sekitar 65 Km dari Kapanewon Purwosari sampai Kapanewon Girisubo. Potensi hasil laut dan wisata sangat besar dan terbuka untuk dikembangkan.Potensi lainnya adalah industri kerajinan, makanan, pengolahan hasil pertanian yang semuanya sangat potensial untuk dikembangkan.
Kebudayaan
Bentuk wilayah atau fisografi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pola kehidupan sosial budaya pada masyarakat. Unsur sosial budaya merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan, hal ini terkait perencanaan, sasaran, dan capaian target kinerja pembangunan. Karakteristik sosial budaya masyarakat Gunungkidul adalah masyarakat tradisional yang masih memegang teguh budaya luhur warisan nenek moyang. Sehingga dalam melaksanakan pembangunan, pemerintah berupaya untuk mengadopsi karakteristik sosial budaya agar dapat berimprovisasi dengan kultur masyarakat yang ada.
Masyarakat Kabupaten Gunungkidul secara umum menggunakan bahasa lokal (bahasa jawa) dalam berkomunikasi, sementara bahasa nasional (bahasa Indonesia) secara resmi dipakai dalam lingkungan formal (kantor, pendidikan, fasilitas umum, dan lain-lain).
Organisasi kesenian sebagai budaya yang terus dipupuk dan dilestarikan oleh masyarakat berjumlah 1.878 organisasi, dengan tokoh pemangku adat berjumlah 144 orang. Sementara itu desa budaya yang dikembangkan oleh pemerintah untuk menunjang kesejahteraan masyarakat sebanyak 10 desa budaya, cagar budaya yang dimiliki sebanyak 5 buah serta benda cagar budaya sejumlah 692 buah yang tersebar di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Bahasa
Menurut Badan Bahasa, bahasa Jawa dialek Yogya-Solo merupakan bahasa daerah yang dituturkan mayoritas penduduk Kabupaten Gunungkidul.[19] Menurut Statistik Kebahasaan 2019, bahasa ini menjadi satu-satunya bahasa daerah asli Kabupaten Gunungkidul.[20] Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Gunungkidul adalah bahasa Indonesia.
Terminal Wonosari Merupakan Terminal Terbesar Di Gunungkidul, Bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi) Tujuan Jabodetabek mangkal di Wonosari ini.
Berikut adalah operator Bus Tujuan Wonosari:
Maju Lancar
Santoso
Putera Mulya
dan masih banyak lagi
Selain itu, terdapat pula bus AKAP yang memiliki tujuan daerah lain di Gunungkidul seperti di Semin yang dilayani oleh P.O. (Perusahaan Otobus) Rosalia Indah.
Angkutan udara
Landasan Udara Gading merupakan lanud yang ada di Gunungkidul, yang digunakan untuk keperluan Militer.
Pariwisata
Wisata Pantai
Gunungkidul memiliki puluhan pantai indah nan eksotis di pesisir selatan. Tak kurang dari lima puluhan pantai berjajar dari ujung timur hingga ujung barat. Beberapa pantai dan tebing atau bukit pantai yang menjadi tujuan wisata utama antara lain:
Rasulan / Bersih Desa. Merupakan tradisi adat yang digelar setiap tahun sekali oleh sebagian besar desa-desa di Gunungkidul. Simbol perwujudan rasa syukur kepada sang pencipta. Biasanya dilakukan kenduri adat, sajian makanan khas serta pertunjukan kesenian seperti jathilan, reog dan wayang kulit.
Gunung Batur di Desa Balong, Kapanewon Girisubo merupakan Gunung Api Purba yang tersusun dari materi atau sedimen batuan vulkanik tua. Menyajikan panorama pemandangan tepi laut selatan jawa dan tampak hamparan pasir Pantai Nampu dan Pantai Wedhiombo yang panjang membentang hingga ke tanjung Grendan, serta pada sisi bagian timur hingga ke utara tampak hamparan sawah yang luas.
Bukit Pengilon di Desa Balong, Kapanewon Girisubo merupakan tebing pinggir pantai untuk swa foto ataupun foto pre-wedding dengan background garis horizon samudera dan sunset diwaktu petang. Adapun pada lembahnya dijadikan Camping Ground Area yang tidak kalah menawan.
Pantai NampuDesa Balong dan Pantai WedhiomboDesa Jepitu, merupakan pantai dengan hamparan pasir putih yang membentang memanjang dari utara ke selatan hingga ke tanjung grendan, serta menjadikannya spot foto yang tidak kalah menarik untuk melihat proses tenggelamnya matahari (sunset).
^ abKompas - Daya Adaptasi Penghuni Lembah Karst diakses 28 Agustus 2006
^"Gunungkidul Dalam Angka 2013". Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul. 12-12-2013. Diakses tanggal 07-05-2023.Periksa nilai tanggal di: |access-date=, |date= (bantuan)
^Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 4. ISBN9786028449182. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-04-30. Diakses tanggal 2020-05-23.Parameter |url-status= yang tidak diketahui akan diabaikan (bantuan)
Mobil Blackburn setelah letusan gunung St. Helens. Reid Blackburn (11 Agustus 1952 – 18 Mei 1980) adalah fotografer yang tewas pada letusan Gunung St. Helens tahun 1980.[1] Blackburn adalah fotojurnalis yang meliput letusan gunung ini untuk koran lokal - the Vancouver, Washington Columbian[2] - dan juga majalah National Geographic.[3] Referensi ^ Ryll T, Olsen K (2005-05-18). Overshadowed. The Columbian (Vancouver). Parameter |access-date= me...
Bacaan umum (tengah kanan): quid expectamus nunc. Abent omnes uolucres nidos inceptos nisi ego et tu. Hebban olla uogala nestas hagunnan hinase hic enda thu uuat unbidan uue nu. Rector celi nos exaudi ut dignare nos saluare. Kepingan naskah. Hebban olla vogala (terkadang dieja hebban olla uogala) adalah tiga kata pertama dari penggalan naskah abad ke-11 yang ditulis dalam bahasa Belanda Kuno. Kepingan naskah itu, juga dikenal sebagai Puisi Rochester, karena ditemukan pada tahun 1932 di halama...
Hiasan almond pada tiramisu. Hiasan atau Garnis adalah penghias hidangan,[1] potongan kecil makanan yang digunakan sebagai hiasan[2] atau dapat didefinisikan sebagai makanan atau bagian dari makanan yang ditampilkan sedemikian rupa untuk meningkatkan penampilan makanan yang disajikan.[3] Umumnya, garnis harus menggunakan bahan yang dapat dimakan dan harus menjadi bagian integral dari makanan sehingga garnis tidak akan disisakan pada piring.[3] Garnis tidak perl...
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini.Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan atau coba peralatan pencari pranala.Tag ini diberikan pada Januari 2023. Frank Sinatra Has a Cold adalah artikel tentang Frank Sinatra yang ditulis oleh Gay Talese untuk majalah Esquire edisi April 1966. Artikel ini disebut sebagai cerita terbaik yang pernah dicetak oleh Majalah Esquire. Tom Wolfe menyebut gaya penulisan Ga...
Alergi ikanSalmon mentahInformasi umumPrevalensi~1,5% (pernyataan diri, negara maju)[1][2][3]Alergi ikan adalah hipersensitivitas sistem imun terhadap protein yang dapat ditemui pada ikan. Gejala bisa muncul dengan cepat atau secara bertahap, dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari. Bila gejala muncul dengan cepat, dapat terjadi anafilaksis, yaitu kondisi yang dapat mengancam nyawa dan memerlukan obat epinefrin. Gejala lain yang dapat muncul meliputi dermatitis a...
Questa voce o sezione sull'argomento calciatori italiani non cita le fonti necessarie o quelle presenti sono insufficienti. Puoi migliorare questa voce aggiungendo citazioni da fonti attendibili secondo le linee guida sull'uso delle fonti. Segui i suggerimenti del progetto di riferimento. Agatino Cuttone Cuttone al Cesena nel 1989 Nazionalità Italia Altezza 179[1] cm Peso 69[1] kg Calcio Ruolo Allenatore (ex difensore) Termine carriera 1993 - giocatore Carriera Sq...
Offer of sexual services for compensation Further information: Prostitution and Sex worker Sex work is the exchange of sexual services, performances, or products for material compensation.[1][2][3] It includes activities of direct physical contact between buyers and sellers as well as indirect sexual stimulation.[4] Sex work only refers to voluntary sexual transactions; thus, the term does not refer to human trafficking and other coerced or nonconsensual sexual...
American Basketball Association 1970-1971Dettagli della competizioneSport Pallacanestro OrganizzatoreABA Periodo14 ottobre 1970 —18 maggio 1971 Squadre11 (in 2 gironi) VerdettiTitolo East Kentucky Colonels Titolo West Utah Stars Campione Utah Stars(1º titolo) MVPMel Daniels Miglior allenatoreAl Bianchi Miglior marcatoreDan Issel MVP delle finaliZelmo Beaty Cronologia della competizioneed. successiva → ← ed. precedente Modifica dati s...
You can help expand this article with text translated from the corresponding article in Russian. (March 2017) Click [show] for important translation instructions. View a machine-translated version of the Russian article. Machine translation, like DeepL or Google Translate, is a useful starting point for translations, but translators must revise errors as necessary and confirm that the translation is accurate, rather than simply copy-pasting machine-translated text into the English Wikipe...
Diplomatic missions of Romania Romania has an extensive and a large diplomatic network.[1] This listing excludes honorary consulates, trade missions, and cultural institutes. Current missions Africa Host country Host city Mission Concurrent accreditation Ref. Algeria Algiers Embassy Countries: Chad Niger [1] Angola Luanda Embassy Countries: Congo-Brazzaville Congo-Kinshasa São Tomé and Príncipe [1] Egypt Cairo Embassy...
Political ideology focused on the preservation of traditional values and beliefs in the US This article is part of a series onConservatismin the United States Schools Compassionate Fiscal Fusion Libertarian Moderate Movement Neo Paleo Progressive Social Traditionalist Principles American exceptionalism Anti-communism Christian nationalism Classical liberalism Constitutionalism Familialism Family values Federalism States' rights Judeo-Christian values Individualism Law and order Limited govern...
Поляки, які полягли за Україну під час подій російсько-української війни. Російське вторгнення в Україну (з лютого 2022) п/п Ім'я Місце смерті Військове формування Час 1. Валєнтек Томаш Себастьян[1][2] Ізюмський район 49-й окремий стрілецький батальйон «Карпатська Січ»...
كمال الملاخ كمال وليم يونان الملاخ معلومات شخصية الميلاد 26 أكتوبر 1918(1918-10-26)أسيوط، مصر الوفاة 29 أكتوبر 1987 (69 سنة)القاهرة، مصر الجنسية مصري الديانة مسيحي الحياة العملية المدرسة الأم جامعة القاهرة المهنة كاتب وصحفي وعالم مصريات اللغة الأم العربية اللغات العربي�...
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini. Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan. Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan. Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan [[ dan ]] pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut...
Stasiun Shimo-Shibetsu (下士別駅 Shimo-Shibetsu-eki) adalah sebuah stasiun kereta api yang berada di Jalur Utama Sōya terletak di Shimo-Shibetsu, Shibetsu, Subprefektur Kamikawa, Hokkaido, Jepang, yang dioperasikan oleh JR Hokkaido. Stasiun ini diberi nomor W43. Stasiun Shimo-Shibetsu下士別駅Bangunan Stasiun Shimo-ShibetsuLokasiShimo-Shibetsucho, Shibetsu, Prefektur Hokkaido 098-0475JepangKoordinat44°12′38.2″N 142°23′46.8″E / 44.210611°N 142.396333°E...
Cet article présente les faits marquants de l'année 2006 en sport. Chronologies Chronologie du sport 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009Mois :Jan - Fév - Mar - Avr - Mai - Juin Juil - Aoû - Sep - Oct - Nov - Déc 2005 ◄◄ 2006 en sport ►► 2007 Chronologie dans le monde 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009Décennies :1970 1980 1990 2000 2010 2020 2030Siècles :XIXe XXe XXIe XXIIe XXIIIeMillénaires :Ier IIe IIIe&...
Most common type of echocardiogram Transthoracic echocardiogramPurposestill/moving image of internal parts of heart A transthoracic echocardiogram (TTE) is the most common type of echocardiogram, which is a still or moving image of the internal parts of the heart using ultrasound. In this case, the probe (or ultrasonic transducer) is placed on the chest or abdomen of the subject to get various views of the heart. It is used as a non-invasive assessment of the overall health of the heart, incl...
Shopping mall in Delaware, United StatesChristiana MallEntrance to the food court, 2018LocationChristiana, Delaware, United StatesCoordinates39°40′43″N 75°39′10″W / 39.67861°N 75.65278°W / 39.67861; -75.65278Address132 Christiana MallNewark, DE 19702Opening dateOctober 12, 1978; 45 years ago (1978-10-12)[1]DeveloperThe Rubin Company and New Castle AssociatesManagementBrookfield PropertiesOwnerBrookfield PropertiesNo. of stores and ...
Bahasa Gilan گیلکی Giləki Dituturkan diIran, Provinsi Gilan dan sebagian provinsi Mazandaran dan QazvinWilayahPesisir barat daya Laut KaspiaPenutur2,4 juta (2016) Perincian data penutur Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[1] 2.550.000 (bahasa ibu, 2023) Rumpun bahasaIndo-Eropa Indo-IranIranIran BaratIran Barat LautKaspiaGilan DialekGilan Barat Gilan Timur Galesh Kode bahasaISO 639-2[[ISO639-3:{{{iso2}}}|{{{iso2}}}]]ISO 639-...