Share to: share facebook share twitter share wa share telegram print page

Bahasa Col

Bahasa Col
BPS: 0046 2

Basé Lembak
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
EtnisMelayu Lembak
Penutur
145.000 (sensus 2000).
Dialek
•Lembak Delapan
•Lembak Kayu Agung
•Lembak Beliti (Sindang)
Aspek ketatabahasaan
Tipologi
Kode bahasa
ISO 639-1-
ISO 639-2-
ISO 639-3liw
BPS (2010)0046 2
Status konservasi
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC6a Vigorous
Bahasa Col dikategorikan sebagai C6a Vigorous menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini masih dituturkan dan digunakan oleh sebagian wilayah
Lokasi penuturan
Lokasi penuturan Bahasa Col
 Portal Bahasa
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B • PW
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Bahasa Col (diucapkan sebagai [tʃɔl]) adalah sebuah bahasa rumpun Musi, yang merupakan turunan rumpun Melayik. Bahasa ini dituturkan oleh masyarakat suku Lembak.[1] Persebarannya meliputi bagian timur provinsi Bengkulu; kota Lubuk Linggau, Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang dan kecamatan Muara Kelingi, Musi Rawas di provinsi Sumatera Selatan.

Salah satu variasi bahasa Melayu yang masih eksis di tengah masyarakat adalah bahasa Lembak (Col). Bahasa Lembak merupakan bahasa masyarakat suku Lembak dan masih menjadi salah satu bahasa yang masih bertahan hingga sekarang.

Bahasa Lembak lahir dari fonologi Melayu Col/Cul. Berdasarkan penelitian terdahulu, bahasa Lembak pertama kali terekam pada tulisan aksara daerah. Aksara daerah yang dimaksud adalah aksara Ulu, yaitu aksara turunan dan perkembangan dari aksara Pasca Pallava (Gonda, 1973 dalam Sedyawati, 2004). Naskah-naskah Ulu Lembak itu ditulis pada bambu, kertas, dan kulit kayu. Salah satu ciri khas bahasa Lembak adalah penggunaan akhiran –e taling. Sebagai contoh, kata apa dalam bahasa Lembak berarti ape [apé]. Bahasa Lembak juga memiliki beberapa kosakata yang berbeda dibandingkan dengan bahasa daerah Bengkulu lainnya.

Di pulau Sumatra yang menjadi tempat persebaran bahasa induk Melayu, pengguna bahasa Lembak tersebar hampir di seluruh provinsi. Salah satunya adalah Provinsi Bengkulu yang tersebar di Kecamatan Kota Padang, Padang Ulak Tanding, Kepala Curup, Desa Pagar Dewa, Desa Sukarami, Desa Dusun Besar, Kelurahan Panorama, dan Kelurahan Jembatan Kecil.

Bahasa Lembak memiliki 3 subkelompok dialek yang mayoritas tersebar di Provinsi Sumatera Selatan dan Bengkulu. Di Provinsi Sumatera Selatan, bahasa Lembak memiliki subkelompok dialek Lembak Beliti atau dikenal dengan Sindang yang berada di daerah Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas. Sementara itu, di Provinsi Bengkulu, bahasa Lembak memiliki subkelompok dialek Sindang Kelingi dan Lembak Delapan yang berada di sebagian Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah dan Rejang Lebong. Konon, Provinsi Bengkulu ini merupakan awal mula penggunaan bahasa Lembak, sebab dahulu terdapat satu kerajaan Sungai Serut yang bermukim di sepanjang Provinsi Bengkulu hingga ke Kota Lubuklinggau.

Bahasa Lembak sering mengalami campur alih kode dengan bahasa Melayu lain dan bahasa daerah masyarakat pendatang, paling banyak bercampur kode dengan bahasa Jawa. Penelitian yang dilaksanakan di daerah Tahura, Bengkulu Tengah ini memperlihatkan bahwa bahasa Lembak saat ini telah bercampur kode dengan bahasa Jawa, Melayu Bengkulu, dan Bahasa Rejang. Hal ini menyebabkan bahasa Lembak semakin sulit untuk dibedakan. Daerah yang berbahasa Lembak berdialek O adalah Kota Lubuklinggau, disana masyarakat berbicara dengan dua logat O dan É taling. Namun, logat O adalah mayoritas penggunaan disana. Ciri khas bahasa Lembak berdialek O adalah penggunaan akhiran -o. Sebagai contoh, kata apa dalam bahasa Lembak berarti apo.

Lihat pula

Referensi

Pranala luar


Baca informasi lainnya:
Kembali kehalaman sebelumnya

Lokasi Pengunjung: 44.220.62.183