Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Jalan Jenderal Ahmad Yani (Bogor)


Jalan Jenderal Ahmad Yani atau Jalan Jend. A. Yani adalah nama salah satu jalan utama di Kota Bogor. Nama jalan ini diambil dari nama seorang pahlawan revolusi dan nasional yaitu Ahmad Yani. Jalan sepanjang 2,1 kilometer ini merupakan jalan satu arah dari Warung Jambu (Bantarjati, Bogor Utara, Bogor) ke Air Mancur (Sempur, Bogor Tengah, Bogor). Jalan ini melintasi empat kelurahan:

Di jalan ini cukup sering terjadi kecelakaan lalu lintas.[1][2][3] Pedestrian jalan ini akan menyambung dengan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman.[4][5] Selain itu, cukup banyak pedagang kaki lima di jalan ini.[6]

Jalan Ahmad Yani dan Pohon Kenari

Sebelum milenium kedua Masehi, deretan pohon kenari (Canarium amboinense) di Jalan Ahmad Yani, Tanah Sareal, Kota Bogor masih amat rimbun. Selain keteduhan dan ibarat menembus lorong dimensi lain karena begitu rapatnya pohon.[7]

Pohon kenari merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari Maluku yang kemudian menyebar ke beberapa pulau. Selain banyak ditemui di Bogor, kenari juga dapat ditemukan di beberapa kota seperti Lombok, Medan, dan lainnya.[7]

Jumlah pohon kenari sebagai pohon tepi jalan di Bogor lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah jenis pohon tepi jalan lain, bahkan cenderung dominan di beberapa jalan. Diduga penanaman kenari karena berada di wilayah Kebun Raya Bogor.[7]

Bahkan karena banyaknya pohon kenari, pada 1970-an Kota Bogor pernah mendapatkan julukan sebagai Kota Kenari. Deretan pohon kenari itu menjadi pembatas jalan dan hamparan dari kebun karet.[7]

“Namun julukan itu kini tidak terdengar lagi, bahkan banyak warga Kota Bogor yang tidak mengetahui bahwa Bogor pernah mendapat julukan sebagai Kota Kenari,” papar Endah Purnamasari dalam skripsi berjudul Studi Keberadaan dan Kondisi Fisik Pohon Kenari (Canarium commune L), Sebagai Pohon Tepi Jalan di Jalan Pemuda dan Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor.[7]

Pada masa lalu, sebelum 1970, Jalan Ahmad Yani bernama Jalan Jakarta diduga pengindonesiaan dari Bataviasche Weg. Nah, deretan pohon kenari itu adalah pembatas jalan dan hamparan kebun karet. Pada masa kolonial, prasarana itu merupakan pengembangan Jalan Raya Pos peninggalan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels.[8]

Sisi barat jalan pada masa kolonial merupakan kebun karet dan arena pacuan kuda. Produksi karet terutama untuk menyuplai pabrik ban Good Year yang berdiri pada 1935. Mariah mengatakan, pada masa lalu, memang ada arena pacuan kuda. Kalangan warga Gang Sapin adalah keturunan Sapin, pereparasi pelana dan sepatu kuda. Namun, selepas kemerdekaan, kebun karet dan arena pacuan berganti menjadi kawasan bangunan akibat penerapan kebijakan penataan struktur kepemilikan dan penguasaan tanah (land reform). Saat ini, bekas kebun dan arena itu menjadi Kompleks Stadion Pajajaran, pemukiman elite nan mewah, gedung aparatur pemerintah, dan kompleks sekolah.[8]

Sejumlah bangunan peninggalan era kolonial di sisi barat jalan yang kini masih bertahan antara lain Wisma Keuskupan Bogor. Deretan bangunan tua lebih banyak berada di sisi timur jalan. Kini, rumah-rumah kolonial itu sudah banyak yang hilang. Yang ada pun beralih fungsi jadi restoran, kafe, kedai, apotek, kantor, bahkan bengkel.[8]

Persimpangan

Jalan ini memiliki beberapa persimpangan utama, yaitu:

  • Simpang Warung Jambu (dari dan menuju Jalan K.S. Tubun dan Jalan Pajajaran)
  • Simpang Dadali (dari Jalan Dadali)
  • Simpang Taman Air Mancur (menuju Jalan Pemuda, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan R.E. Martadinata)

Angkutan Umum

  • Trans Pakuan
    • K5 Ciparigi - Stasiun Bogor 1
    • K6 Parung Banteng - GOR 2 (Air Mancur 1)
  • Angkutan Kota
    • Angkutan Kota Bogor 07 Ciparigi - Stasiun Bogor - Terminal Merdeka
    • Angkutan Kota Bogor 07A Ciparigi - Warung Jambu - Bogor Trade Mall
    • Angkutan Kota Bogor 16 Pasar Anyar - Salabenda
    • Angkutan Kota Bogor 20 Pasar Anyar - Kencana
    • Angkutan Kota Bogor 23/08A Bogor Trade Mall - Taman Kencana - Warung Jambu
    • Angkutan Kota Bogor 24 Pasar Anyar - Pondok Rumput
    • Angkutan Kabupaten Bogor 07 Bojong Gede - Pasar Anyar
    • Angkutan Kabupaten Bogor 08 Citeureup - Pasar Anyar

Bangunan dan Taman di Jalan Ahmad Yani

Berikut ini adalah beberapa bangunan dan taman di Jalan Ahmad Yani:[9][10]

  • Kompleks GOR Pajajaran
  • SMP Negeri 8 Kota Bogor
  • Gedung Keuskupan Kota Bogor
  • Sahira Hotel
  • Kantor Imigrasi Kota Bogor
  • Badan Pertanahan Nasional
  • Perpustakaan Digital Kementerian Pertanian
  • Kantor BPJS Kesehatan
  • Kantor Agraria

Selain itu, di jalan ini terdapat beberapa tempat makan.

Referensi

  1. ^ Solihin, M. "Heboh, Mobil 'Tak Bertuan' Masuk Parit di Bogor Jadi Tontonan Warga!". detiknews. Diakses tanggal 2022-12-20. 
  2. ^ Awaludin, Yosep (2022-05-30). "Pengendara Motor Tewas Kecelakaan di Jalan Ahmad Yani". radarbogor.id. Diakses tanggal 2022-12-20. 
  3. ^ Solihin, M. "Pemilik Datang, Mobil Masuk Parit di Bogor Akhirnya Dievakuasi". detiknews. Diakses tanggal 2022-12-20. 
  4. ^ Milan, Ryan (2022-09-21). "Setelah Jalan Sudirman, Giliran Jalan Ahmad Yani Bogor bakal Punya Jalur Khusus Sepeda - Metropolitan.id". www.metropolitan.id. Diakses tanggal 2022-12-20. 
  5. ^ "Proyek Pedestrian Jalan Sudirman ke Jalan Ahmad Yani Siap Digarap Dinas PUPR Kota Bogor". inilahkoran.com. 2020-09-21. Diakses tanggal 2022-12-20. 
  6. ^ Awaludin, Yosep (2022-02-08). "Langgar Perda, Belasan Lapak PKL di Jalan Ahmad Yani Dibongkar Paksa | RADAR BOGOR | Berita Bogor Terpercaya". radarbogor.id. Diakses tanggal 2022-12-20. 
  7. ^ a b c d e Kusumo, Rizky. "Cerita Pohon Kenari yang Selimuti Kota Bogor Selama Ratusan Tahun". www.goodnewsfromindonesia.id. Diakses tanggal 2022-12-20. 
  8. ^ a b c Manumoyoso, Ambrosius Harto (2015-09-07). "Kenari di Bataviasche Weg Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2022-12-20. 
  9. ^ Ardyanto, Anton; Ardyanto, Anton (2015-05-14). "Jalan Ahmad Yani - Akankah Bernasib Sama". Lovely Bogor (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-12-20. 
  10. ^ "Menyusuri Jalan Ahmad Yani - Salah Satu Jalanan Yang Teduh di Kota Bogor". Halaman Bogor. Diakses tanggal 2022-12-20. 
Baca informasi lainnya:
Kembali kehalaman sebelumnya

Lokasi Pengunjung: 44.220.62.183