Gaun punggung terbuka


Isha Sharvani di Colors Golden Petal Awards 2012 mengenakan gaun punggung terbuka.

Gaun punggung terbuka (bahasa Inggris: backless dress) adalah model pakaian wanita yang dirancang untuk menampilkan bagian punggung pemakainya. Potongan punggung pada gaun ini bervariasi, ada yang sebagian terbuka dengan potongan rendah hingga yang sepenuhnya terbuka dengan penggunaan tali atau tanpa penutup sama sekali. Gaun punggung terbuka umumnya dikenakan pada acara formal, seperti pesta malam atau pernikahan, dan tersedia dalam berbagai panjang, mulai dari gaun mini hingga gaun panjang yang mencapai lantai.[1] Selain gaun, desain punggung terbuka juga diterapkan pada pakaian lain, seperti baju renang dan atasan model halter.

Evolusi

Gaun punggung terbuka.

Gaun punggung terbuka mulai populer pada era 1920-an, seiring dengan perubahan sosial yang mendorong wanita untuk lebih berani dalam berpakaian dan aktif dalam kegiatan sosial serta pesta. Memasuki era 1930-an, tren berjemur menjadi populer, dan gaun punggung terbuka menjadi pilihan tepat untuk menampilkan kulit yang kecokelatan hasil berjemur.[2]

Pada Desember 1937, aktris Irlandia Utara, Micheline Patton, menimbulkan kontroversi saat tampil dalam episode terakhir dari dokumenter mode BBC, Clothes-Line. Ia difilmkan dari belakang mengenakan gaun punggung terbuka, menciptakan ilusi ketelanjangan yang memicu keluhan dari penonton. Kontroversi ini mencerminkan sensitivitas masyarakat terhadap pakaian yang dianggap berani pada masa itu. Meskipun gaun punggung terbuka telah populer sejak 1920-an, penampilan Patton menunjukkan bahwa penerimaan publik terhadap mode tersebut masih terbatas.[3]

Insiden ini menyoroti bagaimana evolusi gaun punggung terbuka tidak hanya dipengaruhi oleh tren mode, tetapi juga oleh norma sosial dan persepsi publik terhadap kesopanan. Seiring waktu, gaun punggung terbuka menjadi lebih diterima dan bahkan dianggap elegan dalam berbagai acara formal. Perkembangan ini menunjukkan perubahan sikap masyarakat terhadap ekspresi diri dan batasan dalam berbusana yang terus berkembang hingga saat ini.

Galeri

Referensi

  1. ^ Paramitha, Mutia Nugraheni, Tasya (2012-12-22). "Punggung Indah Berbalut Gaun Backless". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-03-22. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ^ Fimela.com (2011-12-26). "Backless Dress: Solusi Gaun Seksi Non Vulgar!". fimela.com. Diakses tanggal 2025-03-22.
  3. ^ Indonesia, Harper's Bazaar. "Sejarah Fashion Tahun 1910 - 1930". harpersbazaar.co.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-22.

Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.