Aesculus californica

Aesculus californica
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Sapindaceae
Genus: Aesculus
Spesies:
A. californica
Nama binomial
Aesculus californica
Natural range

Aesculus californica adalah spesies berangan kuda yang berasal dari California dan wilayah barat daya Oregon.

Deskripsi

Aesculus californica adalah semak gugur besar atau pohon kecil yang tumbuh hingga 4–12 meter, biasanya memiliki beberapa batang dan mahkota selebar tinggi. Kulitnya abu-abu dan sering ditutupi lumut, sementara pohon ini dapat hidup lama, mencapai usia 250–280 tahun, bahkan hingga 300 tahun. Daunnya majemuk, biasanya dengan lima selebaran hijau tua, kadang tujuh, masing-masing selebaran sepanjang 6–17 cm dengan tepi bergigi halus dan permukaan berbulu halus terutama di musim semi. Daun lembut ini rentan terhadap kerusakan akibat embun beku musim semi, salju, panas, atau kekeringan musim panas. Bunganya beraroma manis, berwarna putih hingga merah muda pucat, tersusun dalam malai tegak sepanjang 15–20 cm dan lebar 5–8 cm. Buahnya berupa kapsul berbentuk buah ara sepanjang 5–8 cm yang berisi biji besar, bulat, berwarna coklat-oranye, berukuran 2–7 cm. Biji ini bersifat beracun dan merupakan yang terbesar yang diketahui di antara tanaman beriklim sedang non-tropis.[1]

A. californica beradaptasi dengan iklim Mediterania tempat asalnya dengan tumbuh pada akhir musim dingin hingga musim semi yang lembap, lalu memasuki masa dormansi selama musim panas yang kering, meskipun populasi di daerah pesisir cenderung mempertahankan daun hingga pertengahan musim gugur.[2]

Racun dan kegunaan

Beberapa suku asli Amerika, seperti Pomo, Yokuts, dan Luiseño, memanfaatkan biji beracun dan kacang-kacangan untuk mengejutkan ikan di sungai kecil agar lebih mudah ditangkap.[3] Kulit, daun, dan buah berisi glikosida neurotoksik yang dapat merusak sel darah merah. Berangan kuda juga digunakan sebagai kayu untuk bor busur atau bor tangan.[4]

Tanaman ini kadang dimanfaatkan sebagai makanan setelah biji direbus dan dicuci beberapa hari untuk menghilangkan racun, kemudian digiling menjadi tepung mirip tepung biji ek. Nektar dan serbuk sari bunganya beracun bagi lebah madu, sehingga sebaiknya tidak ditanam dekat peternakan lebah.[4] Tunas muda dan daun baru memiliki kadar racun lebih rendah, sehingga dapat dimakan oleh ternak dan satwa liar.[5] Bunganya menjadi sumber nektar bagi banyak kupu-kupu,[6] sementara tupai memakan bijinya. Selain itu, biji mengandung hidrokuinon dan epikatekin yang memiliki efek alelopati dengan menghambat pertumbuhan tanaman lain.[7]

Tanaman ini sering dibudidayakan sebagai hias karena tunasnya yang menarik, daun hijau jeruk nipis, bunga putih yang harum, warna daun merah-coklat pada pertengahan hingga akhir musim panas, serta cabang perak yang menonjol hingga musim gugur. Selain nilai estetikanya, pohon ini juga berfungsi sebagai penahan tanah, membantu mencegah erosi di area perbukitan.[8]

Referensi

  1. ^ Whitney, Stephen (1985). Western Forests (The Audubon Society Nature Guides). New York: Knopf. hlm. 397. ISBN 0-394-73127-1.
  2. ^ Bakker, Elna S. (1984). An island called California: an ecological introduction to its natural communities. University of California Press. hlm. 74. ISBN 978-0-520-04948-2. Diakses tanggal 2011-06-11.
  3. ^ Philip Alexander Munz; David D. Keck (1973). A California Flora. University of California Press. hlm. 994. ISBN 978-0-520-02405-2. Diakses tanggal 2011-06-20. buckeye.
  4. ^ a b Anderson, Kat; Roderick, Wayne. Plant Guide: California Buckeye, Aesculus californica (Nutt.) Nutt (PDF) (Report). United States Department of Agriculture. Diakses tanggal 2025-05-30.
  5. ^ Howard, Janet L. Aesculus californica, in the USDA Forest Service Fire Effects Information System (Report). USDA Rocky Mountain Research Station, Fire Sciences Laboratory. Diakses tanggal 2011-11-07.
  6. ^ Hintsa, Kevin. Watching Butterflies on Mount Diablo (Report). Diarsipkan dari asli tanggal 2011-11-10. Diakses tanggal 2011-11-07.
  7. ^ Kubo, Isao; Matsumoto, Akiko; Kozuka, Mutsuo.; Wood, William F. (1985). "Combined Effect on Plant Growth of (-)-Epicatechin and Hydroquinone, Compounds from Aesculus californica NUTT. (Hippocastanaceae)". Chem. Pharm. Bull. 33 (9): 3826–3828. doi:10.1248/cpb.33.3826.
  8. ^ "Finding an Ecological Niche: The Buckeye | The Real Dirt". ucanr.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-12.


Content Disclaimer

Informasi ini disarikan dari Wikipedia dan disajikan kembali untuk tujuan edukasi. Konten tersedia di bawah lisensi CC BY-SA 3.0. Kami tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan data yang bersumber dari kontribusi publik tersebut.

  1. The information displayed on this website is sourced in part or in whole from Wikipedia and has been adapted for the purpose of restating it. We strive to provide accurate and relevant information, however:
  2. There is no guarantee of absolute accuracy. Wikipedia is an open, collaborative project that can be edited by anyone, so information is subject to change.
  3. It is not intended to constitute professional advice. The content displayed is for informational and educational purposes only. For important decisions (e.g., medical, legal, or financial), please consult a professional.
  4. Content copyright. Wikipedia is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike License (CC BY-SA). This means that content may be reused with appropriate attribution and shared under a similar license.
  5. Responsible use. Any risk arising from the use of information from this website is entirely the responsibility of the user.